PATROLISERGAPNEWS.COM – ACEH UTARA – Pelayanan kesehatan di Puskesmas Samudera Geudong Pasee, Aceh Utara, menjadi sorotan tajam. Unit Gawat Darurat (UGD) yang seharusnya bersiaga 24 jam ditemukan dalam kondisi pintu terkunci rapat pada Jumat dini hari (20/2/2026) sekitar pukul 01.00 WIB.
Temuan ini terungkap saat Ketua DPD Asosiasi Pewarta Pers Indonesia (APPI) Aceh Utara, Muhammad (Rimung Buloh), melakukan pemantauan lapangan bersama tim media. Ia mengaku harus menunggu dan memanggil petugas selama hampir 30 menit sebelum akhirnya mendapatkan respons.
“Kami memanggil berkali-kali selama setengah jam tapi tidak ada tanggapan. Setelah berhasil masuk, ternyata ada petugas di dalam. Mereka berdalih ada bel di depan pintu, namun kenyataannya akses utama terkunci,” ujar Rimung Buloh dengan nada kecewa.
Ancam Nyawa Pasien Rimung Buloh menegaskan bahwa kelalaian ini sangat fatal karena dapat mengancam nyawa masyarakat yang membutuhkan penanganan darurat.
Menurutnya, pasien dalam kondisi kritis tidak memiliki waktu untuk menunggu petugas yang tertidur di balik pintu terkunci.
“Bayangkan jika ada pasien sekarat. Mereka bisa meninggal dunia hanya karena akses tertutup dan petugas sulit dibangunkan. Ini menyangkut nyawa manusia,” tegasnya.
Desak Tindakan Tegas dari Bupati
Berdasarkan informasi di lokasi, petugas yang berjaga saat itu adalah Halimatul Shakdiah (PNS) dan Nilawati (tenaga bakti). Atas kejadian ini, APPI Aceh Utara mendesak Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara serta Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Jalil, S.E., M.M. (Ayah Wa), untuk segera mengambil tindakan disiplin.
“Kami meminta Kepala Puskesmas memberikan teguran keras. Selain itu, kami memohon kepada Bapak Bupati dan Kadinkes untuk memanggil petugas bersangkutan agar ada efek jera.
Pelayanan publik, terutama kesehatan, tidak boleh main-main,” tutup Rimung Buloh.
Rimung Buloh







