Kanaya Whu Meninggal Dunia di Usia 35 Tahun, Vokalis Emka 9 Berpulang Usai Berjuang Melawan Kanker

PATROLISERGAPNEWS.COM – JAWA BARAT – Kanaya Whu, penyanyi sekaligus vokalis grup musik Emka 9, meninggal dunia pada Minggu, 13 September 2026. Penyanyi bernama lengkap Kanaya Whulan tersebut menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Hasan Sadikin atau RSHS Bandung setelah menjalani perawatan akibat penyakit kanker.

Kabar duka tersebut disampaikan oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melalui unggahan di media sosial. Kepergian Kanaya menjadi kehilangan bagi dunia seni dan musik Sunda, khususnya bagi masyarakat Jawa Barat yang selama ini mengenal sosoknya melalui berbagai pertunjukan budaya. Berdasarkan laporan Readers.id, Dedi Mulyadi menyampaikan bahwa Kanaya akan dimakamkan di tempat kelahirannya di Kabupaten Tasikmalaya.

KANAYA WHU DIKENAL SEBAGAI VOKALIS EMKA 9

Kanaya Whu dikenal luas setelah bergabung sebagai vokalis Emka 9 pada 2019. dikutip dari Harapan Rakyat, Kanaya Whu menggantikan vokalis sebelumnya, Echa, dan kemudian menjadi salah satu sosok yang cukup lekat dengan penampilan grup musik tersebut. Emka 9 merupakan grup musik yang dibentuk Dedi Mulyadi dan kerap tampil dalam berbagai agenda kebudayaan serta kegiatan yang mempertemukan pemerintah dengan masyarakat.

Melalui Emka 9, Kanaya banyak membawakan lagu-lagu bernuansa Sunda. Suaranya menjadi bagian dari berbagai pertunjukan yang mengangkat budaya dan kehidupan masyarakat Jawa Barat. Dilansir dari TVOneNews, beberapa lagu yang pernah dibawakannya antara lain Kaasih Indung, Lungse, Lampah, Rubuh, hingga Rindu Purnama. Penampilannya tersebut turut membuat nama Kanaya semakin dikenal oleh penikmat musik dan budaya Sunda.

PENAMPILAN TERAKHIR KANAYA WHU

Sebelum meninggal dunia, Kanaya Whu masih sempat tampil dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Jawa Barat pada 17 Agustus 2026. Dalam kesempatan tersebut, Kanaya tampil bersama rombongan Emka 9 dalam iring-iringan kereta kencana yang membawa Bendera Merah Putih dari Gedung Pakuan menuju Gedung Sate. Kanaya membawakan lagu Melati di Tapal Batas karya Ismail Marzuki.

Penampilan tersebut kemudian menjadi salah satu momen terakhirnya yang kembali dikenang setelah kabar kepergiannya. Momen tersebut dikutip dari laporan DetikJabar yang menyebut Kanaya tampil membawakan lagu tersebut saat iring-iringan kereta kencana dalam peringatan HUT ke-81 RI. Penampilannya dalam berbagai kegiatan kebudayaan membuat Kanaya tidak hanya dikenal sebagai penyanyi, tetapi juga sebagai salah satu sosok yang turut membawa nuansa seni Sunda dalam berbagai agenda di Jawa Barat.

DEDI MULYADI SAMPAIKAN KABAR DUKA DEDI MULYADI

menyampaikan kabar meninggalnya Kanaya sekaligus mengajak masyarakat untuk mendoakan almarhumah. Ia juga meminta agar segala kesalahan Kanaya semasa hidup dapat dimaafkan. Kanaya Whu disebut meninggal dunia setelah berjuang melawan kanker dan menjalani perawatan di RSHS Bandung.

Jenazahnya kemudian dibawa menuju Kabupaten Tasikmalaya untuk dimakamkan di tempat kelahirannya. Hal tersebut disampaikan Dedi Mulyadi dan dikutip oleh sejumlah media, termasuk Medcom dan Readers.id. Dilansir dari PejabatPublik.com, kepergian Kanaya pada usia 35 tahun meninggalkan duka bagi keluarga, rekan sesama seniman, serta masyarakat yang selama ini mengikuti kiprahnya bersama Emka 9.

DEDI MULYADI IKUT MENGGOTONG KERANDA KANAYA WHU

Suasana haru mewarnai prosesi pemakaman Kanaya Whu di Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, Minggu, 13 September 2026. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turut hadir untuk mengantarkan vokalis Emka 9 tersebut ke tempat peristirahatan terakhirnya. Pemakaman berlangsung di Pemakaman Lengkong Sari, Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, sebagaimana dilansir iNews.

Tak hanya hadir sebagai pelayat, Dedi Mulyadi juga ikut menggotong keranda jenazah Kanaya Whu dari rumah duka menuju liang lahat. Dalam prosesi tersebut, Dedi terlihat berjalan bersama sejumlah pelayat dan ikut memikul keranda hingga mendekati tempat pemakaman. Sekda Jawa Barat Herman Suryatman juga turut berada dalam rombongan yang mengusung keranda. Momen tersebut dilansir dari Harapan Rakyat dan Newstaikmalaya.

