HRD Desak Kementerian PU, Untuk Sementara Tambal Ruas Jalan Nasional yang Bertabur Berlubang pasca banjir dan tanah longsor

PATROLISERGAPNEW.COM – BIREUEN – Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB, H Ruslan Daud (HRD), mendesak Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk sementara segera menambal ruas jalan nasional yang bertabur lubang pasca banjir dan tanah longsor yang menerjang Aceh, Sumatera Utara (Sumut) dan Sumatera Barat (Sumbar).

Kepada wartawan, Kamis (1/1/2026) HRD menyebutkan, hasil penelusuran dirinya bersama tim, ruas jalan nasional mulai Kabupaten Aceh Tamiang yang berbatasan dengan Sumut hingga Banda Aceh, terdapat ratusan lubang yang menganga dan belum diperbaiki.

Saat turun hujan, lubang jalan nasional itu ditutupi air sehingga banyak kendaraan yang terperosok dalam lubang dan sangat rawan kecelakaan. Situasi ini semakin mengancam keselamatan pengendara kendaraan pada malam hari, karena minimnya alat penerangan jalan. Selain itu, juga memperlambat arus lalulintas.

“Sembari menunggu perbaikan jalan secara permanen, saat ini patching (penambalan) jalan berlubang untuk sementara di lintas nasional Medan-Banda Aceh sangat perlu dilakukan, agar permukaan jalan yang berlubang, retak, atau terkelupas, bisa kembali berfungsi dengan baik, guna mencegah kerusakan lebih parah,” pinta HRD.

Begitu juga pada jalur Nasional Bireuen–Aceh Tengah, juga masih rusak berat, juga harus segera diperbaiki kembali. Sejumlah ruas jalan yang berlubang itu untuk sementara harus segera ditambal, guna menghindari korban jiwa dan harta benda masyarakat atau para pelintas.

Ditambahkan HRD yang bermitra dengan Kementerian PU, percepatan penanganan infrastruktur jalan dan jembatan lintas nasional pada koridor-koridor vital harus segera dikerjakan dan harus menjadi prioritas utama. Betapa tidak, konektivitas merupakan urat nadi pemulihan wilayah pasca bencana.

“Akses jalan dan jembatan adalah kunci utama pergerakan logistik, pelayanan darurat, dan pemulihan ekonomi masyarakat. Keselamatan masyarakat dan kelancaran mobilitas menjadi prioritas utama,” tegas HRD.

#patrolisergapnews.com
(Fahkrurrazi Ar)

Share Berita:
  • Related Posts

    KPK: Pemberantasan Korupsi Tak Cukup Hukum Pelaku, Aset Hasil Kejahatan Harus Dikembalikan

    Urgensi mengejar aset hasil korupsi juga semakin besar karena korupsi masih menjadi salah satu sumber utama risiko pencucian uang di Indonesia.

    Share Berita:

    Lanjutkan
    Dipaksa Undur Diri Tanpa SP, Karyawan Loyal 9 Tahun di SPBU Pangkalpinang Bongkar Dugaan ‘Kambing Hitam’ dan Rekayasa PHK

    AGUNG, seorang karyawan yang telah mengabdi selama sembilan tahun di SPBU 24.331.69 kawasan Selindung Baru Pangkalpinang, mengaku menjadi korban pemecatan sepihak yang dibalut dengan rekayasa pengunduran diri.

    Share Berita:

    Lanjutkan

    Tinggalkan Balasan

    Anda Melewatkan

    Tim Terpadu Katingan Hilir Gelar Sosialisasi Larangan Penambangan Emas Tanpa Izin

    Tim Terpadu Katingan Hilir Gelar Sosialisasi Larangan Penambangan Emas Tanpa Izin

    Presiden Prabowo Terima Menteri Kebudayaan Bahas Usulan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan

    Presiden Prabowo Terima Menteri Kebudayaan Bahas Usulan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan

    Dihad4ng Ketid4kpastian Hukum: Ketum PPWI Siaran Langsung B0ngkar Temuan di Polda Sumsel

    Dihad4ng Ketid4kpastian Hukum: Ketum PPWI Siaran Langsung B0ngkar Temuan di Polda Sumsel

    458 Santri Ikuti Seleksi Beasiswa Hafizh Al-Qur’an Bireuen 2026 Selama Empat Hari

    458 Santri Ikuti Seleksi Beasiswa Hafizh Al-Qur’an Bireuen 2026 Selama Empat Hari

    Mutasi Sejumlah Pati dan Pamen Polri, Sejumlah Jabatan Strategis Berganti

    Mutasi Sejumlah Pati dan Pamen Polri, Sejumlah Jabatan Strategis Berganti

    Kejagung Sita Aset Bos Tambang Aseng Rp338 Miliar

    Kejagung Sita Aset Bos Tambang Aseng Rp338 Miliar