Korban Pembakaran Rumah Kecewa dengan Proses Hukum di Polres Sumba Barat Daya

PATROLISERGAPNEWS.COM – Barat Daya – Warga Desa Wee Namba, Kecamatan Wewewa Utara, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), mengaku kecewa terhadap lambannya penanganan kasus pembakaran rumah yang mereka alami. Hingga memasuki bulan keempat sejak laporan dibuat, para korban mengklaim belum memperoleh kepastian hukum maupun perkembangan berarti dari pihak kepolisian.

Peristiwa pembakaran rumah tersebut menimpa beberapa warga setempat dan diduga dilakukan secara sengaja oleh pihak tertentu. Warga pun mendesak Polres Sumba Barat Daya agar segera menangkap dan mengamankan terduga pelaku demi mencegah terulangnya kejadian serupa di kemudian hari.

Salah satu korban, Marselina Mari, mengungkapkan bahwa dirinya telah melaporkan peristiwa pembakaran tersebut ke Polres Sumba Barat Daya sejak beberapa bulan lalu. Namun hingga kini, ia mengaku belum mendapatkan kejelasan mengenai proses hukum yang sedang berjalan.

“Waktu itu kita sudah lapor, tapi sampai sekarang tidak ada realisasi. Tidak ada informasi lagi. Mereka hanya bilang sudah kasih surat panggilan dua kali, tapi orangnya belum diamankan. Sampai sekarang kami tidak tahu apa alasan rumah kami dibakar. Kami minta pelaku bertanggung jawab,” ungkap Marselina dengan nada kecewa.

Korban lainnya juga menceritakan kronologi kejadian yang dialami saat malam pembakaran berlangsung. Ia menyebut peristiwa itu terjadi secara tiba-tiba ketika mereka sedang beristirahat di rumah.

“Waktu itu kami sedang tidur, lalu dengar suara dan bangun. Kami turun ke bale-bale dan melihat orang itu sudah bawa bensin dan daun kelapa kering. Dia langsung siram bensin dan bakar rumahnya mama Sem. Kami lari lewat belakang ke kebun kopi. Setelah itu dia siram bensin lagi ke rumah saya, dari dapur sampai bale-bale rumah besar, lalu lempar daun kelapa dan api langsung menyala,” tuturnya.

Para korban mengaku harus menyelamatkan diri dalam kondisi panik tanpa sempat menyelamatkan harta benda. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, meski kerugian materiil akibat kebakaran cukup besar.

Warga Desa Wee Namba menilai lambatnya penanganan kasus ini menimbulkan kekhawatiran dan rasa tidak aman di tengah masyarakat. Mereka berharap kepolisian dapat bertindak cepat dan tegas agar hukum benar-benar memberikan rasa keadilan bagi korban.

“Kami sangat kecewa. Harapan kami sekarang, orang itu harus segera diambil dan diamankan. Supaya kami juga merasa aman,” ujar salah satu korban.

Menurut warga, kasus pembakaran tersebut telah dilaporkan sekitar tiga bulan lalu dan kini telah memasuki bulan keempat. Namun hingga saat ini, mereka mengaku belum menerima informasi resmi mengenai perkembangan penyelidikan maupun langkah hukum lanjutan dari aparat penegak hukum.

Masyarakat menilai, lambannya penanganan perkara ini dapat mencederai kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum di daerah. Mereka berharap Polres Sumba Barat Daya segera memberikan kejelasan, baik terkait status terduga pelaku maupun proses hukum yang sedang berjalan.

Hingga berita ini diturunkan, warga Desa Wee Namba masih menunggu langkah tegas dari kepolisian untuk menuntaskan kasus pembakaran rumah tersebut dan memberikan kepastian hukum bagi para korban.

“Kami selalu berkoordinasi dan menanyakan sejauh mana perkembangan penanganan perkara ini. Dari SP2HP yang kami terima, terlapor sudah dipanggil dua kali, tetapi tidak hadir.

patrolisergapnews.com
Yusak

Share Berita:

Related Posts

Polres Bojonegoro Gelar Audiensi dengan SPBU, Perkuat Pengawasan Distribusi BBM

Polres Bojonegoro memperkuat pengawasan distribusi bahan bakar minyak (BBM) dengan menggandeng Pertamina, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, dan pengelola SPBU.

Share Berita:

Lanjutkan
Cegah Penyalahgunaan Narkotika, Polda Jateng Gelar Operasi Gabungan di Sejumlah Tempat Hiburan Malam Semarang

Polda Jawa Tengah bersama sejumlah instansi terkait melaksanakan operasi gabungan pemeriksaan narkotika di sejumlah tempat hiburan malam di Kota Semarang, Senin (19/10/2026) malam.

Share Berita:

Lanjutkan

Tinggalkan Balasan

Anda Melewatkan

Sorotan Tajam Sejumlah Pengaduan Pelangan PLN ULP MARISA Berstatus Dibatalkan, Manajemen Dituntut Buka Suara dan Bertanggung Jawap

Sorotan Tajam Sejumlah Pengaduan Pelangan PLN ULP MARISA Berstatus Dibatalkan, Manajemen Dituntut Buka Suara dan Bertanggung Jawap

Tanggul Paya Laot Peudada Kritis Akibat Erosi, Pemkab Bireuen Didesak Lakukan Penanganan Darurat

Tanggul Paya Laot Peudada Kritis Akibat Erosi, Pemkab Bireuen Didesak Lakukan Penanganan Darurat

Rektor UIA Nazaruddin Tegaskan Integritas di Era AI, 227 Wisudawan Resmi Dikukuhkan.

Rektor UIA Nazaruddin Tegaskan Integritas di Era AI, 227 Wisudawan Resmi Dikukuhkan.

Langkah Cepat Pemerintah Kerajaan Maroko, Wujud Komitmen Terhadap Integritas dan Tata Kelola Konstitusional

Langkah Cepat Pemerintah Kerajaan Maroko, Wujud Komitmen Terhadap Integritas dan Tata Kelola Konstitusional

Tim Investigasi Patrolisergapnews.com Aksi Humanis TNI, Polri, dan Warga Gotong Royong Atasi Mobil Mogok di Simpang Karang Delanggu

Tim Investigasi Patrolisergapnews.com Aksi Humanis TNI, Polri, dan Warga Gotong Royong Atasi Mobil Mogok di Simpang Karang Delanggu

Penuh Khidmat! SD Negeri 8 Peusangan Selatan Peringati Maulid Nabi 1448 H, Tanamkan Akhlak Mulia kepada Siswa

Penuh Khidmat! SD Negeri 8 Peusangan Selatan Peringati Maulid Nabi 1448 H, Tanamkan Akhlak Mulia kepada Siswa