PATROLISERGAPNEWS.COM – Pidie Jaya – Kepala Perwakilan Wilayah (Kaperwil) Aceh, Riski, mendesak Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya untuk meningkatkan pemantauan terhadap arus Krueng Meureudu guna memastikan kondisi tetap aman dan tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Desakan tersebut muncul pasca banjir bandang yang terjadi beberapa bulan lalu, yang berdampak signifikan terhadap kondisi sungai.
Saat ini, aliran Krueng Meureudu menjadi perhatian serius warga, khususnya di Kecamatan Meureudu dan Kecamatan Meurah Dua, yang kerap terdampak saat intensitas hujan meningkat.
Menurut Riski, kondisi sungai saat ini dinilai tidak lagi memberikan jaminan keselamatan bagi masyarakat.
Pendangkalan yang terjadi akibat sedimentasi pascabanjir menyebabkan kapasitas tampung air berkurang. Akibatnya, hujan dengan durasi singkat pun berpotensi memicu luapan air ke daratan.
“Jika tidak segera ditangani, kondisi ini bisa kembali menimbulkan banjir dan merugikan masyarakat. Pemerintah daerah harus turun langsung melakukan pemantauan dan langkah antisipasi,” tegasnya.
Ia juga meminta Pemkab Pidie Jaya untuk segera mengambil langkah konkret, seperti normalisasi sungai dan peningkatan sistem pengendalian banjir, demi menjamin keselamatan warga di masa mendatang.
Masyarakat berharap pemerintah dapat segera merespons kondisi tersebut agar potensi bencana dapat diminimalisir, serta memberikan rasa aman bagi warga yang tinggal di sekitar aliran Krueng Meureudu
Agung Harry: patrolisergapnews.com







