Sinergi Alam dan Ekonomi: Bimtek Lebah Trigona Peudada Wujudkan Hutan Lestari Masyarakat Sejahtera

PATROLISERGAPNEWS.COM – PEUDADA – Membangun jembatan kokoh antara pelestarian ekosistem hutan dan kemandirian ekonomi masyarakat menjadi kenyataan nyata di tanah Peudada. Bimbingan Teknis (Bimtek) Kewirausahaan Kreatif Kehutanan dengan tema utama “Forest Youthpreneurship: Budidaya dan Digitalisasi Pemasaran Produk Lebah Trigona spp”, berlangsung secara khidmat, tertib, dan penuh semangat di Aula Kantor Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen, Selasa (1/9/2026).

Kegiatan strategis ini diselenggarakan secara resmi oleh Pusat Pengembangan Generasi Pelestari Hutan, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kehutanan – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dengan tujuan utama mencetak generasi wirausahawan muda yang tidak hanya inovatif dan mandiri secara ekonomi, tetapi juga memiliki kesadaran tinggi serta komitmen kuat terhadap prinsip kelestarian dan keberlanjutan sumber daya alam.

Acara berjalan lancar dan dihadiri langsung oleh pemimpin kegiatan: Luckmi Purwandari, S.T., M.Si., selaku Kepala Pusat Pengembangan Generasi Pelestari Hutan. Turut hadir memberikan dukungan penuh sekaligus menyambut baik terselenggaranya kegiatan ini di wilayahnya, Camat Peudada, serta diikuti oleh peserta yang berdedikasi dari berbagai lintas instansi teknis terkait dan unsur pemuda setempat. Kehadiran seluruh peserta tercatat rapi dalam administrasi resmi, menunjukkan keseriusan serta antusiasme luar biasa yang tergambar jelas dalam sesi dokumentasi foto bersama-mewujudkan satu semangat persatuan di bawah tujuan mulia pembangunan berkelanjutan.

Dalam paparan arahan yang tajam, berwawasan luas, dan penuh visi ke depan, Luckmi Purwandari, S.T., M.Si. menegaskan posisi strategis kegiatan ini:

“Hutan adalah warisan hidup yang tak sekadar harus dijaga dan dilindungi, melainkan mampu dikelola secara cerdas, terarah, dan bernilai tambah tinggi. Budidaya lebah hutan jenis Trigona ini adalah contoh usaha yang sangat ramah lingkungan, namun menyimpan potensi ekonomi luar biasa besar. Apalagi jika disandingkan dengan penguasaan teknologi pemasaran digital-maka produk unggulan lokal Aceh tidak hanya berhenti di pasar tradisional, melainkan siap bersaing dengan kualitas terbaik di tingkat nasional hingga mencapai jangkauan pasar yang lebih luas lagi. Kami hadir di sini ingin melahirkan pelaku usaha yang cerdas: mereka yang tidak merusak lingkungan demi keuntungan sesaat, melainkan menjadikan alam sebagai mitra sejati untuk masa depan yang panjang dan terjamin.”

Sementara itu, Camat Peudada dalam sambutan dan tanggapan resminya menyampaikan apresiasi yang mendalam serta rasa bangga yang besar atas kepercayaan menjadikan wilayahnya sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan berharga ini:

“Kehadiran program ini membawa angin segar dan harapan baru bagi pemuda serta masyarakat luas di Kecamatan Peudada. Bekal ilmu keterampilan teknis budidaya yang tepat, ditunjang kemampuan membangun akses pasar lewat jalur digital, adalah kunci kemajuan yang kita butuhkan. Kami sangat berharap seluruh materi yang disampaikan tidak hanya menjadi wawasan teori, melainkan segera berubah menjadi tindakan nyata: tumbuh usaha-usaha produktif, terbuka lapangan kerja baru bagi putra daerah, serta menjamin kelestarian hutan kita tetap terjaga utuh dan berwibawa.”

Sepanjang pelaksanaan bimbingan berlangsung dalam suasana yang dinamis, interaktif, dan penuh semangat belajar, para peserta dibekali pengetahuan mendalam serta keterampilan teknis yang teruji mulai dari cara pengelolaan, pemeliharaan, hingga penanganan hasil budidaya lebah hutan yang berkualitas tinggi. Selain itu, peserta juga dibimbing membangun strategi pemasaran yang kreatif, modern, dan berbasis teknologi informasi agar produk yang dihasilkan dikenal luas, memiliki nilai kepercayaan tinggi, serta mampu bersaing di tengah dinamika pasar yang semakin berkembang pesat.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata dan terpercaya bahwa: Prinsip pelestarian lingkungan hidup serta upaya memajukan perekonomian masyarakat dapat berjalan beriringan-secara profesional, terukur, berdaya guna, dan berkelanjutan.

Zulfikar: patrolisergapnews.com
Editor: Ulyasari

Share Berita:

Related Posts

Bagi-Bagi 15.000 Ayam Gratis di Alun-Alun, Aksi Damai Peternak Kendal Lancar dengan Pelayanan Persuasif Polisi

Aksi damai tersebut dikemas dalam bentuk kegiatan sosial berupa pembagian 15.000 ekor ayam hidup kepada masyarakat umum.

Share Berita:

Lanjutkan
Polda Gorontalo Temukan Retail Jual Harga Ayam Kemahalan

Agus menjelaskan bahwa terdapat perubahan harga yang signifikan, dengan kenaikan sekitar Rp 3.000 hingga Rp 4.000 per kilogram dalam beberapa hari terakhir.

Share Berita:

Lanjutkan

Tinggalkan Balasan

Anda Melewatkan

Tim Terpadu Katingan Hilir Gelar Sosialisasi Larangan Penambangan Emas Tanpa Izin

Tim Terpadu Katingan Hilir Gelar Sosialisasi Larangan Penambangan Emas Tanpa Izin

Presiden Prabowo Terima Menteri Kebudayaan Bahas Usulan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan

Presiden Prabowo Terima Menteri Kebudayaan Bahas Usulan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan

Dihad4ng Ketid4kpastian Hukum: Ketum PPWI Siaran Langsung B0ngkar Temuan di Polda Sumsel

Dihad4ng Ketid4kpastian Hukum: Ketum PPWI Siaran Langsung B0ngkar Temuan di Polda Sumsel

458 Santri Ikuti Seleksi Beasiswa Hafizh Al-Qur’an Bireuen 2026 Selama Empat Hari

458 Santri Ikuti Seleksi Beasiswa Hafizh Al-Qur’an Bireuen 2026 Selama Empat Hari

Mutasi Sejumlah Pati dan Pamen Polri, Sejumlah Jabatan Strategis Berganti

Mutasi Sejumlah Pati dan Pamen Polri, Sejumlah Jabatan Strategis Berganti

Kejagung Sita Aset Bos Tambang Aseng Rp338 Miliar

Kejagung Sita Aset Bos Tambang Aseng Rp338 Miliar