Kaka Korban Pembunuhan Ermanto Usman Laporkan Ke Polda Metro Jaya

PATROLISERGAPNEWS.COM – Jakarta – Kasus peristiwa pembunuhan yang menimpa aktivisme Pelabuhan Ermanto Usman kembali berlanjut ke babak baru. Korban pembunuhan Ermanto Usman muncul awal Maret 2026. Pensiunan JICT dan aktivis pekerja pelabuhan yang lama mengusut dugaan korupsi di sektor pelabuhan, ditemukan tewas di rumahnya di Jatibening, Bekasi, pada Senin (diduga 2 Maret 2026, berita diturunkan 3-4 Maret). Ia mengalami sejumlah luka dan meninggal; sedangkan istrinya, Pasmilawati (60), juga terluka dan dirawat secara intensif.

Setelah melalui keterangan pers dari Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya pada tanggal 11 Maret 2026, disebutkan bahwa kasus terbunuhnya pensiunan pegawai Jakarta International Container Terminal (JICT), Ermanto Usman karena pencurian disertai kekerasan.

Pihak keluarga besar korban, yang diwakili oleh kakak kandung korban, Dalsaf Usman, menduga jika pembunuhan yang menimpa korban mempunyai motif yang lain.

Oleh karena itu, pada hari Rabu sore (25/03/2026), Dalsaf Usman selalu kakak kandung korban almarhum Ermanto Usman beserta kuasa hukum keluarga, yang didampingi oleh pengacara Dharma Pongrekun dan Erles Rareral bersama tim mendatangi Polda Metro Jaya untuk menyampaikan Laporan Kepolisian atau LP mengenai peristiwa pembunuhan dari almarhum Ermanto Usman.

Kepada media, Dharma Pongrekun sebagai kuasa hukum keluarga korb5 dan menjelaskan kedatangan mereka ke Polda Metro Jaya. “Kami selaku kuasa hukum keluarga korban, mendampingi kakak dari korban, Dalsaf Usman, mendatangi Polda Metro Jaya untuk memberikan laporan mengenai peristiwa yang terjadi di awal bulan Maret 2026 lalu,” jelasnya.

Mulai dari TKP, para saksi yang ada serta barang bukti yang ada, ataupun yang belum ada, dari pihak keluarga ingin ada kejelasan yang lebih terang benderang dari pihak penyidik. Pasal yang dikenakan adalah Pasal 459 UU nomor 1 tahun 2023. Dari mengungkap kasus ini, pihak keluarga merasa banyak yang tidak sesuai dengan harapan mereka. itu perlu pendalaman lagi mengenai pengungkap kasus ini, apa motif sebenarnya dari pembunuhan ini, ” ujar Dharma.

Erles Rareral kemudian menambahkan, “Kakak korban sangat dekat hubungan kekerabatan dengan almarhum. Beliau juga yang memasukan korban bekerja di Jakarta International Container Terminal (JICT), anak perusahaan Pelindo. Kami berbincang dengan pihak terdekat korban, yaitu anak korban. Selain itu kami melihat bagian-bagian mana yang bisa dimasukkan oleh pelaku tersebut. Nyatanya tidak ada satupun yang dirusak oleh pelaku. Dan ada yang ditinggalkan sebagai petunjuk.

Kakak korban menceritakan kepada kami sebagai kuasa hukum keresahan hatinya, karena sampai saat ini beliau belum pernah dipanggil memberikan keterangan termasuk korban yang ikut mengangkat jenasah korban saat ditemukan sudah tidak bernyawa lagi, mengangkat almarhum ke ambulan sampai ke rumah sakit, namun tidak dipanggil oleh pihak penyidik.

Oleh karena itu, kami menemani keluarga korban untuk membuat laporan baru. Kami mendukung dan menemani dia yang menimpa adik korban. Kami menantikan panggilan dari tim Polda Metro Jaya untuk berdiskusi mengenai langkah selanjutnya dari kasus ini, ” katanya.

“Kami berharap dugaan pembunuhan berencana ini diungkap seterang terangnya, harapan kami, ” pungkas Erles.

( Robet )
patrolisergapnews.com

Share Berita:

Related Posts

UNCLOS dan Selat Hormuz: Seruan untuk Menghormati Hukum Maritim

Menghormati UNCLOS bukanlah pilihan; itu penting. Komunitas internasional harus menuntut kepatuhan di mana semua pihak

Share Berita:

Lanjutkan
Antisipasi Cuaca Ekstrem, Kapolri Instruksikan Jajaran Siaga di Titik Penyeberangan Arus Balik

Kapolri memastikan bahwa seluruh terus bersinergi memberikan pengamanan optimal.

Share Berita:

Lanjutkan

Tinggalkan Balasan

Anda Melewatkan

Dukung Ketahanan Pangan, Babinsa Aktif Dampingi Petani Desa Binaan

Dukung Ketahanan Pangan, Babinsa Aktif Dampingi Petani Desa Binaan

Merasa Diabaikan, Ketua PAC Gerindra Peudada Minta Kepedulian Partai Pasca Musibah Banjir

Merasa Diabaikan, Ketua PAC Gerindra Peudada Minta Kepedulian Partai Pasca Musibah Banjir

Ringankan Beban Korban Kebakaran, Ceulangiek dan Keuchik Noh Serahkan Bantuan di Cot Rabo Tunong

Ringankan Beban Korban Kebakaran, Ceulangiek dan Keuchik Noh Serahkan Bantuan di Cot Rabo Tunong

Sejumlah Pemudik Apresiasi Pelayanan dan Kesiapsiagaan Polda Jateng Selama Operasi Ketupat Candi 2026

Sejumlah Pemudik Apresiasi Pelayanan dan Kesiapsiagaan Polda Jateng Selama Operasi Ketupat Candi 2026

Hari Ketujuh Lebaran, Polisi Amankan Wisata Pantai Ujong Seuke yang Mulai Ramai Pengunjung

Hari Ketujuh Lebaran, Polisi Amankan Wisata Pantai Ujong Seuke yang Mulai Ramai Pengunjung

UNCLOS dan Selat Hormuz: Seruan untuk Menghormati Hukum Maritim

UNCLOS dan Selat Hormuz: Seruan untuk Menghormati Hukum Maritim