Sedimentasi Waduk Paya Laot Mengancam 14 Desa, Petani Peudada Desak Pembersihan

PATROLISERGAPNEWS.COM – BIREUEN – Guna memperkuat ketahanan pangan dan mencegah ancaman gagal panen, Keuchik Gampong Pulo Ara, Muhammad Amin, mengusulkan pembersihan sedimentasi lumpur di Waduk Paya Laot, Mukim Alue Rheng, Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen.

Langkah ini mendesak dilakukan mengingat wilayah Kecamatan Peudada memiliki potensi pertanian yang sangat besar. Dari total luas wilayah 39.133 hektare, sebesar 97,86 persen merupakan lahan pertanian, dengan rincian 5,53 persen lahan sawah dan 92,33 persen lahan non-sawah.

Selama ini, petani di Mukim Alue Rheng, Mukim Tgk Di Paya, dan Mukim Pintoe Batee sangat bergantung pada pasokan air dari Waduk Paya Laot serta curah hujan.

Setidaknya ada 14 gampong (desa) yang terdampak langsung oleh kondisi waduk saat ini, yaitu Gampong Pulo Ara, Cot Laot, Dayah Mon Ara, Blang Bati, Keude Alue Rheng, Pulo Lawang, Paya Timu, Paya, Paya Barat, Seuneubok Paya, Blang Geuleumpang, Gampong Baro, Karing, dan Dusun Tingoh Menasah Alue.

“Petani di sini hanya bisa panen sekali setahun saat musim hujan. Jika perhitungan waktunya salah, mereka sering mengalami gagal tanam atau gagal panen akibat krisis air,” ujar Muhammad Amin pada Minggu (28/6/2026).

Amin menjelaskan, pembersihan lumpur terakhir kali dilakukan pada tahun 2020 di era Gubernur Irwandi Yusuf. Setelah lima tahun tanpa perawatan, banjir besar pada 26 November 2025 memperparah kondisi waduk dengan membawa material lumpur baru yang menumpuk di atas sedimentasi lama. Akibatnya, daya tampung waduk menyusut drastis, sehingga air cepat meluap mendekati bibir tanggul.

Kondisi ini tidak hanya mengancam sektor pertanian, tetapi juga keselamatan warga. Jika pintu air tidak dikendalikan dengan baik saat hujan deras, tanggul waduk berisiko jebol dan berpotensi merendam pemukiman di Gampong Keude Alue Rheng, Pulo Lawang, Seuneubok Paya, Paya Timu, dan Karing.

“Kami sangat berharap pemerintah segera melakukan pengerukan waduk ini. Jika waduk berfungsi optimal, petani dipastikan bisa menanam padi secara rutin dua kali dalam setahun,” tambah Amin. Di sisi lain, tantangan pertanian di Peudada juga terjadi di wilayah Mukim Blang Birah dan Mukim Krung.

Lahan sawah di kawasan tersebut mengalami gagal tanam selama empat tahun terakhir akibat jebolnya tanggul Brandang Hagu bagian kanan pascabanjir akhir 2023. Saat ini, enam gampong di wilayah tersebut sedang berupaya membuka kembali lahan sawah mereka dengan bantuan fasilitas penampung air dari Dinas Pertanian dan Perkebunan Bireuen.

Sementara itu, Kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Peudada, Zulfikar, memaparkan data bahwa total luas sawah tadah hujan di Kecamatan Peudada mencapai 442 hektare. Berdasarkan laporan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL), potensi tersebut tersebar di beberapa titik, termasuk di Desa Cot Laot.

“Luas sawah tadah hujan keseluruhan untuk Kecamatan Peudada sekitar 442 hektare. Untuk Desa Cot Laot sendiri ada sekitar 20 hektare, dan hingga saat ini warga baru melakukan penanaman di lahan seluas 8 hektare,” jelas Zulfikar melalui pesan tertulis WhatsApp.

Sumber: Robet patrolisergapnews.com
Editor: Ulyasari

Share Berita:

Related Posts

KPK: Pemberantasan Korupsi Tak Cukup Hukum Pelaku, Aset Hasil Kejahatan Harus Dikembalikan

Urgensi mengejar aset hasil korupsi juga semakin besar karena korupsi masih menjadi salah satu sumber utama risiko pencucian uang di Indonesia.

Share Berita:

Lanjutkan
Dipaksa Undur Diri Tanpa SP, Karyawan Loyal 9 Tahun di SPBU Pangkalpinang Bongkar Dugaan ‘Kambing Hitam’ dan Rekayasa PHK

AGUNG, seorang karyawan yang telah mengabdi selama sembilan tahun di SPBU 24.331.69 kawasan Selindung Baru Pangkalpinang, mengaku menjadi korban pemecatan sepihak yang dibalut dengan rekayasa pengunduran diri.

Share Berita:

Lanjutkan

Tinggalkan Balasan

Anda Melewatkan

Jaga Silaturahmi, Keluarga Besar Patrolisergapnews TV Jenguk Om Harri yang Sedang Sakit di RS Bhayangkara Semarang

Jaga Silaturahmi, Keluarga Besar Patrolisergapnews TV Jenguk Om Harri yang Sedang Sakit di RS Bhayangkara Semarang

Tim Terpadu Katingan Hilir Gelar Sosialisasi Larangan Penambangan Emas Tanpa Izin

Tim Terpadu Katingan Hilir Gelar Sosialisasi Larangan Penambangan Emas Tanpa Izin

Presiden Prabowo Terima Menteri Kebudayaan Bahas Usulan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan

Presiden Prabowo Terima Menteri Kebudayaan Bahas Usulan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan

Dihad4ng Ketid4kpastian Hukum: Ketum PPWI Siaran Langsung B0ngkar Temuan di Polda Sumsel

Dihad4ng Ketid4kpastian Hukum: Ketum PPWI Siaran Langsung B0ngkar Temuan di Polda Sumsel

458 Santri Ikuti Seleksi Beasiswa Hafizh Al-Qur’an Bireuen 2026 Selama Empat Hari

458 Santri Ikuti Seleksi Beasiswa Hafizh Al-Qur’an Bireuen 2026 Selama Empat Hari

Mutasi Sejumlah Pati dan Pamen Polri, Sejumlah Jabatan Strategis Berganti

Mutasi Sejumlah Pati dan Pamen Polri, Sejumlah Jabatan Strategis Berganti