PATROLISERGAPNEWS.COM – BIREUEN – Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, melaksanakan kunjungan kerja resmi ke Kabupaten Bireuen pada Kamis (6/8/2026). Kedatangan beliau bertujuan khusus untuk meninjau langsung perkembangan rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur strategis yang mengalami kerusakan parah akibat bencana banjir besar yang melanda wilayah tersebut secara hebat pada Kamis hingga Jumat, 26–27 November 2025 silam.
Di tengah suasana pertemuan yang berlangsung terbuka dan hangat bersama masyarakat, suara getir keluhan warga korban musibah langsung disampaikan dengan jujur dan berani di hadapan Wakil Presiden, Wakil Gubernur Aceh, serta Bupati Bireuen beserta jajaran pejabat terkait. Rumah Tinggal Pondasi, Korban Banjir Arabungong Belum Terima Bantuan Pascabencana November 2025 https://patrolisergapnews.com/rumah-tinggal-pondasi-korban-banjir-arabungong-belum-terima-bantuan-pascabencana-november-2025 patrolisergapnews.com
Para ibu-ibu yang menjadi korban menceritakan betapa hancurnya kehidupan rumah tangga mereka pasca diterjang banjir dahsyat tersebut: seluruh isi rumah mulai dari perabot rumah tangga, kasur, tempat tidur, pakaian, hingga kebutuhan dasar lainnya habis tersapu arus air yang deras. Hingga saat ini, mereka mengaku belum memiliki kemampuan finansial sedikit pun untuk membeli barang pengganti demi memulai kembali kehidupan yang layak dan wajar.
Mendengar keluhan yang menyentuh hati tersebut, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, S.E. segera menanyakan secara langsung kepada para ibu yang hadir: “Apakah bantuan untuk penggantian perabotan dan kebutuhan rumah tangga tersebut sudah sampai ke tangan kalian?” Secara serentak, lantang, dan tegas para ibu menjawab: “Belum, Pak!”
Merespons jawaban tersebut, Bupati Bireuen Ir. H. Mukhlis, S.T. segera memberikan penjelasan secara rinci, transparan, dan menenangkan di hadapan Wakil Presiden serta seluruh hadirin. Beliau menyampaikan bahwa skala dampak kerusakan akibat bencana ini sangatlah besar dan luar biasa, bahkan tercatat sebagai salah satu yang terparah dalam sejarah di wilayah tersebut: “Tercatat sebanyak 700 unit rumah hanyut tak bersisa terbawa arus, dan lebih dari 22.000 unit rumah lainnya mengalami kerusakan mulai dari ringan hingga sedang.”
Bupati Mukhlis melanjutkan penjelasannya dengan tenang dan bijaksana: “Kondisi kerusakan sebanyak ini tentu tidak bisa diselesaikan dan disalurkan sekaligus dalam satu waktu. Hal ini memerlukan proses verifikasi yang teliti, cermat, dan akuntabel agar hak warga benar-benar tepat sasaran dan tidak ada yang terlewat. Namun perlu seluruh warga ketahui dengan pasti, data lengkap seluruh korban sudah kami susun dengan sungguh-sungguh dan telah dikirimkan semuanya ke Pemerintah Pusat di Jakarta. Kami mohon kesabaran sejenak dari seluruh warga, karena Insya Allah bantuan akan disalurkan secara bertahap hingga semuanya terpenuhi dengan baik.”
Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah turut menegaskan dukungan penuh Pemerintah Provinsi: “Pemerintah Provinsi Aceh berkomitmen penuh mendukung percepatan penyaluran bantuan ini. Baik bantuan perabotan maupun kebutuhan hidup sehari-hari, semuanya adalah hak warga yang harus dipenuhi. Mohon masyarakat tetap percaya dan tenang, prosesnya sedang berjalan sesuai prosedur yang berlaku.”
Ketika Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menanyakan lebih lanjut mengenai alasan mengapa sebagian warga sudah menerima namun sebagian besar belum mendapatkan, Bupati Mukhlis menjelaskan secara rinci tahapan yang dilakukan:
“Data awal yang kami kumpulkan dari lapangan kemudian diverifikasi ulang secara ketat agar tidak terjadi kekeliruan. Dari total keseluruhan data sebanyak 32.000 kasus, pada tahap pertama ini baru sekitar 4.000 warga yang telah mendapatkan haknya, mencakup bantuan kebutuhan hidup, perabotan, serta perbaikan rumah dengan kerusakan ringan maupun sedang.”
Bupati Mukhlis menambahkan dengan tegas dan penuh tanggung jawab: “Sisanya yang berjumlah sekitar 30.000 lebih kasus saat ini datanya sudah berada di Jakarta dan sedang dalam proses administrasi pencairan. Seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Bireuen tidak akan berdiam diri, kami akan terus berjuang dan mendesak agar tahap kedua dapat segera terealisasi. Percayalah, hak kalian semua akan kami perjuangkan sampai tuntas, Insya Allah.”
Kunjungan kerja Wakil Presiden ini menjadi bukti nyata perhatian besar pemerintah pusat terhadap penanganan bencana di tanah Aceh. Di sisi lain, keluhan warga yang disampaikan secara terbuka ini menjadi catatan penting bersama agar proses penyaluran bantuan dapat dipercepat demi meringankan beban warga yang telah berbulan-bulan menanti kepastian untuk kembali bangkit dan menata kehidupan mereka dengan layak. Semoga ketabahan warga Bireuen segera dibalas dengan kelancaran penyaluran bantuan dan kebangkitan yang lebih baik lagi.
Sumber: Akbari patrolisergapnews.com
Editor: Ulya







