Pengacara Internasional Erles Rareral SH.M.H.: Cabut Izin Pesantren yang Jadi Lokasi Kejahatan Seksual, Pelaku Harus Dipidana Berat

PATROLISERGAPNEWS.COM – Jakarta – Maraknya kasus kekerasan seksual yang terjadi di sejumlah pondok pesantren menjadi perhatian serius berbagai kalangan.

Menanggapi rapat tertutup antara Komisi VIII DPR RI dan Kementerian Agama terkait fenomena tersebut, Pengacara Internasional Erles Rareral, S.H., M.H. mendesak pemerintah untuk mengambil tindakan tegas terhadap lembaga maupun pelaku yang terlibat dalam kejahatan seksual.

Menurut Erles Rareral, kasus kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan pendidikan keagamaan merupakan kejahatan luar biasa yang tidak dapat ditoleransi. Oleh karena itu, negara harus hadir memberikan perlindungan maksimal kepada para korban.

“Saya meminta pemerintah melalui Kementerian Agama untuk tidak ragu mencabut izin operasional pesantren yang terbukti menjadi tempat terjadinya kejahatan seksual secara sistematis atau berulang. Keselamatan dan masa depan anak-anak harus menjadi prioritas utama,” tegas Erles Rareral kepada wartawan, Selasa (9/6/2026).

Erles menilai, selain pencabutan izin terhadap lembaga yang terbukti lalai atau membiarkan terjadinya tindak pidana, aparat penegak hukum juga harus memberikan hukuman maksimal kepada para pelaku.

“Cabut izinnya dan pidanakan pelaku kejahatan seksualnya. Jangan ada kompromi terhadap pelaku yang merusak masa depan generasi bangsa. Proses hukum harus dilakukan secara transparan dan memberikan efek jera,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi langkah DPR RI dan Kementerian Agama yang mulai melakukan evaluasi serta pendataan ulang terhadap ribuan pondok pesantren di Indonesia. Namun menurutnya, pengawasan harus dilakukan secara berkelanjutan dan tidak hanya bersifat reaktif setelah kasus mencuat ke publik.

Lebih lanjut, Erles meminta seluruh pengelola pesantren untuk memperkuat sistem pengawasan internal, menyediakan mekanisme pengaduan yang aman bagi santri, serta melibatkan orang tua dan masyarakat dalam proses pengawasan.

“Pesantren merupakan lembaga pendidikan yang memiliki peran penting dalam membentuk akhlak dan moral generasi muda. Karena itu, citra pesantren harus dijaga dengan membersihkan oknum-oknum yang menyalahgunakan kewenangannya untuk melakukan tindakan asusila,” katanya.

Erles berharap pemerintah, aparat penegak hukum, organisasi keagamaan, dan masyarakat dapat bersinergi dalam memberantas segala bentuk kekerasan seksual di lingkungan pendidikan agar tidak ada lagi korban yang mengalami penderitaan serupa di masa mendatang.

Ulyasari: patrolisergapnews.com

Share Berita:

Related Posts

Erles Rareral S.,H M.,H Desak Kajati NTT Basmi Koruptor

Pengacara Kondang, Erles Rareral, S.H., M.H., melontarkan pernyataan keras kepada Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kajati NTT).

Share Berita:

Lanjutkan
Darurat bencana jadi ruang korupsi akibat 4 celah penyelewengan ini

KPK menyita barang bukti sekitar Rp5,47 miliar berupa uang tunai, valuta asing, emas dan aset kripto terkait kasus tersebut dengan tersangka Bima Setiawan selaku adik sekaligus tenaga ahli mantan Kepala BNPB Suharyanto, Gabriel Purwaka Sigit, Richard Erlangga selaku tenaga ahli Kepala BNPB dan pihak swasta yakni Direktur PT Trans Lintas Selaras Gery Prasetiawan dan Syifa Nrika Ghifarin.

Share Berita:

Lanjutkan

Tinggalkan Balasan

Anda Melewatkan

Polres Bireuen Gelar Ngopi Bersama Masyarakat, Dengarkan Aspirasi dan Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas.

Polres Bireuen Gelar Ngopi Bersama Masyarakat, Dengarkan Aspirasi dan Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas.

Sorotan Tajam Sejumlah Pengaduan Pelangan PLN ULP MARISA Berstatus Dibatalkan, Manajemen Dituntut Buka Suara dan Bertanggung Jawap

Sorotan Tajam Sejumlah Pengaduan Pelangan PLN ULP MARISA Berstatus Dibatalkan, Manajemen Dituntut Buka Suara dan Bertanggung Jawap

Tanggul Paya Laot Peudada Kritis Akibat Erosi, Pemkab Bireuen Didesak Lakukan Penanganan Darurat

Tanggul Paya Laot Peudada Kritis Akibat Erosi, Pemkab Bireuen Didesak Lakukan Penanganan Darurat

Rektor UIA Nazaruddin Tegaskan Integritas di Era AI, 227 Wisudawan Resmi Dikukuhkan.

Rektor UIA Nazaruddin Tegaskan Integritas di Era AI, 227 Wisudawan Resmi Dikukuhkan.

Langkah Cepat Pemerintah Kerajaan Maroko, Wujud Komitmen Terhadap Integritas dan Tata Kelola Konstitusional

Langkah Cepat Pemerintah Kerajaan Maroko, Wujud Komitmen Terhadap Integritas dan Tata Kelola Konstitusional

Tim Investigasi Patrolisergapnews.com Aksi Humanis TNI, Polri, dan Warga Gotong Royong Atasi Mobil Mogok di Simpang Karang Delanggu

Tim Investigasi Patrolisergapnews.com Aksi Humanis TNI, Polri, dan Warga Gotong Royong Atasi Mobil Mogok di Simpang Karang Delanggu