Pengacara Internasional Erles Rareral SH.MH Apresiasi : Unit Penyidikan HAM di Komnas HAM Jadi Tonggak Baru Penegakan Keadilan, Negara Tak Boleh Lagi Abai pada Pelanggaran HAM Berat February 23, 2026

PATROLISERGAPNEWS.COM – JAKARTA – Pengacara internasional, Erles Rareral, SH., MH, menyampaikan apresiasi atas langkah progresif yang diinisiasi Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai bersama Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin terkait rencana pembentukan unit penyidikan pelanggaran HAM berat di Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM).

Menurut Erles, gagasan tersebut merupakan terobosan penting dalam memperkuat sistem penegakan hukum dan perlindungan hak asasi manusia di Indonesia. Ia menilai, selama ini terdapat tantangan dalam aspek koordinasi dan kewenangan penyidikan kasus pelanggaran HAM berat, sehingga pembaruan regulasi menjadi kebutuhan mendesak.

“Ini langkah maju yang patut diapresiasi. Jika Komnas HAM diberikan kewenangan membentuk unit penyidikan, maka proses penanganan perkara pelanggaran HAM berat akan lebih terstruktur, profesional, dan memiliki kepastian hukum yang lebih kuat,” ujar Erles dalam keterangannya, Senin (23/2/2026).

Ia menambahkan, revisi Undang-Undang HAM serta rencana perubahan terhadap Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan HAM harus dilakukan secara komprehensif dan sinkron agar tidak menimbulkan tumpang tindih kewenangan antar lembaga penegak hukum.

Erles juga menilai dukungan dari Kejaksaan Agung, termasuk rencana pemberian pendidikan dan pelatihan kepada penyidik Komnas HAM, menunjukkan adanya semangat kolaboratif antar institusi negara dalam menuntaskan persoalan HAM berat di Indonesia.

“Dalam perspektif hukum internasional, negara memiliki kewajiban untuk memastikan adanya mekanisme penyelidikan dan penuntutan yang efektif terhadap pelanggaran HAM berat. Dengan adanya unit penyidikan di Komnas HAM, Indonesia menunjukkan komitmen untuk memperkuat prinsip akuntabilitas dan keadilan bagi para korban,” tegasnya.

Namun demikian, Erles mengingatkan agar proses legislasi dilakukan secara transparan dan melibatkan partisipasi publik, khususnya akademisi, praktisi hukum, serta masyarakat sipil, guna memastikan substansi undang-undang benar-benar berpihak pada korban dan memenuhi standar hukum internasional.

“Harapan kita, revisi undang-undang ini bukan hanya perubahan normatif di atas kertas, tetapi benar-benar menjadi instrumen efektif dalam menuntaskan berbagai kasus pelanggaran HAM berat di Indonesia,” tutupnya.

( Ulya Dwi Sari ) patrolisergapnews.com

Share Berita:

Related Posts

Langkah Cepat Pemerintah Kerajaan Maroko, Wujud Komitmen Terhadap Integritas dan Tata Kelola Konstitusional

Keputusan pemerintah untuk memberhentikan Madiha Khayr dari jabatannya sebagai Menteri Muda yang membidangi Pelatihan Profesional dan Kualifikasi merefleksikan komitmen mendasar untuk menuntaskan proses pembentukan pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berlandaskan konstitusi.

Share Berita:

Lanjutkan
Presiden Prabowo Terima DEN, Bahas Antisipasi El Nino dan Ketahanan Pangan

Presiden Prabowo Subianto menerima laporan Dewan Ekonomi Nasional (DEN) dalam pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa, 20 Oktober 2026.

Share Berita:

Lanjutkan

Tinggalkan Balasan

Anda Melewatkan

Polres Bireuen Gelar Donor Darah Sambut Hari Jadi Ke-75 Humas Polri

Polres Bireuen Gelar Donor Darah Sambut Hari Jadi Ke-75 Humas Polri

Polres Bireuen Gelar Ngopi Bersama Masyarakat, Dengarkan Aspirasi dan Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas.

Polres Bireuen Gelar Ngopi Bersama Masyarakat, Dengarkan Aspirasi dan Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas.

Sorotan Tajam Sejumlah Pengaduan Pelangan PLN ULP MARISA Berstatus Dibatalkan, Manajemen Dituntut Buka Suara dan Bertanggung Jawap

Sorotan Tajam Sejumlah Pengaduan Pelangan PLN ULP MARISA Berstatus Dibatalkan, Manajemen Dituntut Buka Suara dan Bertanggung Jawap

Tanggul Paya Laot Peudada Kritis Akibat Erosi, Pemkab Bireuen Didesak Lakukan Penanganan Darurat

Tanggul Paya Laot Peudada Kritis Akibat Erosi, Pemkab Bireuen Didesak Lakukan Penanganan Darurat

Rektor UIA Nazaruddin Tegaskan Integritas di Era AI, 227 Wisudawan Resmi Dikukuhkan.

Rektor UIA Nazaruddin Tegaskan Integritas di Era AI, 227 Wisudawan Resmi Dikukuhkan.

Langkah Cepat Pemerintah Kerajaan Maroko, Wujud Komitmen Terhadap Integritas dan Tata Kelola Konstitusional

Langkah Cepat Pemerintah Kerajaan Maroko, Wujud Komitmen Terhadap Integritas dan Tata Kelola Konstitusional