PATROLISERGAPNEWS.COM – BIREUEN – Sebanyak 227 lulusan Universitas Islam Aceh (UIA) Paya Lipah, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, resmi dikukuhkan dalam Rapat Senat Terbuka Wisuda Angkatan XXXVIII di Auditorium Kampus Induk UIA, Selasa (20/10/2026) pagi. Momentum akademik ini menjadi tonggak penting bagi para lulusan untuk melangkah ke fase pengabdian baru dengan membawa ilmu pengetahuan, integritas, dan tanggung jawab moral kepada masyarakat.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 32 lulusan meraih predikat pujian (cum laude), sedangkan 195 lainnya memperoleh predikat sangat memuaskan. Mereka terdiri atas lulusan program Sarjana (S1) dan Magister (S2) Tahun Akademik 2025/2026 yang telah menuntaskan perjalanan pendidikan dengan beragam tantangan dan perjuangan.
Prosesi wisuda berlangsung khidmat dengan dihadiri Staf Ahli Gubernur Aceh Bidang Keistimewaan Aceh, Sumber Daya Manusia dan Hubungan Kerja Sama, Dr. Husnan, S.T., M.P., yang mewakili Gubernur Aceh; Wakil Koordinator Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (Kopertais) Wilayah V Aceh, Prof. Dr. Kusmawati Hatta, M.Pd.; Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, S.T.; unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda); pejabat terkait; serta para orang tua dan wali wisudawan.
REKTOR TEKANKAN INTEGRITAS DAN TANGGUNG JAWAB MORAL
Rektor UIA Paya Lipah, Dr. Nazaruddin, M.A., menegaskan bahwa wisuda bukan sekadar seremoni untuk merayakan keberhasilan akademik, melainkan momentum penting bagi lulusan untuk membuktikan kualitas diri melalui integritas, pemikiran kritis, dan pengabdian nyata.
Menurutnya, gelar akademik harus menjadi bekal untuk menghadapi perubahan zaman sekaligus landasan dalam menjalankan tanggung jawab intelektual dan moral di tengah masyarakat.
“Wisuda hari ini bukan sekadar seremoni akademik. Lebih dari itu, ini adalah momentum refleksi intelektual, pengukuhan tanggung jawab moral, dan awal perjalanan pengabdian yang lebih luas kepada masyarakat, bangsa, dan kemanusiaan,” tegas Nazaruddin.
Pesan tersebut menjadi relevan di tengah perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang semakin memengaruhi berbagai bidang kehidupan. Para lulusan dituntut tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga mampu menggunakannya secara bijaksana, bertanggung jawab, serta berlandaskan nilai-nilai etika.
Rektor berharap para alumni mampu menjaga nama baik almamater, terus mengembangkan kompetensi, dan menghadirkan manfaat melalui profesi maupun peran sosial yang mereka jalani.
32 WISUDAWAN RAIH PREDIKAT PUJIAN
Dalam laporan akademiknya, Wakil Rektor I UIA Paya Lipah, Dr. Dhiauddin, M.Pd., merincikan bahwa dari total 227 lulusan Tahun Akademik 2025/2026, sebanyak 32 orang berhasil meraih predikat pujian (cum laude) dan 195 orang memperoleh predikat sangat memuaskan.
Adapun rincian lulusan berdasarkan program studi sebagai berikut:
– Magister Pendidikan Agama Islam: 33 orang, terdiri atas 19 laki-laki dan 14 perempuan.
– Sarjana Pendidikan Agama Islam: 58 orang, terdiri atas 37 laki-laki dan 21 perempuan.
– Sarjana Manajemen Pendidikan Islam: 18 orang, terdiri atas 12 laki-laki dan 6 perempuan.
– Sarjana Pendidikan Bahasa Arab: 28 orang, terdiri atas 12 laki-laki dan 16 perempuan.
– Sarjana Ekonomi Syariah: 7 orang, terdiri atas 4 laki-laki dan 3 perempuan.
– Sarjana Hukum Keluarga Islam (HKI): 83 orang, terdiri atas 74 laki-laki dan 9 perempuan.
Berdasarkan rincian tersebut, Program Studi Hukum Keluarga Islam menjadi penyumbang lulusan terbanyak dengan 83 orang, disusul Pendidikan Agama Islam sebanyak 58 orang dan Magister Pendidikan Agama Islam sebanyak 33 orang.