Momen tersebut menjadi bentuk penghormatan terakhir Dedi kepada Kanaya yang selama bertahun-tahun menjadi bagian dari perjalanan seni dan berbagai kegiatan yang dilakukannya. Kanaya diketahui bergabung dengan Emka 9 sejak 2019 dan kerap mendampingi Dedi dalam berbagai agenda kesenian serta safari budaya di Jawa Barat.

Kedekatan keduanya membuat kepergian Kanaya meninggalkan kesedihan mendalam bagi Dedi. Sebelumnya, Dedi sendiri yang menyampaikan kabar meninggalnya Kanaya setelah penyanyi tersebut menjalani perawatan di RSHS Bandung akibat penyakit kanker. Kabar tersebut dikutip dari Medcom dan Readers.id.

Jenazah Kanaya kemudian dimakamkan di Pemakaman Lengkong Sari, Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, yang berada di kampung halamannya. Prosesi pemakaman tersebut turut dihadiri keluarga, kerabat, rekan sesama seniman, serta masyarakat yang ingin memberikan penghormatan terakhir. Informasi mengenai lokasi pemakaman tersebut dilansir dari iNews.

Pesan Terakhir Kanaya Whu
Sebelum meninggal dunia, Kanaya juga sempat meminta doa untuk kesembuhannya kepada seorang artis senior yang sedang menjalankan ibadah umrah di Tanah Suci. Informasi tersebut dikutip dari TVOneNews yang mengungkap bahwa Kanaya sempat meminta didoakan untuk kesembuhannya.

Permintaan tersebut menjadi salah satu cerita yang muncul setelah kabar kepergiannya. Perjuangannya menghadapi penyakit kanker membuat banyak pihak turut memberikan perhatian dan doa hingga akhir hayatnya.

Kini, suara dan karya Kanaya Whu bersama Emka 9 menjadi bagian dari kenangan dalam perjalanan seni Jawa Barat. Kepergiannya meninggalkan jejak melalui berbagai penampilan dan lagu yang pernah ia bawakan untuk masyarakat.

Robet: patrolisergapnews.com

Editor: Ulyasari

Share Berita:

Related Posts

Penuh Khidmat! SD Negeri 8 Peusangan Selatan Peringati Maulid Nabi 1448 H, Tanamkan Akhlak Mulia kepada Siswa

peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1448 Hijriah di UPTD SD Negeri 8

Share Berita:

Lanjutkan
Mukim Tgk Di Krueng Buka Lomba Maulid dan Tasyakur Santri IX TPQ Al-Kausar Bayu

Ketua Mukim Tgk Di Krueng, Tgk. Ridlanur, resmi membuka aneka lomba Maulid Nabi Muhammad SAW dan Tasyakur Wisuda Santri IX TPQ Al-Kausar Gampong Bayu, Kecamatan Peusangan, Minggu malam (18/10/2026), di Meunasah Bayu.

Share Berita:

Lanjutkan

Tinggalkan Balasan

Anda Melewatkan

Rektor UIA Nazaruddin Tegaskan Integritas di Era AI, 227 Wisudawan Resmi Dikukuhkan.

Rektor UIA Nazaruddin Tegaskan Integritas di Era AI, 227 Wisudawan Resmi Dikukuhkan.

Langkah Cepat Pemerintah Kerajaan Maroko, Wujud Komitmen Terhadap Integritas dan Tata Kelola Konstitusional

Langkah Cepat Pemerintah Kerajaan Maroko, Wujud Komitmen Terhadap Integritas dan Tata Kelola Konstitusional

Tim Investigasi Patrolisergapnews.com Aksi Humanis TNI, Polri, dan Warga Gotong Royong Atasi Mobil Mogok di Simpang Karang Delanggu

Tim Investigasi Patrolisergapnews.com Aksi Humanis TNI, Polri, dan Warga Gotong Royong Atasi Mobil Mogok di Simpang Karang Delanggu

Penuh Khidmat! SD Negeri 8 Peusangan Selatan Peringati Maulid Nabi 1448 H, Tanamkan Akhlak Mulia kepada Siswa

Penuh Khidmat! SD Negeri 8 Peusangan Selatan Peringati Maulid Nabi 1448 H, Tanamkan Akhlak Mulia kepada Siswa

Presiden Prabowo Terima DEN, Bahas Antisipasi El Nino dan Ketahanan Pangan

Presiden Prabowo Terima DEN, Bahas Antisipasi El Nino dan Ketahanan Pangan

Polres Bojonegoro Gelar Audiensi dengan SPBU, Perkuat Pengawasan Distribusi BBM

Polres Bojonegoro Gelar Audiensi dengan SPBU, Perkuat Pengawasan Distribusi BBM