PATROLISERGAPNEWS.COM – KUALA SIMPANG, ACEH TAMIANG – Suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan menyelimuti Warung Kopi Abadi Kupi, di Jalan Nasional Medan–Banda Aceh, Kuala Simpang, Jumat siang (16/5/2026) pascasalat Jumat. Di tengah aroma kopi khas Aceh, terjalin silaturahmi ulama yang sarat pesan moral.
Mempertemukan dua figur ulama, yakni Abiya Misra, Pimpinan Dayah/Pesantren Misbahur Rasyad Al-Aziziyah, Gampong Benua Raja, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang, dengan Abu Tgk. H. Abdul Manan atau yang akrab disapa Abu Manan Blang Jruen. Abu Manan merupakan ulama pakar ilmu tauhid, figur sentral pendidikan dan keagamaan asal Aceh Utara, serta murid dari ulama kharismatik Aceh, Abu Tumin Blang Blahdeh.
BACA JUGA: https://patrolisergapnews.com/pertemuan-bersejarah-di-istana-kerajaan-rabat-menyongsong-era-baru-pemerintahan-maroko-di-bawah-kepemimpinan-king-mohammed-vi
Turut hadir dalam silaturahmi tersebut Kasat Intel Polres Aceh Tamiang, sejumlah tokoh masyarakat, jamaah, dan rekan-rekan Dayah.
Silaturahmi dan diskusi keagamaan membahas penguatan ukhuwah serta peran strategis Dayah dalam mencetak generasi saleh.
Berlangsung pada Jumat siang, 16 Mei 2026, bertempat di Abadi Kupi, Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang.
Untuk merawat persatuan ulama dan masyarakat, serta merespons tantangan moral generasi muda di era modern.
Pertemuan dikemas sederhana dengan duduk lesehan khas budaya ngopi Aceh, namun bermakna. Warkop difungsikan sebagai ruang publik yang efektif untuk bertukar pikiran dan memperkuat persatuan.
Dalam kesempatan itu, Abiya Misra menyampaikan rasa syukur atas terjaganya kebersamaan.
BACA JUGA: https://patrolisergapnews.com/momentum-hut-pimpinan-patroli-sergap-news-pengacara-internasional-erles-rareral-s-h-m-h-tegaskan-pentingnya-integritas-dan-keadilan-dalam-dunia-pers-yang-berkemajuan/
“Alhamdulillah, kita masih diberi kesempatan untuk duduk bersama, bersilaturahmi dengan Abu Manan Blang Jruen. Semoga kegiatan seperti ini bisa kita jaga secara istiqamah, karena dari kebersamaan inilah keberkahan itu datang,” ujar Abiya.
Abiya juga menitipkan pesan visioner tentang masa depan generasi muda, khususnya di Kuala Simpang dan Aceh Tamiang. Ia mengungkapkan keprihatinan terhadap tantangan zaman – pengaruh teknologi, pergaulan bebas, hingga krisis moral.
Menurutnya, benteng paling kokoh adalah pendidikan agama yang kuat sejak dini di Dayah.
“Jangan ragu titipkan anak kita ke Dayah. Di Dayah, mereka bukan hanya diajarkan mengaji dan menghafal Al-Qur’an, tapi juga dibentuk akhlaknya, dididik adabnya, dan dilatih kemandiriannya,” tegas Abiya, Pimpinan Dayah Misbahur Rasyad Al-Aziziyah.
Ia menambahkan, Dayah memiliki peran historis sebagai pusat peradaban Aceh sebagai Serambi Mekkah. Dari Dayah lahir ulama, pemimpin, dan generasi yang menjaga marwah agama dan adat.
“Kalau agama anak kita kuat, insyaAllah hidupnya akan berubah menjadi lebih baik. Mereka akan menjadi anak yang saleh, berbakti kepada orang tua, dan mampu membanggakan kampung halamannya. Itulah investasi akhirat yang paling berharga,” lanjutnya.
Pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam tersebut ditutup dengan doa bersama untuk kebaikan generasi Aceh.
Abiya berharap, langkah kecil yang dimulai dari warkop ini dapat melahirkan kesadaran kolektif masyarakat untuk bersama-sama mencetak generasi yang berilmu, berakhlak mulia, dan mampu menjaga agama serta adat istiadat.
Penulis: Akbari PATROLISERGAPNEWS.COM
Editor: Redaksi







