Dulu Penuh Risiko, Kini Warga Bungkal di Ponorogo Nikmati Jembatan Garuda

PATROLISERGAPNEWS.COM – Ponorogo – Penantian panjang warga Desa Bungkal, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo, untuk memiliki akses penyeberangan yang layak akhirnya berakhir. Kini, Jembatan Garuda berdiri kokoh sebagai penghubung baru yang aman dan mempermudah mobilitas masyarakat setempat.

Pembangunan jembatan yang merupakan bagian dari program langsung Presiden Prabowo Subianto tersebut dilaksanakan melalui semangat gotong royong antara prajurit TNI AD bersama masyarakat. Kehadiran jembatan ini menjadi solusi nyata atas persoalan akses yang menghambat aktivitas warga selama puluhan tahun.

Sebelum jembatan dibangun, masyarakat harus berjibaku dengan medan yang penuh risiko. Ketiadaan sarana penyeberangan memaksa warga menyeberangi sungai demi menjalankan aktivitas sehari-hari, mulai dari berangkat sekolah, bekerja, hingga mengakses fasilitas kesehatan.

“Kalau airnya dangkal masih bisa dilewati, tapi tetap sulit karena licin. Kadang ada yang jatuh. Anak-anak sekolah juga sering pulang lagi karena bajunya basah atau kotor,” kata Hariyanto, warga Bungkal, Senin (11/5/2026).

Kondisi menjadi jauh lebih berbahaya saat musim hujan tiba. Debit air yang meningkat disertai arus sungai yang deras membuat penyeberangan nyaris mustahil dilakukan. Akibatnya, warga terpaksa memutar beberapa kilometer melalui desa lain hanya untuk sampai ke tujuan.

Bagi masyarakat Bungkal, hadirnya Jembatan Garuda bukan sekadar pembangunan fisik semata, melainkan jawaban atas kebutuhan dasar yang telah lama dinantikan. Jembatan tersebut kini membuka akses yang lebih cepat, aman, dan efisien bagi warga dalam menjalani berbagai aktivitas.

Hariyanto pun mengaku bersyukur dan berterima kasih atas pembangunan tersebut. Menurutnya, keberadaan Jembatan Garuda membawa perubahan besar bagi kehidupan masyarakat.

“Kami warga Bungkal tentu sangat berterima kasih kepada Presiden Prabowo dan juga TNI AD yang telah membantu membangun jembatan ini. Sekarang aktivitas kami jauh lebih mudah dan aman. Ini sangat bermanfaat bagi warga Bungkal, khususnya yang setiap hari melintas di sini,” ujarnya.

Sementara itu, Danrem 081/DSJ Kolonel Arm Untoro Hariyanto mengungkapkan bahwa Jembatan Garuda di wilayahnya tersebut memiliki panjang hingga puluhan meter dan menjadi akses penghubung antar desa.

“Jembatan yang baru selesai dibangun memiliki panjang 26 meter dan menghubungkan Desa Bungkal dengan Desa Belang. Infrastruktur ini diperkirakan akan memberikan manfaat langsung bagi sekitar 200 kepala keluarga,” jelasnya.

Kolonel Untoro menambahkan, keberadaan jembatan itu diharapkan tidak hanya mempermudah mobilitas warga, tetapi juga berdampak positif terhadap perekonomian masyarakat, khususnya dalam distribusi hasil pertanian yang menjadi mata pencaharian utama warga setempat.

Selain itu, akses pendidikan dan layanan kesehatan juga dipastikan menjadi lebih mudah dijangkau, terutama bagi anak-anak sekolah dan warga yang membutuhkan penanganan medis dengan cepat.

Jembatan Garuda menjadi simbol hadirnya negara di tengah masyarakat. Kolaborasi antara pemerintah, TNI AD, dan warga membuktikan bahwa persoalan yang selama ini dianggap sulit dapat diatasi melalui kebersamaan dan kepedulian.

Kini, jembatan tersebut tak hanya menghubungkan dua wilayah, tetapi juga menghadirkan harapan baru bagi masyarakat untuk menjalani kehidupan yang lebih aman, produktif, dan sejahtera.

Ulyasari: patrolisergapnews.com

Share Berita:

Related Posts

Sorotan Tajam Sejumlah Pengaduan Pelangan PLN ULP MARISA Berstatus Dibatalkan, Manajemen Dituntut Buka Suara dan Bertanggung Jawap

Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius mengenai transparansi pelayanan, mekanisme pembatalan laporan, pengawasan internal, dan tanggung jawab manajemen terhadap hak-hak pelanggan.

Share Berita:

Lanjutkan
Tanggul Paya Laot Peudada Kritis Akibat Erosi, Pemkab Bireuen Didesak Lakukan Penanganan Darurat

Selain itu, berdasarkan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen memiliki kewajiban hukum untuk melakukan tindakan preventif demi melindungi warga dari ancaman bencana alam.

Share Berita:

Lanjutkan

Tinggalkan Balasan

Anda Melewatkan

KPK Kirim Surat ke Panglima TNI terkait Keterlibatan Prajurit Aktif di Kasus Dugaan Korupsi BNPB

KPK Kirim Surat ke Panglima TNI terkait Keterlibatan Prajurit Aktif di Kasus Dugaan Korupsi BNPB

Polres Purworejo Gelar Sertijab Sejumlah PJU dan Kapolsek, Kapolres Tekankan Peningkatan Kinerja dan Pelayanan

Polres Purworejo Gelar Sertijab Sejumlah PJU dan Kapolsek, Kapolres Tekankan Peningkatan Kinerja dan Pelayanan

Polres Bireuen Gelar Donor Darah Sambut Hari Jadi Ke-75 Humas Polri

Polres Bireuen Gelar Donor Darah Sambut Hari Jadi Ke-75 Humas Polri

Polres Bireuen Gelar Ngopi Bersama Masyarakat, Dengarkan Aspirasi dan Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas.

Polres Bireuen Gelar Ngopi Bersama Masyarakat, Dengarkan Aspirasi dan Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas.

Sorotan Tajam Sejumlah Pengaduan Pelangan PLN ULP MARISA Berstatus Dibatalkan, Manajemen Dituntut Buka Suara dan Bertanggung Jawap

Sorotan Tajam Sejumlah Pengaduan Pelangan PLN ULP MARISA Berstatus Dibatalkan, Manajemen Dituntut Buka Suara dan Bertanggung Jawap

Tanggul Paya Laot Peudada Kritis Akibat Erosi, Pemkab Bireuen Didesak Lakukan Penanganan Darurat

Tanggul Paya Laot Peudada Kritis Akibat Erosi, Pemkab Bireuen Didesak Lakukan Penanganan Darurat