Muhammad Iqbal Nilai Kerusakan Hutan Jadi Biang Bencana Aceh

PATROLISERGAPNEWS.COM – BIREUEN – Kerusakan hutan lindung dan hutan adat yang terus terjadi di Aceh dinilai menjadi penyebab utama meningkatnya bencana banjir bandang dan longsor di berbagai daerah. Perambahan hutan yang berlangsung tanpa kendali kini berdampak langsung pada keselamatan dan kehidupan masyarakat.

Hal itu disampaikan Muhammad Iqbal, masyarakat Aceh yang aktif mengamati persoalan lingkungan, Selasa, 6 Januari 2026.

Menurutnya, bencana yang melanda sedikitnya 18 kabupaten/kota di Aceh bukan semata-mata karena faktor alam, tetapi akibat rusaknya hutan sebagai penyangga utama lingkungan.

“Kalau hutan rusak, air tidak lagi tertahan. Saat hujan deras, banjir dan longsor tidak bisa dihindari,” kata Muhammad Iqbal.

Ia menjelaskan, alih fungsi hutan lindung dan hutan adat menjadi kebun sawit, serta maraknya tambang ilegal seperti galian C dan tambang emas tanpa izin, telah merusak fungsi hutan. Aktivitas tersebut terjadi di berbagai wilayah, termasuk kawasan Batu Gajah dan sekitarnya.

Menurut Muhammad Iqbal, lemahnya pengawasan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, hingga peran tokoh adat membuat perambahan hutan terus berlanjut.

“Banyak yang tahu, tapi dibiarkan. Akhirnya rakyat yang menanggung dampaknya,” ujarnya.

Ia menilai pembiaran terhadap perusakan hutan tidak bisa dianggap sebagai kelalaian biasa. Ketika pelanggaran terus terjadi tanpa tindakan tegas, kepercayaan masyarakat terhadap negara ikut terkikis.

Muhammad Iqbal juga menyoroti kondisi masyarakat adat dan lokal yang sering kali tidak dilibatkan dalam pengelolaan sumber daya alam. Dalam banyak kasus, mereka hanya menjadi penonton, bahkan ikut menanggung risiko bencana, sementara keuntungan dinikmati pihak tertentu.

“Hutan bukan untuk dirusak, tapi untuk dijaga bersama. Kalau hutan habis, yang hilang bukan hanya pohon, tapi juga sumber hidup masyarakat,” tegasnya.

Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata, mulai dari penegakan hukum yang tegas hingga pembenahan tata kelola sumber daya alam yang lebih adil dan transparan.

Menurutnya, tanpa perubahan serius, bencana akan terus berulang dan rakyat Aceh akan selalu berada di posisi paling rentan.

( Zulfikar )

Share Berita:

Related Posts

Muswil I JATMA NTB Digelar di Hotel Golden Palace, Perkuat Konsolidasi Jamaah Ahlussunnah wal Jamaah

tokoh masyarakat, serta seluruh undangan dapat menghadiri Muswil I JATMA NTB ini

Share Berita:

Lanjutkan
Truk Operasional Tiba di Kodim Boyolali, Koperasi Merah Putih Siap Perkuat Ekonomi Desa

Program pengadaan kendaraan operasional tersebut merupakan bagian dari proyek nasional pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara guna memperkuat sistem distribusi dan pengembangan usaha koperasi desa.

Share Berita:

Lanjutkan

Tinggalkan Balasan

Anda Melewatkan

Kriminalisasi Sang Pembela Lingkungan: Potret Buram Mafia Hukum dan Jaksa Predator Keadilan

Kriminalisasi Sang Pembela Lingkungan: Potret Buram Mafia Hukum dan Jaksa Predator Keadilan

Sat Resnarkoba Polres Lhokseumawe Musnahkan 1,4 Kilogram Sabu dan Puluhan Gram Ganja

Sat Resnarkoba Polres Lhokseumawe Musnahkan 1,4 Kilogram Sabu dan Puluhan Gram Ganja

Riski Kaperwil Aceh Promosikan Bibit PPKS Unggul, Siap Dipasarkan ke Seluruh Aceh

Riski Kaperwil Aceh Promosikan Bibit PPKS Unggul, Siap Dipasarkan ke Seluruh Aceh

Perdana Sapa WBP, Karutan Salatiga Ajak Pembinaan dan Jaga Lingkungan

Perdana Sapa WBP, Karutan Salatiga Ajak Pembinaan dan Jaga Lingkungan

Peringati HUT Ke-61, Lemhannas RI Gelar Ziarah Di Makam Bung Karno Untuk Perkokoh Ketahanan Nasional

Peringati HUT Ke-61, Lemhannas RI Gelar Ziarah Di Makam Bung Karno Untuk Perkokoh Ketahanan Nasional

Kunjungan Kerja ke Polresta Banda Aceh, Kapolda Tekankan Profesionalisme, Pemberantasan Narkoba, dan Kesehatan Personel

Kunjungan Kerja ke Polresta Banda Aceh, Kapolda Tekankan Profesionalisme, Pemberantasan Narkoba, dan Kesehatan Personel