PATROLISERGAPNEWS.COM – Bireuen – Kondisi jalan lintas Banda Aceh – Medan tepatnya di Desa Pulo, Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen, dikeluhkan masyarakat. Jalan yang rusak dan berlubang di lokasi tersebut kerap menyebabkan kecelakaan tunggal, khususnya bagi pengendara sepeda motor yang melintas dari arah Banda Aceh maupun Medan.
Pantauan di lapangan menunjukkan, kerusakan jalan diduga akibat terjangan banjir yang menyebabkan badan jalan terkikis dan berlubang cukup dalam. Kondisi ini semakin membahayakan pengendara karena lubang jalan sulit terlihat, terutama pada malam hari maupun saat tertutup debu dan genangan air.
Peristiwa kecelakaan kembali terjadi pada Kamis (22/01/2026) sekitar pukul 09.30 WIB, di mana seorang ibu yang mengendarai sepeda motor berboncengan dengan anaknya terjatuh saat melintas di lokasi tersebut. Ibu tersebut diketahui sedang dalam perjalanan menuju Samalanga. Karena tidak menyadari adanya lubang di badan jalan, kendaraan yang dikendarainya kehilangan keseimbangan hingga akhirnya terjatuh.
Beruntung, dalam kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, insiden ini menambah panjang daftar kecelakaan tunggal yang terjadi akibat kondisi jalan yang rusak parah di wilayah tersebut.
Kepada awak media, korban menyampaikan harapannya agar Pemerintah Kabupaten Bireuen segera mengambil langkah perbaikan. Ia meminta agar jalan tersebut diperbaiki atau setidaknya ditimbun sementara demi keselamatan pengguna jalan.
“Kami mohon kepada pemerintah Kabupaten Bireuen agar jalan ini segera diperbaiki atau ditimbun kembali. Jalan ini rusak akibat banjir dan sangat berbahaya bagi pengendara,” ujarnya.
Keluhan serupa juga disampaikan oleh warga Desa Pulo. Menurut warga, hampir setiap hari terdapat pengendara yang terjatuh di lokasi tersebut akibat tidak melihat lubang jalan, terutama bagi pendatang atau pengguna jalan yang baru pertama kali melintas.
“Hampir tiap hari ada saja yang jatuh di sini. Kadang siang, kadang malam. Apalagi malam hari lubangnya tidak kelihatan sama sekali, ditambah debu yang tebal,” ungkap salah satu warga kepada awak media.
Warga juga menyebutkan bahwa jalan lintas Banda Aceh–Medan tersebut merupakan jalur nasional yang sangat ramai dilalui kendaraan, baik roda dua maupun roda empat. Oleh karena itu, kondisi jalan yang rusak dikhawatirkan dapat menimbulkan kecelakaan yang lebih fatal apabila tidak segera ditangani.
Atas kondisi tersebut, masyarakat Desa Pulo secara terbuka menyampaikan permohonan kepada Bupati Bireuen H. Mukhlis, ST, Ketua DPRK Bireuen Surya Yunus, serta Camat Peudada, agar turun langsung melihat kondisi jalan dan segera mengupayakan perbaikan.
Warga berharap pemerintah daerah tidak menunggu hingga adanya korban jiwa baru kemudian mengambil tindakan. Keselamatan pengguna jalan, khususnya masyarakat kecil dan anak-anak, menjadi prioritas utama yang harus diperhatikan.
Hingga berita ini diturunkan, warga masih berharap adanya perhatian serius dan tindakan cepat dari pihak terkait demi terciptanya keamanan dan kenyamanan bagi seluruh pengguna jalan lintas Banda Aceh–Medan, khususnya di wilayah Desa Pulo, Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen.
Zulfikar : patrolisergapnews.com







