Listyo Sigit dan Nyala Api Hoegeng yang Menerangi Tembok Adhyaksa

PATROLISERGAPNEWS.COM – Pendiri Haidar Alwi Institute (HAI) sekaligus Wakil Ketua Dewan Pembina Ikatan Alumni ITB

Ada tembok yang dibangun dari batu. Ada pula tembok yang dibangun dari pangkat, kewenangan, pengaruh, dan keyakinan bahwa tidak seorang pun cukup berani mengetuk pintunya.

Tembok kedua jauh lebih kokoh. Ia tidak terlihat, tetapi dapat dirasakan. Ia membuat orang kecil gemetar, pejabat memilih diam, dan aparat berpikir berkali-kali sebelum melangkah. Di balik tembok seperti itulah kekuasaan kerap merasa aman dari sorotan hukum.

Namun, setiap zaman selalu melahirkan pembawa cahaya.

Pada masa lalu, cahaya itu bernama Jenderal Hoegeng Iman Santoso. Ia membuktikan bahwa seragam kepolisian menemukan kehormatannya ketika dikenakan oleh orang yang tidak dapat dibeli dan tidak mudah ditaklukkan. Hoegeng tidak meninggalkan istana, kekayaan, atau dinasti. Ia meninggalkan sesuatu yang jauh lebih abadi: keberanian moral.

Lebih dari setengah abad kemudian, nyala itu kembali terlihat ketika Polri berani membuka kasus yang menyeret mantan Jampidsus Febrie Adriansyah. Kasus ini tidak hanya menyentuh seorang individu. Ia menyentuh lapisan kekuasaan, solidaritas korps, serta anggapan lama bahwa pejabat tinggi penegak hukum berada terlalu jauh untuk dijangkau aparat lain.

Di bawah kepemimpinan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Polri melangkah menuju tembok itu.

Tidak membawa kebencian. Tidak mengibarkan panji permusuhan. Polri datang membawa keberanian untuk mengatakan bahwa jabatan tinggi tidak boleh menjadi tempat persembunyian dari hukum.

SANG JENDERAL DAN PINTU YANG TERLARANG 

Membongkar kejahatan biasa membutuhkan kemampuan. Membongkar perkara yang menyentuh orang kuat membutuhkan keberanian.

Febrie bukan pejabat biasa. Ia pernah berdiri di puncak penanganan perkara korupsi Kejaksaan Agung. Namanya melekat pada berbagai kasus besar. Ia pernah memimpin barisan yang memburu koruptor, menyita aset, dan membawa banyak orang ke hadapan pengadilan.

Karena itu, ketika jejak perkara justru mengarah kepadanya, suasana berubah.

Orang yang pernah memegang pedang hukum kini harus bersedia diuji oleh pedang yang sama.

Banyak pihak mungkin mengira tidak ada institusi yang cukup berani untuk menyentuhnya. Terlalu tinggi pangkatnya, terlalu luas jaringannya, terlalu besar pengetahuannya, dan terlalu dekat aksesnya kepada pusat kekuasaan.

LISTYO SIGIT MEMBUKTIKAN SEBALIKNYA.

Di bawah komandonya, polisi tidak berhenti di depan nama besar. Mereka tidak menunduk di hadapan riwayat jabatan. Mereka tidak mundur hanya karena langkahnya dapat mengguncang hubungan antara dua institusi negara.

PINTU YANG DIANGGAP TERLARANG AKHIRNYA DIKETUK.

Dan ketika pintu itu terbuka, seluruh republik melihat bahwa keberanian belum sepenuhnya hilang dari tubuh kepolisian.

Share Berita:

Related Posts

Polres Bojonegoro Gelar Audiensi dengan SPBU, Perkuat Pengawasan Distribusi BBM

Polres Bojonegoro memperkuat pengawasan distribusi bahan bakar minyak (BBM) dengan menggandeng Pertamina, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, dan pengelola SPBU.

Share Berita:

Lanjutkan
Cegah Penyalahgunaan Narkotika, Polda Jateng Gelar Operasi Gabungan di Sejumlah Tempat Hiburan Malam Semarang

Polda Jawa Tengah bersama sejumlah instansi terkait melaksanakan operasi gabungan pemeriksaan narkotika di sejumlah tempat hiburan malam di Kota Semarang, Senin (19/10/2026) malam.

Share Berita:

Lanjutkan

Tinggalkan Balasan

Anda Melewatkan

Sorotan Tajam Sejumlah Pengaduan Pelangan PLN ULP MARISA Berstatus Dibatalkan, Manajemen Dituntut Buka Suara dan Bertanggung Jawap

Sorotan Tajam Sejumlah Pengaduan Pelangan PLN ULP MARISA Berstatus Dibatalkan, Manajemen Dituntut Buka Suara dan Bertanggung Jawap

Tanggul Paya Laot Peudada Kritis Akibat Erosi, Pemkab Bireuen Didesak Lakukan Penanganan Darurat

Tanggul Paya Laot Peudada Kritis Akibat Erosi, Pemkab Bireuen Didesak Lakukan Penanganan Darurat

Rektor UIA Nazaruddin Tegaskan Integritas di Era AI, 227 Wisudawan Resmi Dikukuhkan.

Rektor UIA Nazaruddin Tegaskan Integritas di Era AI, 227 Wisudawan Resmi Dikukuhkan.

Langkah Cepat Pemerintah Kerajaan Maroko, Wujud Komitmen Terhadap Integritas dan Tata Kelola Konstitusional

Langkah Cepat Pemerintah Kerajaan Maroko, Wujud Komitmen Terhadap Integritas dan Tata Kelola Konstitusional

Tim Investigasi Patrolisergapnews.com Aksi Humanis TNI, Polri, dan Warga Gotong Royong Atasi Mobil Mogok di Simpang Karang Delanggu

Tim Investigasi Patrolisergapnews.com Aksi Humanis TNI, Polri, dan Warga Gotong Royong Atasi Mobil Mogok di Simpang Karang Delanggu

Penuh Khidmat! SD Negeri 8 Peusangan Selatan Peringati Maulid Nabi 1448 H, Tanamkan Akhlak Mulia kepada Siswa

Penuh Khidmat! SD Negeri 8 Peusangan Selatan Peringati Maulid Nabi 1448 H, Tanamkan Akhlak Mulia kepada Siswa