PATROLISERGAPNEWS.COM – TANGERANG – Sebuah pabrik sandal yang berlokasi di kawasan Batu Ceper, tepat di belakang Stasiun Batu Ceper, Kota Tangerang, ludes terbakar pada Minggu malam (21/6/2026) sekitar pukul 22.00 WIB. Tim pemadam kebakaran memfokuskan pengamanan pada tangki kimia berkapasitas puluhan ribu liter guna mencegah ledakan susulan di dekat permukiman warga.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang, Andia Suherlandia, mengonfirmasi bahwa kebakaran menghanguskan tiga area utama pabrik. Area tersebut menyimpan material yang sangat mudah terbakar, seperti produk jadi sandal, bahan baku padat sejenis karet, hingga aneka cairan kimia penunjang produksi.
“Penanganan saat ini kami fokuskan untuk memutus rambatan api ke permukiman warga. Kami juga memprioritaskan pengamanan tangki kimia berkapasitas 20.000 liter serta puluhan drum bahan kimia di lokasi agar tidak memicu ledakan,” ujar Andia saat memberikan keterangan kepada Tim patrolisergapnews.com
Karakteristik material karet dan cairan kimia di dalam pabrik sempat menyulitkan proses pemadaman. Bahan-bahan tersebut menghasilkan tingkat panas yang sangat tinggi dan rentan memicu kobaran api menyala kembali. Alhasil, sejumlah unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk melakukan proses pendinginan intensif yang berlangsung hingga Senin (22/6/2026) dini hari. Insiden ini sempat memicu kepanikan warga sekitar.
Berdasarkan rekaman video yang beredar luas di media sosial, asap hitam pekat tampak membubung tinggi dan dapat terlihat dari jarak jauh. Sejumlah warga juga sempat memadati sekitar lokasi kejadian untuk menyaksikan jalannya evakuasi dan pemadaman. Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian bersama instansi terkait masih melakukan penyelidikan mendalam guna mengetahui penyebab pasti kebakaran.
Otoritas setempat juga belum merilis data resmi terkait total kerugian materiil maupun ada tidaknya korban jiwa dalam peristiwa ini. Atas kejadian tersebut, BPBD Kota Tangerang mengimbau para pelaku industri untuk memperketat sistem mitigasi dan proteksi kebakaran, terutama di kawasan operasional yang menyimpan zat kimia berbahaya.
Warga di sekitar lokasi juga diminta tetap waspada dan tidak mendekati area steril demi kelancaran proses pendinginan dan keamanan bersama.
Sumber: Herman patrolisergapnews.com Editor: Ulyasari







