PATROLISERGAPNEWS.COM – ACEH – Edisi Pertama: Minimnya referensi detail tentang tahun dan usia beliau saat pertama kakinya menginjak bumi di Aceh, kisah ini masih lestari berdasarkan cerita turun temurun dari keturunannya serta masih utuh beberapa benda peninggalan beliau sehingga dapat disimpulkan bahwa kedatangannya ke Aceh sekitar abad ke 13 Masehi. Beliau adalah seorang sosok ULAMA SUFI ( Orang suci hatinya kepada Allah ) nama beliau sangat termasyhur akibat karamahnya yang sungguh luar biasa.
Ulama sufi ini bernama asli Syeh Abdur Rahim Al Asyi bin Muhammad Shaleh berasal dari Kan’an lraq hijrah ke Aceh bersama rombongannya bertujuan mensyiarkan dan mengembangkan ajaran lslam, melintasi laut Arab, Yaman, lndia dan singgah di Pulau Andaman, Nicobar, Pulau Weh kemudian mendarat di Lam kabeu Aceh besar, lalu pindah beberapa orang dari rombongannya menetap di Tanoh Abee Seulimum dan membuka tempat pengajian.
Kemudian rombongan tersebut menempuh perjalanan kembali menuju ke arah timur dan sesampainya di kuala Jangka banyak pelayaran manca negara singgah di pelabuhan tersebut.
Ulama sufi ini mengambil sikap akan menetap dikawasan Peusangan selamanya hanya saja perlu mencari tempat yang sesuai dengan keinginan hatinya, rombongan tersebut awalnya menetap di Gampong Asan Biduen dan membuka pengajian kemudian pindah ke Gampong keudee Hasan.
Sesudah sekian lama menetap dikawasan Peusangan namun tempat yang didambakan belum juga ketemu, akhirnya beliau melaksanakan Shalat istikharah berharap semoga Allah menunjukkan tempat yang terbaik.
Pada malam keempat beliau shalat istikharah esoknya Syeh Abdur Rahim ulama bersama pengikutnya bergerak menuju perbukitan supaya lebih mudah memandang kesemua penjuru mata angin sehingga jelas terlihat tempat yang layak dijadikan pemukiman dan saat menoleh kesisi timur terlihatlah sekumpalan kilauan putih dan bersih… bersambung.
Sumber: Zulfikar team patrolisergapnews.com
Editor: Ulyasari







