patrolisergapnews.com – PEUDADA – Majelis Peudada Meusaboh menggelar kegiatan Halalbihalal yang dihadiri oleh jajaran tokoh masyarakat Peudada lintas wilayah, termasuk para perantau yang berdomisili di Banda Aceh. Acara yang berlangsung khidmat di Kecamatan Peudada ini diselenggarakan sebagai momentum mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus forum strategis untuk membahas arah pembangunan, penguatan ekonomi, serta kemajuan infrastruktur di Kecamatan Peudada.
Pembina Majelis Peudada Meusaboh, Abu Kamaruzzaman, dalam sambutannya menjelaskan bahwa lembaga ini lahir dari aspirasi bersama untuk menyatukan seluruh masyarakat Peudada, baik yang menetap di kampung halaman maupun di perantauan. Pembentukannya didasarkan pada hasil musyawarah mufakat demi kemaslahatan bersama.
“Majelis Peudada Meusaboh bukanlah organisasi yang berorientasi pada kepentingan kelompok tertentu. Ini adalah forum inklusif yang terbuka bagi seluruh warga Peudada untuk menyatukan gagasan, mempererat persaudaraan, serta menghadirkan solusi konkret atas berbagai persoalan sosial yang dihadapi masyarakat,” tegas Abu Kamaruzzaman.
Dukungan sinergis juga disampaikan oleh Tokoh Masyarakat Peudada yang juga Anggota DPRK Bireuen, Surya Yunus.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat kolaborasi dalam mengoptimalkan potensi daerah.
Menurutnya, roda perekonomian Peudada harus ditopang melalui tiga sektor unggulan.
“Potensi besar Peudada wajib kita kembangkan secara terintegrasi melalui sektor pertanian, perikanan, dan perkebunan. Tiga sektor inilah yang menjadi pilar utama penguatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat kita,” ujar Surya Yunus.
Dalam forum tersebut, dipaparkan pula sejumlah capaian strategis hasil koordinasi intensif dengan Pemerintah Aceh.
Beberapa usulan program pembangunan infrastruktur yang kini mulai mendapat tindak lanjut nyata dari pemerintah provinsi meliputi: Pembangunan Irigasi Aneuk Gajah Rheut untuk mendukung sektor pertanian.
Pembangunan tebing sungai Peudada sebagai upaya mitigasi bencana dan pengamanan wilayah.
Pembangunan sarana prasarana Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Peudada guna mendongkrak produktivitas nelayan.Pengembangan Masjid Besar Baitunnur Kecamatan Peudada sebagai pusat kegiatan keagamaan, pendidikan, dan sosial kemasyarakatan. Apresiasi tinggi terhadap pergerakan ini turut disampaikan oleh Ustaz Salman.
Ia menilai inisiatif pembentukan wadah persatuan seperti ini sangat inklusif dan dapat menjadi percontohan bagi daerah lain dalam membangun soliditas masyarakat perantauan.
“Majelis ini harus konsisten menjadi forum pemersatu umat. Allah SWT telah mengingatkan kita untuk tidak bercerai-berai, melainkan tetap teguh bersatu dalam bingkai ukhuwah dan kebersamaan,” pesan Ustaz Salman di hadapan para peserta.
Acara Halalbihalal ini diakhiri dengan doa bersama serta penegasan komitmen kolektif dari seluruh tokoh dan warga yang hadir. Seluruh peserta sepakat untuk terus bersinergi, menjaga stabilitas persatuan, dan mengawal dinamika pembangunan demi mewujudkan masyarakat Kecamatan Peudada yang maju, sejahtera, dan religius.
Sumber: Zulfikar patrolisergapnews.com
Editor: Robet







