PATROLISERGAPNEWS.COM – JAKARTA – Aparat Kepolisian Resor Kota (Polresta) Bandara Soekarno-Hatta, Polda Metro Jaya, berhasil membongkar jaringan narkotika internasional dan menyita 8,6 liter cairan etomidate dengan nilai ekonomi mencapai sekitar Rp97,8 miliar.
Barang bukti tersebut merupakan hasil pengungkapan tiga kasus berbeda yang terjadi sepanjang Februari hingga Mei 2026 di Terminal Kedatangan Internasional Bandara Soekarno-Hatta.
Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta Kombes Pol Wisnu Wardana mengatakan, pengungkapan ini merupakan hasil kerja sama antara kepolisian dan Bea Cukai dalam memperketat pengawasan arus penumpang internasional.
“Total barang bukti yang kita amankan sebanyak 8.600 mililiter cairan etomidate dengan nilai ekonomi sekitar Rp97,8 miliar,” ujarnya, Senin (22/6/2026).
Dari hasil pengungkapan tersebut, polisi mengamankan empat tersangka yang berasal dari Singapura, Malaysia, China, dan Thailand. Mereka diduga berperan sebagai kurir jaringan narkotika lintas negara dengan imbalan puluhan juta rupiah hingga fasilitas perjalanan wisata.
Kasat Resnarkoba Polresta Bandara Soekarno-Hatta AKP Michael Kharisma Tandayu menjelaskan, modus para pelaku adalah menyamarkan cairan etomidate dalam kemasan produk sehari-hari seperti botol minuman dan kemasan kosmetik.
Pada kasus pertama, dua tersangka diamankan setelah petugas menemukan cairan etomidate dalam koper bagasi mereka yang baru tiba dari Malaysia. Sementara pada kasus kedua, seorang warga negara China ditangkap dengan barang bukti yang disembunyikan dalam botol bertuliskan “Dove”.
Kasus ketiga terungkap di Terminal 3, di mana seorang warga negara Thailand kedapatan membawa cairan etomidate yang disamarkan dalam kemasan produk minyak dan botol bertuliskan merek tertentu.
Para tersangka diketahui menerima perintah dari jaringan internasional yang kini masih dalam pengejaran dan berstatus daftar pencarian orang (DPO).
Polisi menyebut, dari total pengungkapan ini, diperkirakan lebih dari 55 ribu jiwa berhasil diselamatkan dari potensi penyalahgunaan narkotika.
Saat ini, seluruh tersangka beserta barang bukti telah diamankan untuk proses penyidikan lebih lanjut guna membongkar jaringan yang lebih besar di balik kasus tersebut.
Robet: patrolisergapnews.com







