Nekat Selundupkan Sabu dan Ratusan Obat Terlarang di Celana Dalam Saat Besuk Suami, IRT Ditangkap di Lapas Sragen

PATROLISERGAPNEWS.COM – SRAGEN, JATENG – Upaya penyelundupan narkotika dan obat-obatan terlarang ke dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Sragen kembali berhasil digagalkan aparat gabungan. Seorang ibu rumah tangga berinisial Y diamankan petugas setelah kedapatan menyembunyikan sabu-sabu, psikotropika, dan obat berbahaya (obaya) di dalam celana dalamnya saat hendak membesuk suaminya yang menjadi warga binaan di Lapas tersebut.

Peristiwa itu terjadi pada Selasa, 26 Mei 2026 sekitar pukul 14.30 WIB di area pemeriksaan pengunjung Lapas Kelas IIA Sragen. Pengungkapan kasus bermula ketika tersangka datang layaknya pembesuk biasa dengan membawa barang bawaan serta ditemani anaknya yang masih kecil guna mengelabui petugas agar tidak menimbulkan kecurigaan.

Namun saat proses pemeriksaan dan penggeledahan badan oleh petugas wanita Lapas berlangsung, gerak-gerik tersangka dinilai mencurigakan. Petugas kemudian melakukan pemeriksaan lebih teliti terhadap pakaian yang dikenakan pelaku.

Kecurigaan petugas terbukti. Dari dalam celana dalam yang dikenakan tersangka, ditemukan sejumlah paket berisi narkotika jenis sabu, psikotropika, serta obat berbahaya yang sengaja disembunyikan untuk diselundupkan ke dalam lingkungan Lapas.

Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari melalui KBO Satresnarkoba Polres Sragen Iptu Setiya Permana menjelaskan, setelah barang bukti ditemukan, pihak Lapas langsung berkoordinasi dengan Satresnarkoba Polres Sragen untuk melakukan penanganan lebih lanjut.

“Petugas wanita yang melakukan penggeledahan menemukan adanya benda mencurigakan yang disembunyikan di dalam pakaian dalam tersangka. Setelah dilakukan pemeriksaan secara intensif, ditemukan narkotika jenis sabu, psikotropika, dan obat berbahaya yang rencananya akan dimasukkan ke dalam Lapas,” jelas Iptu Setiya Permana saat konferensi pers ungkap kasus.

Dari hasil penimbangan dan inventarisasi barang bukti, aparat berhasil mengamankan Narkotika jenis sabu seberat 10,94 gram. Psikotropika sebanyak 100 butir jenis Alprazolam. Obat berbahaya (obaya) sebanyak 123 butir jenis Yarindo.

Seluruh barang bukti tersebut dikemas dalam beberapa paket kecil agar mudah disembunyikan dan diduga telah dipersiapkan secara matang sebelum dibawa masuk ke dalam Lapas.

Berdasarkan hasil interogasi awal, tersangka Y mengaku hanya berperan sebagai kurir pengantar. Ia mengaku diperintah oleh seseorang untuk mengambil paket berisi narkotika dan obat-obatan tersebut di wilayah Kabupaten Sukoharjo sebelum akhirnya dibawa menuju Sragen menggunakan transportasi umum.

Untuk menghindari kecurigaan aparat, pelaku sengaja menyamarkan aksinya dengan berpura-pura sebagai istri yang datang membesuk suami sambil membawa anak kecil.

Barang haram tersebut kemudian disembunyikan di bagian paling sensitif tubuhnya agar lolos pemeriksaan.

Lebih lanjut, polisi mengungkap bahwa aksi nekat tersebut diduga dilakukan atas permintaan langsung dari suami tersangka yang sedang menjalani hukuman di dalam Lapas. Tersangka dijanjikan upah sebesar Rp1 juta apabila berhasil menyerahkan barang haram itu kepada suaminya.

