PATROLISERGAPNEWS.COM – PIDIE JAYA – Ikatan Guru Indonesia (IGI) Wilayah Aceh melaksanakan kegiatan trauma healing bagi anak-anak dan masyarakat di Desa Blang Awe, Kabupaten Pidie Jaya, Rabu (7/1/2026).
Aksi kemanusiaan ini merupakan bentuk tanggung jawab moral para pendidik untuk hadir langsung meringankan beban psikologis masyarakat pascabencana.
Koordinator kegiatan, Mursyidah, S.Pd., M.Pd., menekankan bahwa pemulihan trauma (trauma healing) adalah aspek krusial bagi anak-anak terdampak bencana agar mental mereka tetap terjaga.
“Fokus utama kami adalah membantu anak-anak menghilangkan trauma yang tersisa dan mengembalikan semangat belajar mereka. Kami ingin mereka kembali ceria,” ujar Mursyidah di sela-sela kegiatan.
Selain sesi pemulihan psikis, IGI Aceh juga menggelar penyuluhan mengenai pentingnya menjaga pendidikan dan kesehatan dalam kondisi darurat. Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap literasi keagamaan, para guru turut menyalurkan buku Iqra kepada anak-anak serta mushaf Al-Qur’an kepada kaum ibu di desa tersebut.
Ketua IGI Aceh, Khairul Zami, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa aksi ini adalah wujud nyata kepedulian organisasi terhadap kondisi sosial masyarakat Aceh. Ia berharap langkah ini dapat memicu kolaborasi lebih luas dari berbagai pihak.
“Kami ingin membantu masyarakat, terutama generasi muda, untuk segera bangkit dari kesulitan. Harapannya, kegiatan ini menjadi pemantik bagi pihak lain untuk bersama-sama memperkuat sektor pendidikan dan kesehatan di Aceh,” ungkap Khairul.
“Kehadiran IGI Aceh disambut hangat oleh warga Desa Blang Awe. Tokoh masyarakat setempat menyampaikan apresiasi mendalam atas bantuan moral maupun materiil yang diberikan oleh para guru.
Acara ini turut dihadiri oleh jajaran pejabat daerah setempat yang memberikan apresiasi atas inisiatif IGI Aceh. Mursyidah menambahkan bahwa IGI Aceh berkomitmen untuk terus menjalankan program sosial serupa di berbagai wilayah di Aceh guna mendorong percepatan pemulihan dan kemajuan daerah.
IKBAL : patrolisergapnews.com







