PATROLISERGAPNEWS.COM – BIREUEN – Pemandangan memprihatinkan terlihat di sekitar Warung Sago, kawasan SMP Peudada, Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen. Seorang anak yang diperkirakan masih berusia sangat muda tampak terpaksa mencari nafkah di jalanan dengan menjajakan abu gosok.
Berdasarkan pantauan lapangan pada Rabu (9/9/2026), anak tersebut membawa bungkusan abu gosok sederhana dan menawarkannya kepada warga serta pengunjung warung di sekitar lokasi.
Ironisnya, apabila dagangannya tidak laku atau ditolak oleh calon pembeli, ia terpaksa meminta uang secara langsung kepada warga demi mendapatkan penghasilan.
Seorang warga setempat yang menyaksikan kejadian tersebut mengonfirmasi pola aktivitas sang anak. “Kalau ada yang mau beli, dia jual abu gosoknya. Tapi kalau tidak ada yang beli, dia akhirnya meminta uang kepada orang-orang di sini,” ujarnya kepada Patrolisergapnews.com.
Fenomena anak jalanan yang mengeksploitasi diri sendiri atau dieksploitasi demi kebutuhan ekonomi ini menuai sorotan tajam. Pasalnya, aktivitas tersebut terjadi di tengah keramaian masyarakat dan tidak jauh dari lingkungan institusi pendidikan.
Kondisi sosial ini memerlukan perhatian serius dan penanganan cepat dari Pemerintah Kabupaten Bireuen, khususnya Dinas Sosial serta Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A-P2KB).
Penertiban di lapangan tidak akan cukup jika tidak dibarengi dengan jaminan hak dasar anak-seperti hak atas pendidikan, perlindungan sosial, dan ruang bermain-agar mereka tidak kehilangan masa depannya demi tuntutan pemenuhan kebutuhan hidup.
Kaperwil aceh Riski sangat berharap pemerintah,dinas sosial,dan pihak terkait perlindungan anak agar dapat memberikan yang terbaik untuk anak anak agar dia mendapatkan hak dia sebagai se oarang anak.
Kaperwil Aceh Riski patrolisergapnews.com
Editor: Ulyasari







