Masyarakat Korban Banjir Merasa kecewa, Desak KPK untuk Turun ke Bireuen.

PATROLISERGAPNEWS.COM – BIREUEN – Seribuan masyarakat korban banjir dan tanah longsor dari berbagai desa di Kabupaten Bireuen yang tergabung dalam Koalisi Gerakan Sipil Bireuen kembali menggelar aksi unjuk rasa di halaman Kantor Bupati Bireuen, Senin (6/4/2026). Pantau tim investigasi media Patrolisergapnews com, Massa aksi mulai berkumpul sejak pukul 08.00 WIB di Ruang Terbuka Hijau (RTH) eks Stadion Cot Gapu Bireuen. Mereka datang menggunakan sepeda motor, mobil, hingga kendaraan bak terbuka dari berbagai wilayah terdampak.
Setelah melakukan konsolidasi, massa bergerak berjalan kaki menuju Kantor Bupati yang berada di sisi timur RTH.

Dalam aksi tersebut, para demonstran membawa spanduk, poster, serta berbagai tuntutan yang ditujukan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen.

Salah satu tuntutanC utama merekac adalah mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk turun langsung ke Bireuen danm mengaudit seluruh penggunaan anggaran terkait penanganan banjir.

“Kami mendesak KPK dan aparat penegak hukum untuk segera mengaudit seluruh anggaran, baik yang bersumber dari pemerintah pusat maupun daerah, yang hingga saat ini belum sepenuhnya kami terima sebagai korban banjir,” ujar perwakilan massa dalam orasinya.
.
Selain itu, massa juga meminta aparat penegak hukum mengusut sejumlah dugaan penyimpangan, dic antaranya pengelolaan anggaran rumah. tangga Pendopoc Bupati, anggaran perayaan Hari Ulang Tahun Kabupaten Bireuen 2025, serta dugaan pengelolaan parkir di RSUD dr Fauziah.

Tak hanya itu, isu dugaan nepotisme dan konflik kepentingan juga menjadi sorotan. Massa menilai adanya indikasi penempatan keluarga dalam jabatan strategis di lingkungan pemerintahan daerah.

“Jabatan publikc bukan warisan keluarga. Dugaan praktik nepotisme ini harus diusut karena. mencederai prinsip keadilan dan transparansi,” tegas salah satu orator.

Massa juga. menyoroti dugaan keterlibatan pihak tertentu dalam proyek-proyek pemerintah, termasuk di Dinas PUPR, serta adanya proyek yang disebut-sebut belum rampung namun anggarannya telah dicairkan.

Selain persoalan anggaran dan dugaan korupsi, aksi ini juga merupakan bentuk protes atas penanganan bencana yang dinilai tidak optimal.

Para demonstran mengaku masih banyak korban yang belum menerima bantuan, baik Dana Tunggu Hunian (DTH), bantuan rumah rusak, maupun bantuan stimulan lainnya.

Mereka juga mengkritik proses pendataan yang dianggap tidak transparan, termasuk banyaknya warga terdampak yang tidak masuk dalam daftar penerima bantuan dengan alasan Tidak Memenuhi Kriteria (TMK).

Salah seorang korban banjir asal Peusanganc mengungkapkan kekecewaannya karena hingga kini masih banyak warga yang belum mendapatkan haknya.

“Banyak dari kami kehilangan harta benda, rumah. terendam, tapi belum juga menerima bantuan. Ada yang tidak terdata, ada yang dianggap tidak memenuhi syarat. Ini yang kami pertanyakan,” ujarnya.

Aksi ini merupakan lanjutan dari gelombang protes sebelumnya. Massa menegaskan akanm terus mengawal isu ini hingga ada kejelasan dan tindakan konkret dari pemerintah maupun aparat penegak hukum.

“Kalau tidak siap dikritik, sebaiknya mundur. Jabatan publik membutuhkan tanggung jawab dan keterbukaan, bukan anti kritik” tutup ucapannya orator.

patrolisergapnews.com (Fahkrurrazi Ar)

Share Berita:
  • Related Posts

    Hujan Lebat Picu Luapan Air di Desa Jaba, Jalan Menuju UPTD SD 17 Terkikis dan Berlumpur

    Dampaknya Dampaknya air meluap hingga menyebabkan jalan menuju UPTD SD Negeri 17 Kecamatan Peudada mengalami erosi dan dipenuhi lumpur. air meluap hingga menyebabkan jalan menuju UPTD SD Negeri 17 Kecamatan Peudada mengalami erosi dan dipenuhi lumpur.

    Share Berita:

    Lanjutkan
    IPMASTIM Kupang Serahkan Kajian Tambang Emas Ilegal Wanggameti Sumba Timur kepada DPRD Provinsi NTT

    Kajian tersebut diserahkan kepada pimpinan rapat dan perwakilan DPRD NTT usai pelaksanaan Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang berlangsung di Ruang Rapat Kelimutu, DPRD Provinsi NTT.

    Share Berita:

    Lanjutkan

    Tinggalkan Balasan

    Anda Melewatkan

    Sorotan Tajam Sejumlah Pengaduan Pelangan PLN ULP MARISA Berstatus Dibatalkan, Manajemen Dituntut Buka Suara dan Bertanggung Jawap

    Sorotan Tajam Sejumlah Pengaduan Pelangan PLN ULP MARISA Berstatus Dibatalkan, Manajemen Dituntut Buka Suara dan Bertanggung Jawap

    Tanggul Paya Laot Peudada Kritis Akibat Erosi, Pemkab Bireuen Didesak Lakukan Penanganan Darurat

    Tanggul Paya Laot Peudada Kritis Akibat Erosi, Pemkab Bireuen Didesak Lakukan Penanganan Darurat

    Rektor UIA Nazaruddin Tegaskan Integritas di Era AI, 227 Wisudawan Resmi Dikukuhkan.

    Rektor UIA Nazaruddin Tegaskan Integritas di Era AI, 227 Wisudawan Resmi Dikukuhkan.

    Langkah Cepat Pemerintah Kerajaan Maroko, Wujud Komitmen Terhadap Integritas dan Tata Kelola Konstitusional

    Langkah Cepat Pemerintah Kerajaan Maroko, Wujud Komitmen Terhadap Integritas dan Tata Kelola Konstitusional

    Tim Investigasi Patrolisergapnews.com Aksi Humanis TNI, Polri, dan Warga Gotong Royong Atasi Mobil Mogok di Simpang Karang Delanggu

    Tim Investigasi Patrolisergapnews.com Aksi Humanis TNI, Polri, dan Warga Gotong Royong Atasi Mobil Mogok di Simpang Karang Delanggu

    Penuh Khidmat! SD Negeri 8 Peusangan Selatan Peringati Maulid Nabi 1448 H, Tanamkan Akhlak Mulia kepada Siswa

    Penuh Khidmat! SD Negeri 8 Peusangan Selatan Peringati Maulid Nabi 1448 H, Tanamkan Akhlak Mulia kepada Siswa