PATROLISERGAPNEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus mematangkan kesiapan peluncuran program nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP). Sebanyak 85 titik KDMP di wilayah Bojonegoro disiapkan untuk mengikuti launching tahap awal nasional bersama total 1.061 titik se-Indonesia.
Kesiapan tersebut ditinjau langsung dalam kegiatan monitoring di KDMP Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Selasa (12/05/2026), yang turut dihadiri Wakil Panglima TNI, Jenderal TNI Tandyo Budi Revita.
Rombongan Wakil Panglima TNI tiba di Kabupaten Bojonegoro usai menjalankan agenda kerja di Kabupaten Nganjuk. Kedatangannya menggunakan helikopter di Stadion Letjen H. Soedirman Bojonegoro disambut jajaran Forkopimda sebelum melanjutkan kunjungan ke lokasi KDMP Desa Ngampel.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, Bupati Blora, Dandim 0813 Bojonegoro, Dandim Blora, Dandim Lamongan, Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa, Menteri Koperasi, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Pangan, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Komandan Kodim 0813 Bojonegoro Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto menyampaikan bahwa perkembangan pembentukan KDMP di Bojonegoro telah mencapai 396 titik dari total 430 desa dan kelurahan yang ada. Dari jumlah tersebut, sekitar 160 titik disebut telah rampung sepenuhnya.
“Sebanyak 85 titik yang tersebar di 22 kecamatan dipersiapkan untuk launching tahap awal nasional,” jelasnya.
Menurutnya, berbagai kebutuhan penunjang operasional juga mulai dilengkapi, mulai dari jaringan listrik, suplai air, hingga penyesuaian potensi usaha di masing-masing wilayah desa.
Ia berharap keberadaan KDMP nantinya mampu menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat desa serta membuka peluang usaha yang lebih luas bagi warga.
Tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, pengembangan KDMP juga diarahkan pada sektor pemberdayaan ekonomi dan pelayanan masyarakat. Beberapa program yang disiapkan meliputi kolaborasi dengan pelaku UMKM, kerja sama distribusi pangan dengan BUMD, layanan kesehatan masyarakat, hingga pengelolaan sampah berbasis teknologi pyrolysis dengan konsep zero waste.
Sementara itu, Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita menegaskan pentingnya kesiapan operasional sebelum peluncuran nasional yang dijadwalkan berlangsung pada 16 Mei 2026.
Menurutnya, koperasi harus benar-benar siap berjalan sehingga masyarakat bisa langsung merasakan manfaat dari keberadaannya.
“Yang terpenting operasionalnya berjalan baik dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegasnya.
Ia juga meminta agar seluruh gerai yang masuk tahap launching dipastikan telah memiliki kesiapan sarana, produk, serta sistem operasional yang matang.
Di kesempatan yang sama, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menyatakan dukungan penuh terhadap pengembangan KDMP sebagai langkah memperkuat ekonomi kerakyatan di tingkat desa.
“KDMP diharapkan mampu menjadi wadah pengembangan potensi desa sekaligus memperluas pemasaran produk masyarakat,” ujarnya.
Meski demikian, Pemkab Bojonegoro juga mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu diselesaikan, seperti penguatan jaringan pemasaran UMKM, stabilisasi harga produk, persoalan offtaker, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan dan pendampingan berkelanjutan.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah, TNI, kementerian, dan berbagai pihak terkait, program KDMP diharapkan mampu memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi desa di Kabupaten Bojonegoro.
Pewarta : Sikin
Media : Patrolisergapnews.com








