PATROLISERGAPNEWS.COM – BIREUEN – Dalam upaya membentengi generasi muda dari berbagai pengaruh negatif yang dapat merusak masa depan, Polsek Peudada, Polres Bireuen, menggelar kegiatan sosialisasi pencegahan kenakalan remaja di MTsN 4 Bireuen, Kabupaten Bireuen, Aceh, Selasa (15/7/2026).
Kegiatan edukatif tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Peudada, Iptu Iswahyudi, A.Md., S.Psi., didampingi Kanit Binmas Aipda Afrizal dan Kasium Aipda Diki Juanda.
Kehadiran jajaran kepolisian disambut hangat oleh Kepala MTsN 4 Bireuen, Musmulyadi, bersama Ketua Komite Sekolah Hasbi Abdullah, para dewan guru, serta ratusan siswa.
MTsN 4 Bireuen sendiri memiliki 393 siswa yang dibimbing oleh 39 tenaga pendidik, sehingga kegiatan ini dinilai sangat penting dalam memberikan pemahaman kepada seluruh warga sekolah mengenai bahaya kenakalan remaja.
Kapolsek Peudada, Iptu Iswahyudi, dalam penyampaiannya mengatakan bahwa masa remaja merupakan fase yang sangat menentukan masa depan seseorang. Oleh karena itu, para pelajar harus mampu memilih lingkungan pergaulan yang sehat, menjauhi perilaku menyimpang, serta memanfaatkan teknologi secara bijaksana.
“Kami hadir di sekolah bukan hanya sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga sebagai sahabat pelajar. Kami ingin memberikan pemahaman sejak dini agar anak-anak terhindar dari berbagai bentuk kenakalan remaja yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain,” ujar Kapolsek.
Dalam sosialisasi tersebut, jajaran Polsek Peudada menyampaikan empat materi utama yang menjadi perhatian serius di kalangan generasi muda.
Materi pertama membahas bahaya penyalahgunaan narkoba. Para siswa diberikan pemahaman mengenai dampak buruk narkotika terhadap kesehatan fisik dan mental, ancaman pidana bagi pelaku penyalahgunaan maupun pengedar, hingga bagaimana narkoba dapat menghancurkan masa depan seseorang.
elain itu, para siswa juga diberikan edukasi mengenai bahaya pergaulan bebas. Dalam sesi ini dijelaskan pentingnya menjaga norma agama, etika, dan budaya sebagai benteng dalam kehidupan sehari-hari. Para pelajar diajak untuk lebih selektif dalam memilih teman bergaul serta menghindari tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun keluarga.
Materi berikutnya adalah bahaya penyebaran hoaks di media sosial. Kapolsek mengingatkan para siswa agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas kebenarannya.
Sebelum membagikan informasi melalui media sosial, siswa diminta melakukan pengecekan terlebih dahulu agar tidak ikut menyebarkan berita bohong yang dapat memicu keresahan di masyarakat.
Tidak kalah penting, Polsek Peudada juga memberikan edukasi mengenai pencegahan bullying atau perundungan di lingkungan sekolah. Para siswa diajak membangun budaya saling menghormati, menghargai perbedaan, serta menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi seluruh peserta didik.
Kanit Binmas Polsek Peudada, Aipda Afrizal, menambahkan bahwa pembinaan terhadap pelajar merupakan salah satu langkah preventif kepolisian dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif.
“Kenakalan remaja dapat dicegah apabila semua pihak bersinergi, mulai dari keluarga, sekolah hingga kepolisian. Karena itu kami berharap para siswa menjadi pelopor dalam menjaga disiplin, menjauhi narkoba, tidak melakukan bullying, serta menggunakan media sosial secara positif,” katanya.
Sementara itu, Kasium Polsek Peudada, Aipda Diki Juanda, mengajak seluruh siswa untuk tidak takut melapor apabila mengetahui adanya tindakan perundungan, penyalahgunaan narkoba maupun tindak kenakalan lainnya di lingkungan sekolah.
“Kami berharap komunikasi antara sekolah dan kepolisian terus terjalin dengan baik sehingga berbagai persoalan dapat dicegah sejak dini,” ujarnya.
Kepala MTsN 4 Bireuen, Musmulyadi, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Polsek Peudada yang telah memilih sekolahnya sebagai lokasi pelaksanaan sosialisasi. Menurutnya, materi yang disampaikan sangat relevan dengan kondisi perkembangan zaman dan tantangan yang dihadapi para pelajar saat ini.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Edukasi seperti ini sangat dibutuhkan oleh siswa agar mereka memahami risiko dari penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas, penyebaran hoaks, maupun tindakan bullying. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat dilakukan secara berkelanjutan,” ungkapnya.
Senada dengan itu, Ketua Komite Sekolah Hasbi Abdullah menyatakan dukungan penuh terhadap langkah preventif yang dilakukan Polsek Peudada.
Menurutnya, pembentukan karakter generasi muda tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga memerlukan keterlibatan orang tua, masyarakat, dan aparat kepolisian.
“Kami mendukung penuh program pembinaan seperti ini. Sinergi antara sekolah, komite, orang tua, dan kepolisian merupakan kunci untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, serta bebas dari pengaruh negatif,” ujarnya.
Kegiatan berlangsung dalam suasana interaktif. Para siswa tampak antusias mengikuti setiap materi yang disampaikan dan aktif mengajukan berbagai pertanyaan seputar bahaya narkoba, penggunaan media sosial yang bijak, serta cara menghadapi tindakan bullying.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, Polsek Peudada berharap seluruh siswa MTsN 4 Bireuen mampu menjadi generasi yang berkarakter, disiplin, berakhlak mulia, serta menjadi agen perubahan yang membawa pengaruh positif di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat.
Sumber: Zulfikar patrolisergapnews.com
Editor: Devita








