Terisolasi Lumpur, Warga Ara Bungong Peudada Desak Pemerintah Segera Salurkan Bantuan Logistik

PATROLISERGAPNEWS.COM – Bireuen – Banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen, Aceh, hingga kini masih menyisakan kerusakan parah. Salah satu wilayah yang paling terdampak adalah Desa (Gampong) Ara Bungong.

Hingga 20 hari pascabencana, akses jalan di desa yang berbatasan dengan Desa Garot ini masih tertimbun material lumpur tebal yang menyulitkan mobilitas warga. Kondisi ini membuat pemukiman warga seolah terkurung seperti pulau, sehingga penyaluran bantuan logistik menjadi sangat terhambat.

Masyarakat setempat mengeluhkan lambatnya penanganan dari pihak pemerintah kecamatan. Jalan utama desa menuju pasar Peudada yang merupakan urat nadi ekonomi masih dipenuhi lumpur, sehingga kendaraan sulit melintas.

“Kami meminta Pemerintah Kecamatan Peudada turun langsung melihat kondisi kampung kami. Sudah 20 hari banjir berlalu, jalan masih tertimbun lumpur.
Motor yang baru dicuci saja langsung kotor lagi kalau lewat sini,” ujar salah satu warga dengan nada kecewa.

Warga setempat juga menyoroti kurangnya perhatian dari pihak camat dibandingkan dengan desa-desa lain. Menurut warga, camat terlihat mengunjungi desa-desa tetangga, namun hingga kini belum meninjau langsung kondisi memprihatinkan di Ara Bungong.

“Ada apa dengan Camat peudada Sampai Saat ini belum meninjau gampong arabunggong, warga Ara Bungong sangat mengharapkan bantuan logistik dan pengerahan alat berat untuk membersihkan lumpur agar aktivitas mereka bisa kembali normal.

patrolisergapnews.com

Share Berita:

Related Posts

Miris, Gedung SDN 4 Peudada Bireuen Rusak Parah, Siswa dan Guru Cemas Tertimpa Plafon

Berdasarkan pantauan Tim patrolisergapnews.com di lokasi kerusakan terlihat pada beberapa ruang kelas. Meski dari luar kusen jendela tampak masih utuh

Share Berita:

Lanjutkan
Satgas PRR dan BNPB Tinjau Langsung Percepatan Rekonstruksi Pascabencana di Aceh Timur dan Aceh Utara

Pembangunan jembatan bailey di Desa Sawang adalah kebutuhan mutlak untuk membuka isolasi warga dan akses anak sekolah

Share Berita:

Lanjutkan

Tinggalkan Balasan

Anda Melewatkan

Miris, Gedung SDN 4 Peudada Bireuen Rusak Parah, Siswa dan Guru Cemas Tertimpa Plafon

Miris, Gedung SDN 4 Peudada Bireuen Rusak Parah, Siswa dan Guru Cemas Tertimpa Plafon

Satgas PRR dan BNPB Tinjau Langsung Percepatan Rekonstruksi Pascabencana di Aceh Timur dan Aceh Utara

Satgas PRR dan BNPB Tinjau Langsung Percepatan Rekonstruksi Pascabencana di Aceh Timur dan Aceh Utara

Nabil FC Berhasil Maju Babak Selanjutnya Setelah Mengalahkan PSC Young Abadi

Nabil FC Berhasil Maju Babak Selanjutnya Setelah Mengalahkan PSC Young Abadi

Polres Pidie Gotong Royong Bersihkan Jalan Terdampak Banjir di Gampong Baro Yaman

Polres Pidie Gotong Royong Bersihkan Jalan Terdampak Banjir di Gampong Baro Yaman

Sudah Dibayar dan Ditempati Belasan Tahun, Tanah di Bergas Mendadak Diminta Kembali oleh Penjual

Sudah Dibayar dan Ditempati Belasan Tahun, Tanah di Bergas Mendadak Diminta Kembali oleh Penjual

PANAS! Syamsuri Lapor Balik H. SMDN ke Polda Kalteng, Dugaan Pengaduan Palsu dan Pencemaran Nama Baik Mengemuka

PANAS! Syamsuri Lapor Balik H. SMDN ke Polda Kalteng, Dugaan Pengaduan Palsu dan Pencemaran Nama Baik Mengemuka