PATROLISERGAPNEWS.COM – Katingan, 27 Februari 2026 – Masyarakat Desa Galinggang, Kabupaten Katingan, secara tegas membantah pemberitaan yang dimuat salah satu media online terkait dugaan sengketa lahan dan klaim wilayah tambang emas tradisional di lokasi Bengkoi.
Warga menilai informasi yang beredar tidak sesuai dengan kondisi faktual di lapangan serta berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Tokoh masyarakat Desa Galinggang menyampaikan bahwa lokasi Bengkoi yang selama ini menjadi tempat aktivitas pencarian emas secara tradisional bukan merupakan wilayah Desa Tampelas. Selain itu, ia juga menegaskan bahwa tidak terdapat lahan masjid di area yang disebutkan dalam pemberitaan tersebut.
“Informasi itu tidak benar. Lokasi Bengkoi bukan wilayah Desa Tampelas dan tidak ada lahan masjid di area aktivitas masyarakat seperti yang diberitakan,” ujarnya, Jumat (27/02/2026).
Menurutnya, sebelum menerbitkan berita, seharusnya dilakukan konfirmasi langsung kepada warga maupun pihak-pihak terkait agar informasi yang disampaikan tidak menyesatkan.
Klarifikasi Warga yang Disebut dalam Pemberitaan
Salah satu warga yang namanya turut disebut dalam pemberitaan, Dulan, juga memberikan klarifikasi. Ia membantah tudingan bahwa dirinya memasukkan alat berat ke lokasi tambang tradisional tersebut.
“Berita itu tidak benar. Saya tidak pernah memasukkan alat berat. Kalau dulu saya hanya menggunakan domping untuk mencari emas secara tradisional, dan sejak tahun 2026 saya sudah tidak lagi bekerja di lokasi itu,” tegasnya.
Dulan menyatakan keberatan apabila namanya terus dikaitkan dengan tudingan yang menurutnya tidak sesuai fakta. Ia pun membuka kemungkinan menempuh jalur hukum apabila pemberitaan tersebut terus berlanjut dan dinilai merugikan nama baiknya.
Warga Minta Media Kedepankan Verifikasi
Tokoh masyarakat setempat berharap insan pers dapat mengedepankan prinsip keberimbangan dan verifikasi data sebelum mempublikasikan informasi.
Menurut warga, pemberitaan yang tidak akurat berpotensi menimbulkan keresahan dan mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat kecil yang selama ini menggantungkan penghasilan dari pencarian emas tradisional.
“Kalau membuat berita harus sesuai fakta lapangan. Gunakan foto yang benar-benar dari lokasi dan jangan sampai mengganggu usaha masyarakat kami,” ungkapnya.
Warga mengakui bahwa aktivitas tambang emas tradisional memiliki risiko. Namun bagi sebagian masyarakat, kegiatan tersebut menjadi salah satu sumber penghidupan utama untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari.
Masyarakat Desa Galinggang berharap semua pihak dapat menahan diri serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, demi menjaga kondusivitas dan keharmonisan sosial di wilayah tersebut.
Robet : patrolisergapnews.com