“Pengakuan sementara, tersangka mendapatkan imbalan sebesar Rp1 juta apabila barang tersebut berhasil masuk dan diterima oleh suaminya di dalam Lapas. Uang itu rencananya akan diberikan oleh rekan suaminya yang berada di luar,” terang Iptu Setiya Permana.

Polisi juga menyebut nilai ekonomis sabu yang dibawa tersangka diperkirakan mencapai sekitar Rp1 juta per gram. Dengan jumlah hampir 11 gram, total nilai narkotika tersebut ditaksir mencapai belasan juta rupiah di pasaran gelap.

Kasus ini kini masih terus dikembangkan oleh Satresnarkoba Polres Sragen guna mengungkap kemungkinan adanya jaringan peredaran narkoba yang melibatkan warga binaan maupun pihak luar Lapas.

Aparat juga mendalami peran suami tersangka, termasuk kemungkinan keterlibatan narapidana lain dalam peredaran barang terlarang di dalam Lapas.

Menariknya, berdasarkan informasi awal, suami tersangka diketahui bukan merupakan narapidana kasus narkotika. Hal ini membuat polisi mencurigai adanya keterlibatan baru atau jaringan terselubung yang beroperasi di dalam lingkungan pemasyarakatan.

Saat ini tersangka berikut seluruh barang bukti telah diamankan di Mapolres Sragen guna menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Atas perbuatannya, tersangka terancam dijerat Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika serta ketentuan pidana terkait psikotropika dan obat-obatan berbahaya dengan ancaman hukuman berat.

Robet: patrolisergapnews.com

Share Berita:

Related Posts

Polisi Ungkap Penyebab Kebakaran Warung dan Toko Kelontong di Buluspesantren, Kerugian Capai Ratusan Juta Rupiah

Saat kejadian, kedua bangunan diketahui dalam keadaan kosong dan tidak dihuni pada malam hari.

Share Berita:

Lanjutkan
KEHILANGAN SEPEDA MOTOR DAN HANDPHONE DI LEWA HALIKIR, SUMBA TIMUR TELAH DILAPORKAN KE POLISI

Peristiwa ini telah dilaporkan secara resmi kepada pihak berwajib melalui Polsek Lewa dan Polres Sumba Timur

Share Berita:

Lanjutkan

Tinggalkan Balasan

Anda Melewatkan

Pangdam V/Brawijaya Tinjau Progres Pembangunan Yonif TP dan Jembatan Perintis Garuda di Bondowoso

Pangdam V/Brawijaya Tinjau Progres Pembangunan Yonif TP dan Jembatan Perintis Garuda di Bondowoso

Polisi Ungkap Penyebab Kebakaran Warung dan Toko Kelontong di Buluspesantren, Kerugian Capai Ratusan Juta Rupiah

Polisi Ungkap Penyebab Kebakaran Warung dan Toko Kelontong di Buluspesantren, Kerugian Capai Ratusan Juta Rupiah

Pangdam I/BB Pimpin Sertijab Danyonif 100/PS, Tekankan Agar Satuan Terus Berprestasi

Pangdam I/BB Pimpin Sertijab Danyonif 100/PS, Tekankan Agar Satuan Terus Berprestasi

Kodam V/Brawijaya Terima Bantuan Kendaraan Operasional dari BSI RO VIII Surabaya untuk Perkuat Mobilitas Tugas

Kodam V/Brawijaya Terima Bantuan Kendaraan Operasional dari BSI RO VIII Surabaya untuk Perkuat Mobilitas Tugas

Dari Satuan ke Satuan, Danrem 132/Tadulako Mantapkan Soliditas dan Semangat Pengabdian Prajurit

Dari Satuan ke Satuan, Danrem 132/Tadulako Mantapkan Soliditas dan Semangat Pengabdian Prajurit

Polemik Film Dokumenter “Pesta Babi”: Antara Keterbukaan Informasi, Pelindungan Data Pribadi, dan Konflik Agraria Papua

Polemik Film Dokumenter “Pesta Babi”: Antara Keterbukaan Informasi, Pelindungan Data Pribadi, dan Konflik Agraria Papua