Pasca-Gempa M 7,7 Nagekeo, Puluhan Ribu Pengungsi di NTT Desak Pemerintah Pusat Salurkan Bantuan Darurat

PATROLISERGAPNEWS.COM – JAKARTA –
Puluhan ribu warga di beberapa kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) saat ini berada dalam kondisi memprihatinkan. Kondisi tersebut merupakan dampak dari bencana gempa bumi berkekuatan Magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang Mbay-Nagekeo pada Sabtu, 15 Agustus lalu.

Hingga saat ini, para korban bencana masih terpaksa bertahan di tenda-tenda darurat serta alam terbuka. Mereka sangat membutuhkan pasokan makanan, air minum, obat-obatan, serta tenda pengungsian yang lebih layak.

Menanggapi situasi darurat ini, Pakar Hukum Internasional sekaligus Ekonom yang juga menjabat sebagai Presiden Partai Oposisi Merdeka, Prof. Sutan Nasomal, S.H., M.H., menyampaikan desakan langsung kepada Presiden RI, Prabowo Subianto. Ia meminta Kepala Negara segera menginstruksikan jajaran menteri dan kepala daerah untuk bergerak cepat menanggulangi dampak bencana.

“Saya berharap Presiden Prabowo Subianto segera memerintahkan seluruh pimpinan tinggi negara maupun kepala daerah untuk siaga penuh. Jangan lengah. Gunakan Dana Siap Saji atau dana tidak terduga secara cepat dan transparan demi menolong masyarakat yang tertimpa musibah. Para pemimpin tidak boleh lalai, dan yang paling krusial, jangan sampai ada oknum yang melakukan korupsi atau menilep bantuan kemanusiaan ini,” tegas Prof. Sutan Nasomal melalui sambungan telepon dari Cijantung, Jakarta, Minggu (23/8/2026).

Berdasarkan laporan terkini dari Bernadus (60), seorang relawan di lapangan, guncangan gempa masif ini telah melumpuhkan aktivitas serta merusak infrastruktur vital lintas sektor di beberapa kabupaten:

(1). Kabupaten Manggarai Barat: Sebanyak 6.541 rumah warga dilaporkan rusak. Rinciannya meliputi 2.539 unit rusak berat, 1.039 unit rusak sedang, dan 2.963 unit rusak ringan.

(2).Kabupaten Ngada: Gempa mengakibatkan 4.914 rumah warga mengalami kerusakan parah.

(3).Kabupaten Sikka: Kerusakan pemukiman memaksa lebih dari 11.862 warga mengungsi meninggalkan kediaman mereka. Sebanyak 2.560 rumah warga di wilayah ini dipastikan rusak.

(4). Kabupaten Manggarai Timur: Guncangan melumpuhkan puluhan ribu rumah hingga tidak layak huni. Kerusakan vital juga menimpa Jembatan Dampek di Kecamatan Lamba Leda Utara, yang memutus akses mobilisasi pengungsi dan menghambat distribusi logistik.

Kendala Operasional dan Kondisi Pengungsi Upaya tanggap darurat di lapangan saat ini masih menghadapi berbagai hambatan teknis yang cukup berat:

( A ). Akses Komunikasi Lumpuh: Aliran listrik di sebagian besar wilayah terdampak mati total. Hal ini menghambat koordinasi data dan pengiriman informasi terkini.

( B ). Krisis Medis: Korban luka-luka dan patah tulang akibat reruntuhan bangunan hanya mendapatkan perawatan seadanya di Puskesmas setempat karena keterbatasan obat-obatan serta peralatan medis.

( C ). Fasilitas Publik Hancur: Sejumlah tempat ibadah (gereja dan masjid), gedung sekolah, serta kantor pemerintahan mengalami kerusakan parah. Kondisi tersebut memaksa pengalihan seluruh aktivitas publik ke tenda darurat.

( D ). Kerentanan Kelompok Rentan: Anak-anak balita (usia 1 bulan hingga 5 tahun) sangat membutuhkan pasokan makanan serta nutrisi khusus. Sementara itu, kondisi para lansia kian mengkhawatirkan karena harus tidur di alam terbuka tanpa pelindung tenda yang memadai, sehingga sangat rentan terserang penyakit.

Melihat eskalasi dampak kerusakan yang meluas, sinergi dan koordinasi cepat antara Pemerintah Daerah NTT dan Pemerintah Pusat mutlak diperlukan. Langkah intervensi cepat harus segera diambil guna menghindari keterlambatan penanganan logistik yang bisa berdampak fatal bagi para pengungsi.

Laporan Yusak KAPERWIL Patrolisergapnews TV Turun Langsung ke Lapangan.
Editor: Robet.

Share Berita:

Related Posts

KPK: Pemberantasan Korupsi Tak Cukup Hukum Pelaku, Aset Hasil Kejahatan Harus Dikembalikan

Urgensi mengejar aset hasil korupsi juga semakin besar karena korupsi masih menjadi salah satu sumber utama risiko pencucian uang di Indonesia.

Share Berita:

Lanjutkan
Dipaksa Undur Diri Tanpa SP, Karyawan Loyal 9 Tahun di SPBU Pangkalpinang Bongkar Dugaan ‘Kambing Hitam’ dan Rekayasa PHK

AGUNG, seorang karyawan yang telah mengabdi selama sembilan tahun di SPBU 24.331.69 kawasan Selindung Baru Pangkalpinang, mengaku menjadi korban pemecatan sepihak yang dibalut dengan rekayasa pengunduran diri.

Share Berita:

Lanjutkan

Tinggalkan Balasan

Anda Melewatkan

Tim Terpadu Katingan Hilir Gelar Sosialisasi Larangan Penambangan Emas Tanpa Izin

Tim Terpadu Katingan Hilir Gelar Sosialisasi Larangan Penambangan Emas Tanpa Izin

Presiden Prabowo Terima Menteri Kebudayaan Bahas Usulan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan

Presiden Prabowo Terima Menteri Kebudayaan Bahas Usulan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan

Dihad4ng Ketid4kpastian Hukum: Ketum PPWI Siaran Langsung B0ngkar Temuan di Polda Sumsel

Dihad4ng Ketid4kpastian Hukum: Ketum PPWI Siaran Langsung B0ngkar Temuan di Polda Sumsel

458 Santri Ikuti Seleksi Beasiswa Hafizh Al-Qur’an Bireuen 2026 Selama Empat Hari

458 Santri Ikuti Seleksi Beasiswa Hafizh Al-Qur’an Bireuen 2026 Selama Empat Hari

Mutasi Sejumlah Pati dan Pamen Polri, Sejumlah Jabatan Strategis Berganti

Mutasi Sejumlah Pati dan Pamen Polri, Sejumlah Jabatan Strategis Berganti

Kejagung Sita Aset Bos Tambang Aseng Rp338 Miliar

Kejagung Sita Aset Bos Tambang Aseng Rp338 Miliar