PATROLISERGAPNEWS.COM – Sumba Timur – Kunjungan dilakukan ke Gereja GKS Lai Taku yang terletak di Desa Lai Taku, Kecamatan Paberiwai, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang beberapa bulan lalu mengalami musibah bencana alam berupa hujan deras disertai angin puting beliung.
Akibat peristiwa tersebut, bangunan gereja mengalami kerusakan parah hingga roboh. Kondisi ini membuat aktivitas ibadah jemaat terganggu, bahkan untuk sementara waktu harus dilakukan di tempat seadanya dengan keterbatasan fasilitas.
Menurut keterangan warga setempat, kejadian tersebut berlangsung secara tiba-tiba saat cuaca ekstrem melanda wilayah tersebut. Angin kencang yang disertai hujan deras menyebabkan struktur bangunan gereja tidak mampu bertahan hingga akhirnya runtuh.
“Kami sangat terpukul dengan kejadian ini. Gereja ini bukan hanya tempat ibadah, tapi juga pusat kegiatan rohani dan sosial masyarakat,” ujar salah satu jemaat saat ditemui di lokasi.
Dalam kunjungan tersebut, terlihat kondisi bangunan yang masih memprihatinkan. Sisa-sisa material bangunan seperti kayu, seng, dan puing-puing masih berserakan di sekitar lokasi. Hingga saat ini, proses perbaikan belum dapat dilakukan secara maksimal karena keterbatasan dana.
Masyarakat dan jemaat Gereja GKS Lai Taku berharap adanya perhatian dan bantuan dari pemerintah maupun pihak-pihak terkait, termasuk donatur, untuk membantu proses pembangunan kembali gereja tersebut.
“Kami berharap ada uluran tangan dari berbagai pihak agar gereja ini bisa segera dibangun kembali, sehingga kami bisa beribadah dengan layak,” tambah warga lainnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana alam, terutama di wilayah yang rawan terdampak cuaca ekstrem. Dukungan dan solidaritas dari berbagai pihak diharapkan dapat membantu pemulihan kondisi masyarakat yang terdampak.
Hingga berita ini diturunkan, warga bersama jemaat masih terus berupaya membersihkan lokasi dan merencanakan pembangunan kembali secara bertahap.
Adreanus: patrolisergapnews.com








