Nestapa Karniah, Janda 3 Anak di Lhok Bayu Aceh Utara: Bertahan di Gubuk Paska Banjir Tanpa Sentuhan Pemerintah

PATROLISERGAPNEWS.COM – SAWANG – Tim Patrolisergapnews turun langsung memantau kondisi warga di Desa Lhok Bayu, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor. Di tengah suasana puasa ke-5, Senin (23/02/2026), ditemukan potret memilukan dari seorang warga bernama Karniah (38).

Karniah, seorang janda yang menghidupi tiga anak sendirian setelah ditinggal suaminya, kini harus bertahan hidup di sebuah gubuk yang tidak layak. Ironisnya, pasca bencana melanda kawasan tersebut, bantuan maupun perhatian dari pemerintah Gampong (desa) hingga pihak Kecamatan dilaporkan belum menyentuh keluarga kecil ini.
Kepada awak media Patrolisergapnews.com

“Karniah mengungkapkan keluh kesahnya sembari berharap ada uluran tangan dari pihak berwenang.

“Kami tinggal di gubuk ini bersama anak-anak. Saya sangat memohon kepada pemerintah Kecamatan, Kabupaten, bahkan Pusat untuk peduli pada nasib kami. Sampai saat ini, bantuan paska bencana belum kami terima,” ujar Karniah dengan nada lirih.
Kondisi Karniah menjadi cerminan masih adanya warga terdampak bencana yang luput dari pendataan dan penyaluran bantuan.

Tim Patrolisergapnews.com mendesak instansi terkait, khususnya Dinas Sosial Aceh Utara dan BPBD Aceh Utara, untuk segera meninjau lokasi dan memberikan bantuan darurat bagi janda tiga anak tersebut agar dapat menjalani ibadah Ramadan dengan lebih layak.

Sumber : Tim patrolisergapnews.com Zulfikar

Share Berita:
  • Related Posts

    KPK: Pemberantasan Korupsi Tak Cukup Hukum Pelaku, Aset Hasil Kejahatan Harus Dikembalikan

    Urgensi mengejar aset hasil korupsi juga semakin besar karena korupsi masih menjadi salah satu sumber utama risiko pencucian uang di Indonesia.

    Share Berita:

    Lanjutkan
    Dipaksa Undur Diri Tanpa SP, Karyawan Loyal 9 Tahun di SPBU Pangkalpinang Bongkar Dugaan ‘Kambing Hitam’ dan Rekayasa PHK

    AGUNG, seorang karyawan yang telah mengabdi selama sembilan tahun di SPBU 24.331.69 kawasan Selindung Baru Pangkalpinang, mengaku menjadi korban pemecatan sepihak yang dibalut dengan rekayasa pengunduran diri.

    Share Berita:

    Lanjutkan

    Tinggalkan Balasan

    Anda Melewatkan

    Tim Terpadu Katingan Hilir Gelar Sosialisasi Larangan Penambangan Emas Tanpa Izin

    Tim Terpadu Katingan Hilir Gelar Sosialisasi Larangan Penambangan Emas Tanpa Izin

    Presiden Prabowo Terima Menteri Kebudayaan Bahas Usulan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan

    Presiden Prabowo Terima Menteri Kebudayaan Bahas Usulan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan

    Dihad4ng Ketid4kpastian Hukum: Ketum PPWI Siaran Langsung B0ngkar Temuan di Polda Sumsel

    Dihad4ng Ketid4kpastian Hukum: Ketum PPWI Siaran Langsung B0ngkar Temuan di Polda Sumsel

    458 Santri Ikuti Seleksi Beasiswa Hafizh Al-Qur’an Bireuen 2026 Selama Empat Hari

    458 Santri Ikuti Seleksi Beasiswa Hafizh Al-Qur’an Bireuen 2026 Selama Empat Hari

    Mutasi Sejumlah Pati dan Pamen Polri, Sejumlah Jabatan Strategis Berganti

    Mutasi Sejumlah Pati dan Pamen Polri, Sejumlah Jabatan Strategis Berganti

    Kejagung Sita Aset Bos Tambang Aseng Rp338 Miliar

    Kejagung Sita Aset Bos Tambang Aseng Rp338 Miliar