PATROLISERGAPNEWS.COM – MALANG – Ribuan warga memadati ruas jalan utama Desa Tawangsari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, untuk menyaksikan gelaran Pawai Budaya, Kamis (25/6). Acara yang berlangsung meriah ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan hari ulang tahun atau Slametan Desa Tawangsari ke-200 (dua abad).
Perayaan ini menghadirkan lebih dari 30 kontingen yang menampilkan beragam atraksi budaya dan kesenian tradisional sebagai wujud rasa syukur sekaligus upaya memperkuat identitas lokal.Sejak pagi hari, antusiasme masyarakat dari lima dusun-yakni Dusun Manting, Ngereh, Mejuran, Bunder, dan Ngebrong-telah meluapkan jalur utama desa.
Peserta pawai datang dari berbagai unsur, mulai dari lembaga desa, kelompok seni, hingga perwakilan Rukun Tetangga (RT). Mereka menampilkan daya tarik utama berupa kesenian bantengan yang enerjik, pertunjukan drumband, hingga tradisi religius Ishari yang khas. Kepala Desa Tawangsari, Miftakhul Anwar, menjelaskan bahwa peringatan tahun ini mengusung tema
“Desa Tawangsari dengan Semangat Bermasyarakat Mewujudkan Desa Bermartabat.”
Menurutnya, momentum dua abad ini menjadi pengingat penting bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus membangun desa yang maju tanpa kehilangan akar budaya asli.“Perayaan tahun ini sangat istimewa karena menandai perjalanan panjang dua abad Desa Tawangsari.
Pawai budaya ini bukan sekadar hiburan, melainkan bentuk nyata pelestarian tradisi seperti Ishari, bantengan, dan drumband agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi muda,” ujar Miftakhul Anwar.
Selain kemeriahan pawai, rangkaian Slametan Desa Tawangsari ke-200 ini sebenarnya telah dimulai sejak pertengahan Juni dengan fokus pada kegiatan religius dan spiritual. Elemen masyarakat menggelar khataman Al-Qur’an secara serentak di musala seluruh desa, dilanjutkan dengan tasyakuran di punden desa, serta doa bersama di sejumlah sumber mata air.
Ritual ini menjadi simbol penghormatan terhadap alam dan sejarah yang menopang kehidupan desa selama ratusan tahun. Doa bersama juga dilaksanakan secara khidmat di balai desa maupun balai dusun. Apresiasi tinggi turut disampaikan oleh Camat Pujon, Sujarwo Ady Wijayanto.
Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa perayaan ini merupakan sarana efektif untuk mempererat persaudaraan antarwarga serta merefleksikan nilai gotong royong di tengah perkembangan zaman.
“Kami berharap Desa Tawangsari senantiasa diberikan keberkahan, keamanan, dan kemajuan. Semoga Tawangsari semakin barokah dan menjadi desa yang gemah ripah loh jinawi bagi seluruh masyarakatnya,” ungkap Sujarwo.
Sujarwo juga mengimbau seluruh warga untuk tetap menjaga ketertiban, keamanan, dan mematuhi arahan panitia agar seluruh rangkaian acara berjalan kondusif. Peringatan dua abad ini membuktikan bahwa masyarakat Desa Tawangsari mampu menyelaraskan tradisi leluhur dan modernitas secara berdampingan.
Rangkaian acara perayaan ini masih akan terus berlanjut ke depan dengan berbagai agenda besar, seperti pertunjukan Ishari tingkat Kecamatan Pujon, karnaval sound system, pemilihan Sinok Desa, pengajian akbar, hingga panggung hiburan yang menghadirkan grup kasidah legendaris, Nasida Ria asal Semarang.
Sumber: Robet patrolisergapnews.com
Editor: Ulyasari








