‎Perkuat Ketahanan Pangan dan Energi, Balai PS Medan Survei Lokasi Agroforestry di Wilayah KPH V Aceh

PALATROLISERGAPNEWS.COM​ – BIREUEN – Dalam rangka mempercepat implementasi program nasional, Balai Perhutanan Sosial (BPS) Wilayah Medan melakukan rangkaian kegiatan prakondisi dan sosialisasi Fasilitasi Agroforestry untuk Ketahanan Pangan dan Energi (FAPE) di wilayah Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) V Aceh.

‎​Kegiatan yang berlangsung mulai awal Februari ini merupakan tindak lanjut dari surat resmi Kepala Balai PS Medan Nomor: S.21/lV-l/BPS-1/PSL.03.04/B/02/2006 tertanggal 6 Februari 2026.
‎​Survei Lapangan di Empat Titik Strategis
‎​Tim dari Balai PS Medan yang terdiri dari Bapak Muhammad Syawaludin Hasibuan, Bapak Muddasir, S.Hut, dan Ibu Hardiana, S.Hut, turun langsung ke lapangan untuk meninjau potensi lokasi. tim didampingi oleh penyuluh pendamping dari KPH V Aceh, Bapak Marzuki, S.Hut (pendamping LPHD Batee Gusuk), serta Muhammad Nasir (pendamping LPHD Batee Lhee Hijau dan HKm Meuseuraya).

‎​Untuk tahun anggaran 2026, terdapat empat lokasi prioritas di Kabupaten Bireuen yang masuk dalam agenda survei teknis, yaitu:
‎​HKm Alue Simantok (Kecamatan Peudada)
‎​HKm Batee Lhee Hijau (Kecamatan Peudada)
‎​LPHD Batee Gusuk (Gampong Lawang, Kecamatan Peudada)
‎​HKM Meuseuraya (Kecamatan Jeunieb)
‎​Mendukung Program Strategis Nasional
‎​Program FAPE ini dirancang untuk mengoptimalkan lahan Perhutanan Sosial agar tidak hanya berfungsi sebagai pelindung ekosistem, tetapi juga menjadi lumbung pangan dan sumber energi terbarukan bagi masyarakat sekitar hutan.

‎​”Kami berharap dengan turunnya tim verifikasi dari Balai PS Medan, usulan kegiatan FAPE PS 2026 ini dapat segera disetujui dan ditetapkan oleh Kementerian Kehutanan. Ini adalah langkah nyata untuk menjadikan kelompok PS di Aceh sebagai pilar ketahanan pangan nasional,” ujar perwakilan pendamping lapangan.
‎​Agenda Selanjutnya: Focus Group Discussion (FGD)
‎​Sebagai langkah pemantapan, pada hari Jumat besok, tim akan melanjutkan agenda dengan mengadakan Focus Group Discussion (FGD) yang dibagi ke dalam dua titik lokasi, yakni di Kecamatan Peudada dan Kecamatan Jeunieb.

​Pertemuan ini akan melibatkan pengurus Kelompok Perhutanan Sosial (KPS), Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS), serta para Keuchik (Kepala Desa) setempat guna menyosialisasikan mekanisme teknis dan manfaat jangka panjang dari program FAPE PS 2026 di wilayah KPH V Aceh.

Zulfikar : patrolisergapnews.com

Share Berita:

Related Posts

Ringankan Beban Korban Kebakaran, Ceulangiek dan Keuchik Noh Serahkan Bantuan di Cot Rabo Tunong

Kunjungan ini disambut haru oleh keluarga korban dan warga setempat. Mereka mengapresiasi gerak cepat para anggota dewan

Share Berita:

Lanjutkan
Aipda Maulizar Terima Piagam Penghargaan Atas Aksi Heroik Selamatkan Warga Dari Banjir Bandang di Sawang

Aksi yang dilakukan Aipda Maulizar menjadi contoh nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat

Share Berita:

Lanjutkan

Tinggalkan Balasan

Anda Melewatkan

Dukung Ketahanan Pangan, Babinsa Aktif Dampingi Petani Desa Binaan

Dukung Ketahanan Pangan, Babinsa Aktif Dampingi Petani Desa Binaan

Merasa Diabaikan, Ketua PAC Gerindra Peudada Minta Kepedulian Partai Pasca Musibah Banjir

Merasa Diabaikan, Ketua PAC Gerindra Peudada Minta Kepedulian Partai Pasca Musibah Banjir

Ringankan Beban Korban Kebakaran, Ceulangiek dan Keuchik Noh Serahkan Bantuan di Cot Rabo Tunong

Ringankan Beban Korban Kebakaran, Ceulangiek dan Keuchik Noh Serahkan Bantuan di Cot Rabo Tunong

Sejumlah Pemudik Apresiasi Pelayanan dan Kesiapsiagaan Polda Jateng Selama Operasi Ketupat Candi 2026

Sejumlah Pemudik Apresiasi Pelayanan dan Kesiapsiagaan Polda Jateng Selama Operasi Ketupat Candi 2026

Hari Ketujuh Lebaran, Polisi Amankan Wisata Pantai Ujong Seuke yang Mulai Ramai Pengunjung

Hari Ketujuh Lebaran, Polisi Amankan Wisata Pantai Ujong Seuke yang Mulai Ramai Pengunjung

UNCLOS dan Selat Hormuz: Seruan untuk Menghormati Hukum Maritim

UNCLOS dan Selat Hormuz: Seruan untuk Menghormati Hukum Maritim