PATROLISERGAPNEWS.COM – Sumatera – di tengah situasi darurat akibat banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera, terselip kisah haru yang menyentuh hati. Seorang anggota Satuan Brigade Mobil Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Satbrimob Polda Sumut), Aipda Simson Pakpahan, tanpa diduga menemukan ibunya sendiri saat menjalankan tugas evakuasi korban bencana.
Banjir bandang yang terjadi akibat curah hujan tinggi tersebut menyebabkan permukiman warga terendam, rumah-rumah rusak, serta memaksa ratusan warga mengungsi ke tempat yang lebih aman. Personel gabungan dari TNI, Polri, BPBD, serta relawan dikerahkan untuk melakukan pencarian dan evakuasi korban yang terdampak.
Di tengah fokusnya menjalankan tugas kemanusiaan, Aipda Simson Pakpahan menyisir lokasi terdampak bersama timnya. Saat melakukan pencarian di antara puing-puing dan tumpukan material kayu yang terbawa arus deras, ia mendapati seorang perempuan lanjut usia yang terjebak namun dalam keadaan selamat.
Betapa terkejutnya ia ketika menyadari bahwa perempuan tersebut adalah ibundanya sendiri.
Dengan perasaan campur aduk antara haru, syukur, dan tanggung jawab, Simson tetap berupaya tenang dan profesional. Ia segera memastikan kondisi ibunya dalam keadaan stabil sebelum membawanya ke tempat evakuasi yang lebih aman untuk mendapatkan penanganan medis.
“Sebagai anggota Polri, saya harus tetap menjalankan tugas. Tapi sebagai anak, tentu ini momen yang sangat menggetarkan hati,” ungkap Simson dengan mata berkaca-kaca saat menceritakan peristiwa tersebut.
Tak hanya sang ibu, adik kandung Simson yang sebelumnya dilaporkan sempat terseret arus banjir juga berhasil ditemukan dalam kondisi selamat oleh tim penyelamat. Kabar tersebut semakin menambah rasa syukur di tengah situasi duka yang melanda banyak keluarga lainnya.
Peristiwa ini menjadi gambaran nyata bahwa di balik kerasnya tugas aparat dalam situasi bencana, ada sisi kemanusiaan dan keteguhan hati yang luar biasa. Dedikasi anggota kepolisian untuk tetap mengutamakan keselamatan masyarakat, bahkan ketika keluarga sendiri berada dalam ancaman, menunjukkan komitmen pengabdian yang tinggi.
Pihak kepolisian daerah setempat mengapresiasi profesionalisme Aipda Simson Pakpahan dan seluruh personel yang terlibat dalam operasi kemanusiaan tersebut. Hingga saat ini, proses evakuasi dan pendataan korban masih terus dilakukan, sementara bantuan logistik dan layanan kesehatan disalurkan kepada para pengungsi.
Kisah Aipda Simson menjadi secercah harapan di tengah bencana. Di saat air bah menghanyutkan harta benda dan memisahkan keluarga, takdir justru mempertemukan kembali seorang anak dan ibunya dalam kondisi selamat.
Sebuah cerita tentang pengabdian, cinta keluarga, dan rasa syukur yang menguatkan banyak pihak di tengah ujian alam yang berat.
Agung Harry patrolisergapnews.com