Capaian akademik ini menjadi bagian dari upaya perguruan tinggi dalam menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki bekal keilmuan, karakter, dan kemampuan untuk berkontribusi dalam berbagai bidang kehidupan.
UIA Catat Sejumlah Capaian Institusi
Di hadapan para wisudawan dan tamu undangan, Nazaruddin juga menyampaikan kebanggaannya atas sejumlah capaian yang diraih UIA meskipun kampus tersebut belum genap berusia dua tahun.
Menurut keterangan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, UIA meraih akreditasi Unggul untuk Program Studi Pendidikan Agama Islam dan Ekonomi Syariah. Kampus ini juga dilaporkan memperoleh 10 penghargaan dari ajang PTKIS Award dan AICISSS Award 2026, meraih GI BEI Award 2026, serta masuk nominasi Perguruan Tinggi Binaan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi sebagai institusi yang dinilai berpotensi mencapai keunggulan.
Berbagai capaian tersebut menjadi dorongan bagi UIA untuk terus meningkatkan mutu pendidikan, memperkuat tata kelola akademik, dan mengembangkan lingkungan pembelajaran yang adaptif terhadap kebutuhan zaman.
Namun, prestasi institusi juga menuntut komitmen berkelanjutan untuk memastikan kualitas pembelajaran, kompetensi lulusan, dan relevansi pendidikan tetap terjaga. Dengan demikian, keberhasilan kampus dapat dirasakan tidak hanya di lingkungan akademik, tetapi juga melalui kontribusi alumninya bagi masyarakat.
Bupati Bireuen Dorong Pendidikan Selaras dengan Dunia Kerja
Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, S.T., berharap UIA terus meningkatkan kualitas pendidikan dan menyelaraskan kurikulum dengan perkembangan kebutuhan dunia kerja.
Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mencetak sumber daya manusia yang kompeten, berkarakter, dan mampu mendukung pembangunan daerah. Karena itu, hubungan antara dunia akademik, pemerintah, dan sektor usaha perlu terus diperkuat agar pendidikan mampu menjawab tantangan nyata di lapangan.
Sinergi tersebut diharapkan dapat memperluas peluang kerja bagi lulusan, mendorong lahirnya inovasi, serta membuka ruang bagi pengembangan usaha dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan perguruan tinggi juga menjadi bagian penting dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Bireuen.
ALUMNI DIDORONG MENJADI PENCIPTA PELUANG
Sementara itu, Staf Ahli Gubernur Aceh, Dr. Husnan, S.T., M.P., yang hadir mewakili Gubernur Aceh, mengingatkan para lulusan agar tidak hanya berorientasi mencari pekerjaan, tetapi juga berani menciptakan peluang dan membuka lapangan kerja baru.
Ia menilai, tantangan dunia kerja yang terus berkembang membutuhkan generasi muda yang kreatif, mandiri, adaptif, dan memiliki keberanian untuk menghadirkan gagasan baru.
“Kami berharap para lulusan tidak hanya berorientasi pada peluang kerja, tetapi juga berani menciptakan peluang, membangun usaha, dan mengambil bagian dalam menyelesaikan persoalan di tengah masyarakat,” ujar Husnan.
Pesan tersebut menjadi dorongan bagi para alumni untuk memanfaatkan ilmu dan keterampilan yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan. Lulusan perguruan tinggi diharapkan mampu mengambil peran lebih luas, baik melalui dunia kerja profesional, kewirausahaan, pendidikan, maupun kegiatan pemberdayaan masyarakat.
WISUDA MENJADI AWAL PENGABDIAN
Pengukuhan 227 lulusan UIA Paya Lipah bukanlah akhir dari perjalanan pendidikan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Gelar akademik yang diperoleh perlu diwujudkan melalui kerja nyata, sikap profesional, dan komitmen untuk terus belajar menghadapi perubahan zaman.
Bagi UIA, momentum ini sekaligus menjadi pengingat bahwa peningkatan kualitas perguruan tinggi harus berjalan seiring dengan pembentukan karakter, penguatan integritas, dan kemampuan lulusan menjawab kebutuhan masyarakat.
Dengan bekal ilmu pengetahuan, nilai-nilai keislaman, serta semangat kemandirian, para wisudawan diharapkan mampu menjadi generasi yang tidak hanya sukses secara pribadi, tetapi juga berkontribusi bagi kemajuan daerah, bangsa, dan kemanusiaan.
Patrolisergapnews.con Fahkrurrazi ar.
Editor: Ulyasari







