PATROLISERGAPNEWS.COM – LHOKSEUMAWE – Polres Lhokseumawe membuat gebrakan baru dalam memperingati Hari Bhayangkara ke-80 pada Rabu (1/7/2026). Di bawah kepemimpinan Kapolres Lhokseumawe, AKBP Dr. Ahzan, S.H., S.I.K., M.S.M., M.H., institusi ini menginisiasi gerakan go green dengan mengimbau seluruh instansi, mitra kerja, dan elemen masyarakat untuk mengganti papan bunga ucapan selamat menjadi sumbangan bibit pohon produktif maupun pohon pelindung.
Langkah solutif ini diambil untuk menekan volume limbah plastik dan styrofoam yang biasanya dihasilkan dari papan bunga seremonial. Sebaliknya, pengalihan ke bibit pohon dinilai memberikan dampak ekologis yang nyata, berkelanjutan, sekaligus menggalakkan budaya penghijauan di wilayah hukum Polres Lhokseumawe.
“Pada usia Bhayangkara ke-80 ini, kami ingin setiap apresiasi dari mitra kerja bertransformasi menjadi sesuatu yang hidup dan bermanfaat bagi alam. Papan bunga hanya memiliki nilai simbolis sesaat. Sementara itu, pohon akan terus tumbuh menghasilkan oksigen, menyerap karbon, mencegah erosi, dan hasilnya dapat dinikmati masyarakat luas.
Inilah warisan pengabdian berkelanjutan yang ingin kami tunjukkan,” ujar AKBP Ahzan di Mapolres Lhokseumawe, Rabu (1/7/2026).
Hingga hari puncak peringatan, panitia telah menerima ratusan bibit pohon. Jenis yang terkumpul sangat beragam, mulai dari pohon buah (mangga, alpukat, durian) hingga pohon pelindung (mahoni dan ketapang kencana). Seluruh bibit tersebut ditata rapi di area Mapolres Lhokseumawe, lengkap dengan papan identitas pengirim sebagai pengganti ucapan selamat tradisional. Ratusan bibit tersebut nantinya tidak hanya menetap di markas kepolisian. Polres Lhokseumawe menjadwalkan distribusi dan penanaman massal secara bertahap ke seluruh Polsek jajaran, lembaga pendidikan, instansi pemerintah, serta lahan kritis yang membutuhkan penghijauan.
Aksi penanaman ini akan melibatkan unsur Muspika, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan komunitas pemuda setempat guna membangun kolaborasi menjaga kelestarian lingkungan. Inovasi kreatif dari Kapolres Lhokseumawe ini menuai apresiasi luas dari berbagai kalangan, termasuk para pegiat lingkungan hidup dan masyarakat lokal.
Program ini dinilai berhasil mengubah tradisi seremonial yang konsumtif menjadi sebuah gerakan ekologis yang berdampak panjang.Melalui gerakan pionir ini, Polres Lhokseumawe berharap skema konversi papan bunga menjadi bibit pohon dapat menginspirasi instansi pemerintah lain, dunia usaha, dan masyarakat luas.
Dengan demikian, setiap momentum perayaan di masa depan tidak sekadar meninggalkan kesan visual temporer, melainkan mampu mewariskan kehidupan hijau bagi generasi mendatang.
Sumber: Zulfikar patrolisergapnews.com
Editor: Ulyasari






