Kabel Listrik Membahayakan Kaperwil Aceh Tengku Riski Menegaskan Pengguna Jalan di Desa Lawang Peudada, Warga Minta Segera Ditangani

PATROLISERGAPNEWS.COM – PEUDADA, BIREUEN – Kabel listrik yang melintas di kawasan jalan Desa Lawang, Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen, dikeluhkan warga karena dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Kondisi kabel yang berada di sekitar badan jalan tersebut menjadi perhatian masyarakat, terutama pengguna sepeda motor dan warga yang setiap hari melintas di lokasi. Warga khawatir kondisi tersebut dapat menimbulkan kecelakaan maupun risiko keselamatan lainnya apabila tidak segera ditangani.

Informasi yang dihimpun di lapangan, kabel listrik tersebut juga tampak ditopang atau bertumpu pada pohon bambu, sehingga kondisinya dinilai tidak layak dan berpotensi membahayakan, khususnya ketika terjadi angin kencang atau hujan.

Sejumlah warga meminta pihak terkait, khususnya PT PLN (Persero), segera turun ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan penataan jaringan listrik tersebut.

“Kami berharap pihak PLN segera datang dan memperbaiki kabel ini. Jangan sampai menunggu ada korban baru ditangani,” ujar salah seorang warga Desa Lawang.

Warga menegaskan, keselamatan masyarakat dan pengguna jalan harus menjadi prioritas. Mereka meminta kabel yang dinilai membahayakan tersebut segera diamankan, ditata kembali, serta dipastikan memenuhi standar keamanan jaringan listrik.

Masyarakat juga berharap pemerintah desa dan pihak terkait dapat berkoordinasi dengan PLN agar persoalan tersebut tidak dibiarkan berlarut-larut.

Warga: Jangan Tunggu Terjadi Korban

Warga Desa Lawang mengingatkan bahwa keberadaan kabel listrik di dekat jalur yang digunakan masyarakat setiap hari bukan persoalan sepele. Penanganan segera dinilai penting untuk mencegah kemungkinan terjadinya kecelakaan.

Tak hanya itu. Kaperwil aceh juga melihat kondisi jalan di desa lawang peudada sangat disayangkan. Jalan tersebut telah melewati beberapa tahun belum lagi di tindak lanjut untuk memperbaik sedangkan anggaran daerah untuk pembangunan imfrastuktur jalan tiap tahun diberikan dari pusat namu sampai hari ini jalan di desa lawang peudada belum terelisasikan hingga saat ini.ujarnya.

Masyarakat berharap laporan ini mendapat perhatian serius dan petugas segera melakukan pengecekan langsung ke lapangan.

Sumber: Riski Kaperwil Aceh patrolisergapnews.com

Share Berita:

Related Posts

KPK: Pemberantasan Korupsi Tak Cukup Hukum Pelaku, Aset Hasil Kejahatan Harus Dikembalikan

Urgensi mengejar aset hasil korupsi juga semakin besar karena korupsi masih menjadi salah satu sumber utama risiko pencucian uang di Indonesia.

Share Berita:

Lanjutkan
Dipaksa Undur Diri Tanpa SP, Karyawan Loyal 9 Tahun di SPBU Pangkalpinang Bongkar Dugaan ‘Kambing Hitam’ dan Rekayasa PHK

AGUNG, seorang karyawan yang telah mengabdi selama sembilan tahun di SPBU 24.331.69 kawasan Selindung Baru Pangkalpinang, mengaku menjadi korban pemecatan sepihak yang dibalut dengan rekayasa pengunduran diri.

Share Berita:

Lanjutkan

Tinggalkan Balasan

Anda Melewatkan

Tim Terpadu Katingan Hilir Gelar Sosialisasi Larangan Penambangan Emas Tanpa Izin

Tim Terpadu Katingan Hilir Gelar Sosialisasi Larangan Penambangan Emas Tanpa Izin

Presiden Prabowo Terima Menteri Kebudayaan Bahas Usulan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan

Presiden Prabowo Terima Menteri Kebudayaan Bahas Usulan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan

Dihad4ng Ketid4kpastian Hukum: Ketum PPWI Siaran Langsung B0ngkar Temuan di Polda Sumsel

Dihad4ng Ketid4kpastian Hukum: Ketum PPWI Siaran Langsung B0ngkar Temuan di Polda Sumsel

458 Santri Ikuti Seleksi Beasiswa Hafizh Al-Qur’an Bireuen 2026 Selama Empat Hari

458 Santri Ikuti Seleksi Beasiswa Hafizh Al-Qur’an Bireuen 2026 Selama Empat Hari

Mutasi Sejumlah Pati dan Pamen Polri, Sejumlah Jabatan Strategis Berganti

Mutasi Sejumlah Pati dan Pamen Polri, Sejumlah Jabatan Strategis Berganti

Kejagung Sita Aset Bos Tambang Aseng Rp338 Miliar

Kejagung Sita Aset Bos Tambang Aseng Rp338 Miliar