PATROLISERGAPNEWS.COM – PEUDADA – Semangat kebangkitan iman dan kesadaran berdaulat kembali berkumandang. Pada Senin malam, 7 September 2026, di Gampong Dayah Mon Ara, Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen, digelar kegiatan dakwah besar bertajuk resmi: “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW di Era Milenial Sebagai Pribadi yang Unggul”. Acara ini terselenggara berkat inisiatif tegas Keuchik Gampong Dayah Mon Ara Fadhli, yang bersinergi sepenuhnya bersama elemen pemuda dan tokoh masyarakat setempat demi menjaga nyala cahaya Islam di tanah kelahiran.
Pendakwah utama yang hadir mengisi kegiatan ini adalah Tgk. RK Puteh, ulama yang suaranya selalu menjadi penyeimbang sekaligus pengingat tegas bagi seluruh lapisan masyarakat. Di hadapan ratusan jamaah yang memenuhi tempat acara, beliau menyampaikan pesan tajam, berwibawa, dan menyentuh akar persoalan yang kini menggerus jati diri Aceh.
“Akhlak Rasulullah SAW bukan sekadar pelajaran sejarah, melainkan satu-satunya kompas yang menyelamatkan kita di tengah badai zaman. Tanpa akhlak mulia, kemajuan apa pun tak ada nilainya,” buka Tgk. RK Puteh dengan tegas.
Beliau langsung menyoroti luka yang makin melebar: “Peredaran sabu-sabu kini merajalela tanpa kendali, meracuni akal sehat, mematikan masa depan, dan mencederai martabat daerah ini. Di mana keberanian penegak hukum? Ketahuilah: setiap kelalaian, setiap ketegasan yang ditunda, setiap kelemahan yang dibiarkan — semuanya adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan langsung di hadapan Allah SWT. Tak ada alasan, tak ada pengecualian.”
Lebih dalam lagi beliau menegaskan keprihatinan yang nyata: “Sering kita bangga menyebut Aceh Serambi Mekkah, namun lihatlah kehidupan sehari-hari kita: belum sepenuhnya mencerminkan wajah kehidupan yang benar-benar Islami. Syariat terlalu sering hanya menjadi tulisan di atas kertas, namun belum tumbuh menjadi sikap, keadilan, dan keteladanan yang nyata di jalanan, di pemerintahan, hingga di dalam rumah tangga kita sendiri.”
Kepada generasi muda — penerus tongkat estafet — pesannya sangat berat namun tegas: “Wahai pemuda Aceh! Kalianlah benteng terakhir peradaban ini. Jangan pernah kalian menjadi pihak yang tanpa sadar ikut meruntuhkan apa yang dibangun dengan keringat, air mata, dan darah para leluhur. Jangan biarkan warisan luhur ini hancur di tangan kalian sendiri. Tegakkan kembali fondasi iman, jadilah pribadi yang berkarakter, dan pertahankanlah jati diri Islam Aceh sampai ke akar-akarnya.”
Tgk. RK Puteh juga mengingatkan tugas utama lembaga dan pemangku kepentingan: “Fungsikanlah lembaga-lembaga keagamaan sebagaimana mestinya. Perkuat kembali pelaksanaan Syariat Islam bukan sekadar ucapan, melainkan tindakan nyata. Ramaikan kembali masjid, meunasah, dayah, dan setiap tempat pengajian — jadikan pusat ilmu, pembentukan karakter, dan persatuan. Keadilan harus terasa sama bagi siapa saja, tanpa pandang bulu; tanpa keadilan, peradaban akan runtuh dengan sendirinya.”
Di penghujung dakwah, pesan beliau mengajak kearifan bersama: “Bantuan dan program pembangunan memang terus mengalir ke daerah ini, namun jangan sampai hal itu justru menjadi benih perpecahan. Di atas segala hal, jaga keharmonisan, jaga persaudaraan, dan tetaplah bersatu. Hanya dengan kesatuan yang kokoh, kita mampu membangun Aceh yang benar-benar bermartabat, beradab, dan diberkahi.”
Kegiatan yang berlangsung penuh keagungan, ketakwaan, dan kebersamaan yang luhur ini turut dihadiri Teungku Imum Gampong Tgk. Abdullah, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga dari berbagai penjuru gampong — berharap setiap nasihat ini menjadi langkah awal pemulihan, pembangunan, dan kebangkitan sejati bagi Aceh.
Sumber: Zulfikar team patrolisergapnews.com
Editor: Ulyasari







