Warga Pakis Murka, Dugaan Provokator Demo Tambang Dinilai Sengaja Adu Domba dan Hancurkan Ekonomi Masyarakat

KENDAL – Kemarahan warga Dusun Pakis, Desa Sidomukti, Kecamatan Weleri, Kabupaten Kendal akhirnya memuncak. Pasca pemberitaan sepihak terkait penolakan tambang yang viral beberapa hari lalu, puluhan warga turun langsung ke lokasi tambang untuk membantah narasi bahwa masyarakat Pakis merasa resah dengan aktivitas tersebut.

Didampingi tokoh masyarakat, Babinsa dan Bhabinkamtibmas, warga secara terbuka menyatakan bahwa aksi penolakan tambang sebelumnya bukanlah suara mayoritas masyarakat, melainkan hanya digerakkan oleh segelintir orang yang diduga sengaja menjadi provokator demi menciptakan kegaduhan di tengah warga.

“Jangan mengatasnamakan warga Pakis kalau kenyataannya mayoritas warga justru mendukung tambang tetap berjalan. Yang demo kemarin cuma beberapa orang, tapi efeknya menyusahkan satu kampung,” tegas salah seorang warga.

Warga menilai pihak-pihak yang menggerakkan demo dan menggiring pemberitaan sebelumnya tidak memiliki empati terhadap nasib masyarakat kecil yang menggantungkan hidup dari aktivitas tambang.

“Mereka enak bicara penutupan, tapi apakah mereka mau memberi makan keluarga kami? Sekarang banyak warga kehilangan pekerjaan gara-gara ulah segelintir orang yang sok menjadi penyelamat lingkungan,” ujar warga lainnya dengan nada geram.

Menurut warga, aksi tersebut telah memicu keresahan sosial dan memecah belah hubungan antarwarga yang selama ini hidup rukun. Bahkan muncul dugaan adanya pihak tertentu yang sengaja membangun opini negatif demi kepentingan pribadi maupun kelompok.

“Ini sudah bukan soal tambang lagi, tapi ada upaya adu domba di tengah masyarakat. Warga dibuat seolah-olah menolak tambang, padahal kenyataannya tidak seperti itu,” ungkap tokoh masyarakat setempat.

Warga juga menyoroti pemberitaan media yang dianggap terlalu menggiring opini tanpa melakukan konfirmasi menyeluruh kepada RT, RW, perangkat desa maupun mayoritas warga terdampak.

“Kalau memang wartawan bekerja profesional, harusnya cek fakta di lapangan secara utuh. Jangan hanya mendengar dari segelintir orang lalu membuat berita yang memancing kegaduhan,” kata salah seorang warga.

Akibat penutupan tambang, dampak ekonomi langsung dirasakan masyarakat. Para pekerja tambang, sopir dump truk, pedagang kecil hingga buruh harian kini kehilangan penghasilan yang selama ini menjadi sumber nafkah keluarga.

“Yang teriak paling keras menolak tambang belum tentu pernah membantu warga. Tapi saat tambang berjalan, banyak masyarakat bisa makan, bisa menyekolahkan anak, dan roda ekonomi hidup,” ujar warga lainnya.

Tak hanya membuka lapangan pekerjaan, warga mengaku pengelola tambang selama ini juga aktif membantu kebutuhan masyarakat, mulai dari kegiatan sosial, pembangunan fasilitas umum hingga bantuan ketika warga membutuhkan.

“Faktanya warga merasakan manfaatnya. Ketika ada kegiatan kampung, pembangunan jalan, bantuan sosial, pengelola hadir membantu. Jadi jangan hanya melihat dari satu sisi,” jelas warga.

Kini masyarakat berharap aparat dan pemerintah tidak mudah terpengaruh opini sepihak yang dibangun oleh pihak-pihak tertentu. Warga meminta persoalan ini disikapi secara adil dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat yang saat ini sedang sulit.

“Kalau tambang mau ditutup, lalu rakyat kecil mau makan apa? Jangan rakyat dijadikan korban demi kepentingan segelintir orang yang mencari panggung,” pungkas warga.

Mbah Ku

Share Berita:

Related Posts

Hujan Lebat Picu Luapan Air di Desa Jaba, Jalan Menuju UPTD SD 17 Terkikis dan Berlumpur

Dampaknya Dampaknya air meluap hingga menyebabkan jalan menuju UPTD SD Negeri 17 Kecamatan Peudada mengalami erosi dan dipenuhi lumpur. air meluap hingga menyebabkan jalan menuju UPTD SD Negeri 17 Kecamatan Peudada mengalami erosi dan dipenuhi lumpur.

Share Berita:

Lanjutkan
IPMASTIM Kupang Serahkan Kajian Tambang Emas Ilegal Wanggameti Sumba Timur kepada DPRD Provinsi NTT

Kajian tersebut diserahkan kepada pimpinan rapat dan perwakilan DPRD NTT usai pelaksanaan Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang berlangsung di Ruang Rapat Kelimutu, DPRD Provinsi NTT.

Share Berita:

Lanjutkan

Tinggalkan Balasan

Anda Melewatkan

Rektor UIA Nazaruddin Tegaskan Integritas di Era AI, 227 Wisudawan Resmi Dikukuhkan.

Rektor UIA Nazaruddin Tegaskan Integritas di Era AI, 227 Wisudawan Resmi Dikukuhkan.

Langkah Cepat Pemerintah Kerajaan Maroko, Wujud Komitmen Terhadap Integritas dan Tata Kelola Konstitusional

Langkah Cepat Pemerintah Kerajaan Maroko, Wujud Komitmen Terhadap Integritas dan Tata Kelola Konstitusional

Tim Investigasi Patrolisergapnews.com Aksi Humanis TNI, Polri, dan Warga Gotong Royong Atasi Mobil Mogok di Simpang Karang Delanggu

Tim Investigasi Patrolisergapnews.com Aksi Humanis TNI, Polri, dan Warga Gotong Royong Atasi Mobil Mogok di Simpang Karang Delanggu

Penuh Khidmat! SD Negeri 8 Peusangan Selatan Peringati Maulid Nabi 1448 H, Tanamkan Akhlak Mulia kepada Siswa

Penuh Khidmat! SD Negeri 8 Peusangan Selatan Peringati Maulid Nabi 1448 H, Tanamkan Akhlak Mulia kepada Siswa

Presiden Prabowo Terima DEN, Bahas Antisipasi El Nino dan Ketahanan Pangan

Presiden Prabowo Terima DEN, Bahas Antisipasi El Nino dan Ketahanan Pangan

Polres Bojonegoro Gelar Audiensi dengan SPBU, Perkuat Pengawasan Distribusi BBM

Polres Bojonegoro Gelar Audiensi dengan SPBU, Perkuat Pengawasan Distribusi BBM