Presiden Resmikan Jembatan Gantung Serentak, Kodim 0111/Bireuen Akselerasikan Konektivitas Antargampong di Daerah Terpencil

PATROLISERGAPNEWS.COM – BIREUEN – Dalam rangka memperkuat infrastruktur dan konektivitas di wilayah pelosok, Komandan Kodim 0111/Bireuen Letkol Inf Dikdik Sukayat, S.I.P., M.I.P., beserta jajaran mengikuti peresmian pembangunan jembatan gantung serentak seluruh Indonesia secara virtual. Agenda terpusat ini dipimpin langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto. Di Kabupaten Bireuen, acara dipusatkan di Gampong Menasah Krung, Kecamatan Peudada.

Dandim 0111/Bireuen menjelaskan bahwa program pembangunan jembatan ini tidak hanya menyasar satu titik. Kegiatan serupa juga sukses dilaksanakan di beberapa lokasi strategis lainnya, meliputi Gampong Lapang Barat (Kecamatan Gandapura), Gampong Lhok Seumirah (Kecamatan Samalanga), serta Jembatan Aramco di Gampong Kukue (Kecamatan Peudada).

“Harapan saya, keberadaan jembatan gantung ini dapat mempermudah akses transportasi antargampong. Sarana ini dirancang untuk mendukung mobilitas harian sekaligus mendongkrak denyut perekonomian masyarakat di daerah terpencil,” ujar Letkol Inf Dikdik Sukayat.

Dandim juga menegaskan komitmen Kodim 0111/Bireuen dalam mendukung pembangunan daerah secara berkelanjutan. Jika terdapat aspirasi atau kebutuhan mendesak terkait infrastruktur baru-baik Jembatan Aramco maupun jembatan gantung-masyarakat diimbau untuk menyampaikan proposal resmi kepada Kodim melalui Komandan Koramil (Danramil) di wilayah masing-masing.

Apresiasi tinggi datang dari pemerintah daerah setempat. Camat Peudada, Erry Seprinaldi, S.STP., S.Sos., M.Si., yang hadir mewakili masyarakat, menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada Presiden Prabowo Subianto dan Panglima TNI Jenderal TNI Maruli Simanjuntak atas realisasi proyek operasional ini.

Saat ini, warga telah merasakan dampak positif dari jembatan gantung baru yang menghubungkan Gampong Menasah Krung dengan Gampong Ara Bungo, termasuk fungsionalisasi Jembatan Aramco di Gampong Kukue.

“Kami sangat berharap ada keberlanjutan program untuk pembangunan jembatan baru di titik lain di Kecamatan Peudada. Kebutuhan utama para petani kita adalah akses mobilitas yang mudah, cepat, dan tepat guna membawa hasil bumi,” tutur Camat Erry.

Senada dengan Camat, Keuchik Menasah Krung (Mukim Krung), Azhar, mengungkapkan kebanggaannya atas terpilihnya wilayah tersebut sebagai pusat kegiatan utama.

“Ini menjadi momentum bersejarah dalam masa kepemimpinan saya sebagai Keuchik. Pemanfaatan jembatan ini adalah jawaban nyata atas penantian panjang masyarakat yang membutuhkan jalur pelintasan yang layak dan aman,” punggas Azhar.

Dampak konkret pembangunan ini dirasakan langsung oleh Nadir, seorang petani lokal asal Garot, Mukim Bate Kureung, Kecamatan Peudada. Ia mengaku akses baru ini mampu memangkas waktu perjalanannya menuju pasar hingga 60 persen. Sebelumnya, akibat jembatan gantung yang rusak, ia terpaksa memutar jauh melalui Simpang Garot menuju jalan lintas negara demi mengangkut hasil kebun.

“Becak barang saya sempat rusak karena jalur yang berat, namun hari ini saya sangat terbantu. Sekarang saya bahkan bisa membawa hasil panen kelapa dengan berjalan kaki langsung menyeberang menuju Gampong Menasah Baroh,” ungkap Nadir dengan penuh syukur.

Turut hadir dalam menyukseskan jalannya kegiatan tersebut Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0111/Bireuen Mayor Arh Ronald Samosir, Danramil 04/Peudada Kapten Inf Farid Makruf beserta anggota, Kapolsek Peudada yang diwakili oleh Aipda Juvanda, serta para tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat.

Zulfikar: Tim patrolisergapnews.com
Editor: Ulya

Share Berita:

Related Posts

KPK: Pemberantasan Korupsi Tak Cukup Hukum Pelaku, Aset Hasil Kejahatan Harus Dikembalikan

Urgensi mengejar aset hasil korupsi juga semakin besar karena korupsi masih menjadi salah satu sumber utama risiko pencucian uang di Indonesia.

Share Berita:

Lanjutkan
Dipaksa Undur Diri Tanpa SP, Karyawan Loyal 9 Tahun di SPBU Pangkalpinang Bongkar Dugaan ‘Kambing Hitam’ dan Rekayasa PHK

AGUNG, seorang karyawan yang telah mengabdi selama sembilan tahun di SPBU 24.331.69 kawasan Selindung Baru Pangkalpinang, mengaku menjadi korban pemecatan sepihak yang dibalut dengan rekayasa pengunduran diri.

Share Berita:

Lanjutkan

Tinggalkan Balasan

Anda Melewatkan

Tim Terpadu Katingan Hilir Gelar Sosialisasi Larangan Penambangan Emas Tanpa Izin

Tim Terpadu Katingan Hilir Gelar Sosialisasi Larangan Penambangan Emas Tanpa Izin

Presiden Prabowo Terima Menteri Kebudayaan Bahas Usulan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan

Presiden Prabowo Terima Menteri Kebudayaan Bahas Usulan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan

Dihad4ng Ketid4kpastian Hukum: Ketum PPWI Siaran Langsung B0ngkar Temuan di Polda Sumsel

Dihad4ng Ketid4kpastian Hukum: Ketum PPWI Siaran Langsung B0ngkar Temuan di Polda Sumsel

458 Santri Ikuti Seleksi Beasiswa Hafizh Al-Qur’an Bireuen 2026 Selama Empat Hari

458 Santri Ikuti Seleksi Beasiswa Hafizh Al-Qur’an Bireuen 2026 Selama Empat Hari

Mutasi Sejumlah Pati dan Pamen Polri, Sejumlah Jabatan Strategis Berganti

Mutasi Sejumlah Pati dan Pamen Polri, Sejumlah Jabatan Strategis Berganti

Kejagung Sita Aset Bos Tambang Aseng Rp338 Miliar

Kejagung Sita Aset Bos Tambang Aseng Rp338 Miliar