PATROLISERGAPNEWS.COM – BIREUEN – Kondisi jalan penghubung infrastruktur antardesa di Desa Matang Pasi dan Desa Matang Reuled, Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen, kini dalam kondisi rusak berat. Jalan utama yang menjadi urat nadi aktivitas masyarakat dan akses pendidikan bagi ratusan pelajar tersebut dipenuhi lubang menganga yang terendam air saat hujan, sehingga mengancam keselamatan para pengguna jalan.
Riski kaperwil Aceh menegaskan Berdasarkan pantauan lapangan pada Rabu (14/10/2026), genangan air yang menutup lubang jalan membuat para pengendara roda dua, khususnya anak-anak sekolah mulai dari tingkat TK, SD, SMP, hingga SMA, kesulitan memprediksi kedalaman lubang. Hal ini mempertinggi risiko kecelakaan lalu lintas di jalur tersebut.
Amanat Undang-Undang dan Regulasi Jalan Rusak
Merujuk pada aspek hukum penataan fasilitas publik, pemerintah daerah wajib menjamin kelayakan jalan demi keselamatan masyarakat. Berdasarkan Pasal 24 ayat (1) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ), penyelenggara jalan wajib segera memperbaiki jalan yang rusak yang dapat mengakibatkan kecelakaan lalu lintas. Jika perbaikan belum dapat dilakukan, penyelenggara jalan wajib memberi tanda atau rambu pada jalan yang rusak demi mencegah kecelakaan.
DPRK Bireuen Desak Dinas PUPR Turun Tangan
Menanggapi keluhan yang kian meluas, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Bireuen mendesak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bireuen selaku instansi teknis penanggung jawab untuk segera melakukan peninjauan lapangan dan memasukkan agenda pengaspalan jalan ini ke dalam prioritas anggaran kedaruratan infrastruktur.
Kepala Desa (Geuchik) Matang Pasi menegaskan bahwa aspirasi warga ini murni demi keselamatan generasi muda yang bertaruh nyawa setiap hari untuk menuntut ilmu.
“Kami memohon dengan sangat kepada Pemerintah Kabupaten Bireuen melalui Dinas PUPR agar jalan penghubung ini segera diperbaiki dan diaspal. Setiap hari anak-anak sekolah melintas di sini. Saat hujan, lubang jalan tertutup air dan menjadi jebakan berbahaya yang mengancam keselamatan nyawa anak-anak kami,” ujar Geuchik Matang Pasi saat memberikan keterangan resmi kepada media, Rabu (14/10/2026).
Risiko Kecelakaan bagi Pelajar
Kekhawatiran senada diungkapkan oleh salah seorang siswa SMA setempat yang setiap hari melintasi jalur tersebut. Ia mengaku sering terjebak oleh lubang yang tidak terlihat akibat tertutup genangan air hujan.
“Kami sering terkecoh karena permukaan air terlihat rata, padahal di bawahnya ada lubang dalam. Kami sangat khawatir terjatuh, terutama saat mengejar waktu masuk sekolah di pagi hari,” ungkapnya.
Kerusakan jalan Matang Pasi–Matang Reuled ini bukan lagi sekadar kendala transportasi mobilitas ekonomi, melainkan sudah menjadi ancaman nyata bagi keselamatan publik. Warga dari kedua desa kini menanti langkah konkret dan tindakan nyata dari Penjabat Bupati Bireuen beserta jajaran Dinas PUPR agar hak masyarakat atas infrastruktur yang layak dan aman dapat segera terpenuhi.
Riski/Zulfikar patrolisergapnews.com
Editor: Robet






