Bertemu Menko AHY, Mahasiswa Sumba Timur Bawa Suara Anak-Anak Pelosok NTT

PATROLISERGAPNEWS.COM – JAKARTA – Persoalan pemerataan pembangunan dan pendidikan di pelosok Nusa Tenggara Timur (NTT) disampaikan Sandiang Kaya Ndapa Namung, mahasiswa asal Sumba Timur, saat bertemu Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Dalam pertemuan tersebut, Sandiang membawa aspirasi masyarakat terkait infrastruktur, jalan, listrik, internet, fasilitas pendidikan, dan pelayanan dasar, khususnya di wilayah pelosok Sumba Timur.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah SD Paralel Lailara di Desa Praibakul, Kecamatan Katala Hamu Lingu, Sumba Timur. Sekolah berukuran sekitar 12 x 6 meter itu masih berdinding bambu, beratap seng, dan berlantai tanah. Sejumlah meja, kursi, serta papan tulis masih dipinjam dari sekolah lain, sementara sebagian fasilitas mengalami kerusakan.

Keterbatasan listrik dan internet serta belum tersedianya rumah dinas guru turut menjadi tantangan bagi proses pendidikan. Bahkan, bangunan sekolah tersebut dibangun melalui swadaya orang tua murid.

“Anak-anak di pelosok tidak boleh kehilangan kesempatan mendapatkan pendidikan yang layak hanya karena mereka tinggal jauh dari pusat kota. Mereka juga anak Indonesia, mereka juga punya mimpi dan berhak mendapatkan kesempatan yang sama,” ujar Sandiang.

Menurutnya, pembangunan tidak cukup hanya diukur dari besarnya proyek, tetapi dari sejauh mana manfaatnya dirasakan masyarakat hingga pelosok.

“Infrastruktur bukan sekadar pembangunan fisik. Jalan, listrik, internet, dan sekolah adalah jalan menuju masa depan anak-anak kita,” tegasnya.

Sandiang berharap pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi NTT, dan Pemerintah Kabupaten Sumba Timur memperkuat perhatian terhadap kebutuhan dasar masyarakat di wilayah terpencil.

“Kami tidak ingin persoalan di daerah hanya menjadi cerita yang terus berulang. Harapan kami, pembangunan benar-benar hadir sampai ke pelosok, agar tidak ada anak yang merasa dilupakan hanya karena lahir dan tumbuh jauh dari pusat kota,” pungkasnya.

Sebab di balik dinding bambu dan lantai tanah itu, ada anak-anak yang sedang belajar mengejar masa depan. Mereka mungkin hidup dalam keterbatasan, tetapi mimpi mereka tidak pernah terbatas.

Sumber: Sem ndeta team patrolisergapnews.com

Editor: Ulyasari

Share Berita:

Related Posts

KPK: Pemberantasan Korupsi Tak Cukup Hukum Pelaku, Aset Hasil Kejahatan Harus Dikembalikan

Urgensi mengejar aset hasil korupsi juga semakin besar karena korupsi masih menjadi salah satu sumber utama risiko pencucian uang di Indonesia.

Share Berita:

Lanjutkan
Dipaksa Undur Diri Tanpa SP, Karyawan Loyal 9 Tahun di SPBU Pangkalpinang Bongkar Dugaan ‘Kambing Hitam’ dan Rekayasa PHK

AGUNG, seorang karyawan yang telah mengabdi selama sembilan tahun di SPBU 24.331.69 kawasan Selindung Baru Pangkalpinang, mengaku menjadi korban pemecatan sepihak yang dibalut dengan rekayasa pengunduran diri.

Share Berita:

Lanjutkan

Tinggalkan Balasan

Anda Melewatkan

Tim Terpadu Katingan Hilir Gelar Sosialisasi Larangan Penambangan Emas Tanpa Izin

Tim Terpadu Katingan Hilir Gelar Sosialisasi Larangan Penambangan Emas Tanpa Izin

Presiden Prabowo Terima Menteri Kebudayaan Bahas Usulan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan

Presiden Prabowo Terima Menteri Kebudayaan Bahas Usulan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan

Dihad4ng Ketid4kpastian Hukum: Ketum PPWI Siaran Langsung B0ngkar Temuan di Polda Sumsel

Dihad4ng Ketid4kpastian Hukum: Ketum PPWI Siaran Langsung B0ngkar Temuan di Polda Sumsel

458 Santri Ikuti Seleksi Beasiswa Hafizh Al-Qur’an Bireuen 2026 Selama Empat Hari

458 Santri Ikuti Seleksi Beasiswa Hafizh Al-Qur’an Bireuen 2026 Selama Empat Hari

Mutasi Sejumlah Pati dan Pamen Polri, Sejumlah Jabatan Strategis Berganti

Mutasi Sejumlah Pati dan Pamen Polri, Sejumlah Jabatan Strategis Berganti

Kejagung Sita Aset Bos Tambang Aseng Rp338 Miliar

Kejagung Sita Aset Bos Tambang Aseng Rp338 Miliar