Polemik Konflik Lahan Memanas, PPWI Inhil Desak Verifikasi Terbuka Dokumen Eks PT Agroraya Gematrans

PATROLISERGAPNEWS.COM, Tembilahan Konflik agraria antara masyarakat Desa Lubuk Besar, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dengan pihak perusahaan swasta kini semakin meruncing.

Situasi yang terus memanas ini dikhawatirkan memicu gesekan sosial horizontal jika para pihak terkait tidak segera membuka data kepemilikan lahan secara transparan ke publik.Merespons ketegangan tersebut, Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Kabupaten Indragiri Hilir, Rosmely, meminta semua pihak mengedepankan keterbukaan informasi.

Ia menegaskan bahwa klaim pembelaan terhadap hak masyarakat kecil harus dibuktikan secara empiris melalui data hukum yang valid dan dapat diuji.”Kalau memang fokusnya adalah membela masyarakat kecil, maka buka saja data penguasaan lahannya secara transparan. Jangan ada yang ditutup-tutupi agar publik tahu siapa pemilik sebenarnya,” tegas Rosmely pada Selasa (19/5/2026 ).

Dugaan Keterlibatan Cukong Luar Daerah Rosmely mengungkapkan, saat ini muncul dugaan kuat mengenai adanya pihak luar desa yang menguasai lahan dalam skala besar di kawasan eks PT Agroraya Gematrans. Kondisi ini memicu tanda tanya besar di kalangan warga lokal mengenai legalitas dasar penguasaan tanah tersebut.Menurutnya, penolakan untuk membuka data kepemilikan justru memperkuat spekulasi negatif di tengah masyarakat.

“Kenapa ketika muncul pertanyaan soal data lahan justru tidak dibuka? Ini yang membuat publik curiga. Jangan sampai ada cukong atau pemodal besar berlindung di balik nama masyarakat kecil,” ujarnya.

Ia menambahkan, PPWI Inhil-sebagai organisasi pers yang berafiliasi di bawah kepemimpinan Ketua Umum Wilson Lalengke tetap menjaga netralitas. Organisasi tidak membela korporasi maupun kelompok spekulan tertentu, melainkan murni mendorong transparansi demi melindungi hak masyarakat adat atau warga tempatan yang sah di mata hukum.

“Harus dibedakan antara masyarakat asli yang berkebun untuk menyambung hidup dengan pihak-pihak yang diduga bermain dalam skala besar. Kalau memang ada orang luar desa memiliki ratusan hektare, maka harus dijelaskan ke publik apa dasar penguasaannya,” cetus Rosmely.

Mendesak Langkah Konkret Pemerintah dan AparatGuna meredam situasi, PPWI Inhil mendesak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indragiri Hilir, Badan Pertanahan Nasional (BPN), aparat penegak hukum, hingga Inspektorat untuk segera turun ke lapangan. Tim gabungan ini diharapkan segera melakukan verifikasi faktual secara terbuka terhadap seluruh dokumen penguasaan lahan di wilayah Kecamatan Kemuning.

Rosmely mengingatkan agar perselisihan ini tidak dilarutkan dalam perang opini di media massa tanpa adanya pembuktian hukum yang konkret.
“Jangan hanya bermain opini di media. Kalau ada data, buka. Kalau ada dokumen, tunjukkan. Transparansi adalah langkah paling sehat untuk menghentikan konflik dan mencegah masyarakat diadu domba,” pungkasnya.

Sebelumnya, polemik sengketa lahan ini mencuat ke permukaan setelah Kepala Desa Lubuk Besar, Tri Aprianto, menuding pihak perusahaan sengaja melakukan pengalihan isu pasca merebaknya persoalan pemetaan wilayah dan validitas dokumen kepemilikan ke ruang publik.

( Robet ) patrolisergapnews.com

Share Berita:

Related Posts

Polemik Film Dokumenter “Pesta Babi”: Antara Keterbukaan Informasi, Pelindungan Data Pribadi, dan Konflik Agraria Papua

Petisioner HAM PBB tahun 2025 ini meminta agar tokoh perempuan adat tersebut segera dibebaskan dari segala bentuk intimidasi psikologis,

Share Berita:

Lanjutkan
Pancasila Pemersatu Bangsa: Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 di Surabaya, Kasdam V/Brawijaya Turut Berpartisipasi.

pengibaran Bendera Merah Putih, serta pembacaan Teks Pancasila yang dilanjutkan dengan Pembacaan Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Share Berita:

Lanjutkan

Tinggalkan Balasan

Anda Melewatkan

Pangdam V/Brawijaya Tinjau Progres Pembangunan Yonif TP dan Jembatan Perintis Garuda di Bondowoso

Pangdam V/Brawijaya Tinjau Progres Pembangunan Yonif TP dan Jembatan Perintis Garuda di Bondowoso

Polisi Ungkap Penyebab Kebakaran Warung dan Toko Kelontong di Buluspesantren, Kerugian Capai Ratusan Juta Rupiah

Polisi Ungkap Penyebab Kebakaran Warung dan Toko Kelontong di Buluspesantren, Kerugian Capai Ratusan Juta Rupiah

Pangdam I/BB Pimpin Sertijab Danyonif 100/PS, Tekankan Agar Satuan Terus Berprestasi

Pangdam I/BB Pimpin Sertijab Danyonif 100/PS, Tekankan Agar Satuan Terus Berprestasi

Kodam V/Brawijaya Terima Bantuan Kendaraan Operasional dari BSI RO VIII Surabaya untuk Perkuat Mobilitas Tugas

Kodam V/Brawijaya Terima Bantuan Kendaraan Operasional dari BSI RO VIII Surabaya untuk Perkuat Mobilitas Tugas

Dari Satuan ke Satuan, Danrem 132/Tadulako Mantapkan Soliditas dan Semangat Pengabdian Prajurit

Dari Satuan ke Satuan, Danrem 132/Tadulako Mantapkan Soliditas dan Semangat Pengabdian Prajurit

Polemik Film Dokumenter “Pesta Babi”: Antara Keterbukaan Informasi, Pelindungan Data Pribadi, dan Konflik Agraria Papua

Polemik Film Dokumenter “Pesta Babi”: Antara Keterbukaan Informasi, Pelindungan Data Pribadi, dan Konflik Agraria Papua