Pengacara Kondang Erles Rareral: 2027 Target Bebas Honorer, Guru Adalah Ujung Tombak Pembangunan Bangsa

PATROLISERGAPNEWS.COM – JAKARTA – Kamis (30 Juli 2026) Pendidikan dan praktisi hukum Erles Rareral, S.H., M.H. menegaskan pemerintah harus menuntaskan persoalan guru honorer pada tahun 2027.
TARGET INDONESIA BEBAS GURU HONORER
Menurutnya, keberadaan guru honorer yang masih banyak di berbagai daerah menjadi pekerjaan rumah besar yang harus segera diselesaikan agar tidak menghambat peningkatan kualitas pendidikan.

“INDONESIA NEGERI KAYA RAYA, MASA ANGKAT GURU AJA NGak BISA,

2027 harus bebas honorer, ucap Erles tegas. Guru adalah ujung tombak pembangunan bangsa. Kalau nasib gurunya belum jelas, bagaimana kita bisa bicara soal generasi emas dan pendidikan berkualitas,” tegas Erles Rareral, S.H., M.H., Kamis (30/7/2026).

Erles menilai, guru memiliki peran strategis dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul. Oleh karena itu, status kepegawaian guru harus diberikan kepastian melalui pengangkatan menjadi ASN PPPK maupun PNS sesuai kebutuhan dan formasi.

Ia juga mendorong pemerintah pusat dan daerah bersinergi mempercepat verifikasi data, penganggaran, serta pembukaan formasi, agar seluruh guru honorer yang memenuhi syarat bisa mendapatkan kepastian hukum dan kesejahteraan yang layak.

Jangan sampai ada lagi guru mengabdi puluhan tahun tapi kesejahteraannya jauh dari kata layak. Negara harus hadir. 2027 adalah momentum untuk menutup era ketidakpastian bagi guru honorer,” lanjutnya.

Pernyataan Pengacara Kondang Erles ini mendapat dukungan dari berbagai kalangan pendidikan yang menilai penuntasan honorer adalah langkah krusial dalam mewujudkan visi pendidikan Indonesia yang maju dan berkeadilan.

Sumber: Robet patrolisergapnews.com

Editor: Ulyasari

Share Berita:

Related Posts

Erles Rareral S.,H M.,H Desak Kajati NTT Basmi Koruptor

Pengacara Kondang, Erles Rareral, S.H., M.H., melontarkan pernyataan keras kepada Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kajati NTT).

Share Berita:

Lanjutkan
Darurat bencana jadi ruang korupsi akibat 4 celah penyelewengan ini

KPK menyita barang bukti sekitar Rp5,47 miliar berupa uang tunai, valuta asing, emas dan aset kripto terkait kasus tersebut dengan tersangka Bima Setiawan selaku adik sekaligus tenaga ahli mantan Kepala BNPB Suharyanto, Gabriel Purwaka Sigit, Richard Erlangga selaku tenaga ahli Kepala BNPB dan pihak swasta yakni Direktur PT Trans Lintas Selaras Gery Prasetiawan dan Syifa Nrika Ghifarin.

Share Berita:

Lanjutkan

Tinggalkan Balasan

Anda Melewatkan

KPK Kirim Surat ke Panglima TNI terkait Keterlibatan Prajurit Aktif di Kasus Dugaan Korupsi BNPB

KPK Kirim Surat ke Panglima TNI terkait Keterlibatan Prajurit Aktif di Kasus Dugaan Korupsi BNPB

Polres Purworejo Gelar Sertijab Sejumlah PJU dan Kapolsek, Kapolres Tekankan Peningkatan Kinerja dan Pelayanan

Polres Purworejo Gelar Sertijab Sejumlah PJU dan Kapolsek, Kapolres Tekankan Peningkatan Kinerja dan Pelayanan

Polres Bireuen Gelar Donor Darah Sambut Hari Jadi Ke-75 Humas Polri

Polres Bireuen Gelar Donor Darah Sambut Hari Jadi Ke-75 Humas Polri

Polres Bireuen Gelar Ngopi Bersama Masyarakat, Dengarkan Aspirasi dan Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas.

Polres Bireuen Gelar Ngopi Bersama Masyarakat, Dengarkan Aspirasi dan Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas.

Sorotan Tajam Sejumlah Pengaduan Pelangan PLN ULP MARISA Berstatus Dibatalkan, Manajemen Dituntut Buka Suara dan Bertanggung Jawap

Sorotan Tajam Sejumlah Pengaduan Pelangan PLN ULP MARISA Berstatus Dibatalkan, Manajemen Dituntut Buka Suara dan Bertanggung Jawap

Tanggul Paya Laot Peudada Kritis Akibat Erosi, Pemkab Bireuen Didesak Lakukan Penanganan Darurat

Tanggul Paya Laot Peudada Kritis Akibat Erosi, Pemkab Bireuen Didesak Lakukan Penanganan Darurat