PATROLISERGAPNEWS.COM – BIREUEN – Razali Usman, atau yang akrab disapa Pawang Razali, selaku Ketua PAC Partai Gerindra Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen, mengungkapkan kekecewaannya terhadap sikap pengurus partai di tingkat kabupaten maupun provinsi.
Pasalnya, hingga kini belum ada perhatian nyata bagi dirinya yang menjadi korban banjir bandang empat bulan lalu.
Pawang Razali menjelaskan bahwa musibah banjir bandang tersebut telah melumpuhkan total sumber mata pencahariannya. Satu unit Kapal Motor (KM) Jumbo miliknya rusak parah dihantam material kayu yang terbawa arus setinggi lima meter. Saat ini, kapal tersebut masih terdampar di Dusun Pelabuhan PPI Peudada, Desa Pulo.
“Kerugian mencapai Rp700 juta. Kapal tersebut adalah satu-satunya alat kami untuk mencari nafkah sebagai nelayan. Sejak kejadian itu sampai sekarang, kami tidak bisa melaut lagi,” ujar Razali kepada media, Sabtu (28/03/2026).
Sebagai kader yang setia, Razali mengaku selalu hadir dalam setiap pertemuan partai, termasuk rapat-rapat di Hotel Meuligoe, Bireuen. Namun, ia menyayangkan minimnya empati dari para pimpinan partai, termasuk anggota DPR-RI dari Fraksi Gerindra, Ir. H. TA Khalid, MM.
“Saya kecewa dengan pengurus provinsi dan kabupaten. Sudah dua periode TA Khalid menjabat di DPR-RI, dan saya sebagai Ketua PAC selalu hadir saat dipanggil rapat. Namun saat kami tertimpa musibah seperti ini, tidak ada bantuan sepeser pun atau sekadar kunjungan untuk meninjau kondisi kami,” tegasnya.
Melalui rilis ini, Razali Usman memohon kepada Ketua Umum Pusat Partai Gerindra agar bersedia melihat langsung kondisi kader di tingkat bawah yang sedang kesulitan. Ia berharap ada solusi nyata dari partai agar ia dan warga terdampak lainnya bisa kembali bekerja sebagai nelayan.
“Kami hanya meminta perhatian. Saat ini kami kehilangan mata pencaharian. Kami berharap Bapak TA Khalid atau pengurus pusat sudi meninjau lokasi kami di Peudada,” tutupnya.
Zulfikar : patrolisergapnews.com







