Ketua BEM Universitas Gadjah Mada Mengaku Diteror, Erles Rareral Minta Aparat Usut Tuntas

PATROLISERGAPNEWS.COM – JAKARTA – Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Ardianto, mengaku mengalami dugaan teror usai menyuarakan kasus anak bunuh diri di Nusa Tenggara Timur (NTT). Peristiwa tersebut disebut terjadi pada 9–11 Februari 2026.

Tiyo mengungkapkan, dirinya menerima berbagai bentuk intimidasi dari pihak tak dikenal, mulai dari pesan ancaman melalui nomor asing, dugaan penguntitan, hingga pemotretan tanpa izin. Salah satu pesan yang diterimanya bahkan berisi ancaman penculikan.

Menanggapi hal tersebut, pengacara internasional Erles Rareral, S.H., M.H., meminta aparat penegak hukum segera melakukan penyelidikan secara profesional dan transparan. Ia menegaskan bahwa segala bentuk teror terhadap mahasiswa atau aktivis merupakan tindakan yang melanggar hukum.

“Jika benar terjadi, ini tidak boleh dibiarkan. Aparat harus mengusut tuntas siapa pelakunya dan apa motifnya,” ujar Erles dalam keterangan tertulis, Sabtu (22/2/2026).

Erles juga mengingatkan agar peristiwa tersebut tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk menciptakan opini yang berpotensi merusak reputasi pemerintahan Prabowo Subianto.

“Bisa saja ada pihak lain yang mencoba memanfaatkan isu ini untuk membangun narasi tertentu. Karena itu, semua pihak harus menahan diri dan menunggu hasil penyelidikan resmi,” tambahnya.

Menurutnya, kebebasan menyampaikan pendapat merupakan hak konstitusional yang dijamin dalam negara demokrasi. Namun demikian, ia meminta publik tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah dan tidak terjebak dalam spekulasi sebelum ada kejelasan dari aparat penegak hukum.

Sumber: pengacara internasional Erles Rareral, S.H., M.H.,
#patrolisergapnews.com

Share Berita:

Related Posts

Serangan Air Keras terhadap Aktivis KontraS Tuai Kecaman, Erles Rareral: Pelaku Harus Dihukum Berat

Kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS)

Share Berita:

Lanjutkan
Kezaliman di Balik Seragam: Menggugat Dehumanisasi Imigrasi Muara Enim Terhadap Keluarga Yaman

secara sepihak tanpa memberi ruang bagi warga asing untuk menata kembali kehidupannya

Share Berita:

Lanjutkan

Tinggalkan Balasan

Anda Melewatkan

Dukung Ketahanan Pangan, Babinsa Aktif Dampingi Petani Desa Binaan

Dukung Ketahanan Pangan, Babinsa Aktif Dampingi Petani Desa Binaan

Merasa Diabaikan, Ketua PAC Gerindra Peudada Minta Kepedulian Partai Pasca Musibah Banjir

Merasa Diabaikan, Ketua PAC Gerindra Peudada Minta Kepedulian Partai Pasca Musibah Banjir

Ringankan Beban Korban Kebakaran, Ceulangiek dan Keuchik Noh Serahkan Bantuan di Cot Rabo Tunong

Ringankan Beban Korban Kebakaran, Ceulangiek dan Keuchik Noh Serahkan Bantuan di Cot Rabo Tunong

Sejumlah Pemudik Apresiasi Pelayanan dan Kesiapsiagaan Polda Jateng Selama Operasi Ketupat Candi 2026

Sejumlah Pemudik Apresiasi Pelayanan dan Kesiapsiagaan Polda Jateng Selama Operasi Ketupat Candi 2026

Hari Ketujuh Lebaran, Polisi Amankan Wisata Pantai Ujong Seuke yang Mulai Ramai Pengunjung

Hari Ketujuh Lebaran, Polisi Amankan Wisata Pantai Ujong Seuke yang Mulai Ramai Pengunjung

UNCLOS dan Selat Hormuz: Seruan untuk Menghormati Hukum Maritim

UNCLOS dan Selat Hormuz: Seruan untuk Menghormati Hukum Maritim