LAKI Soroti Transparansi Anggaran Meugang Rp7,5 Miliar di Aceh Timur, Dinilai Tak Tepat Sasaran

PATROLISERGAPNEWS.COM – IDI – Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Kabupaten Aceh Timur melayangkan kritik tajam terkait realisasi bantuan daging meugang tahun 2026. Anggaran yang dikabarkan mencapai Rp7,5 miliar tersebut dinilai tidak sinkron dengan fakta di lapangan, Rabu (18/02/2026). Kekecewaan ini mencuat setelah sejumlah desa melaporkan minimnya bantuan yang diterima. Sebagai contoh, Desa Seuneubok Benteng yang memiliki sekitar 280 Kepala Keluarga (KK) dikabarkan hanya menerima satu ekor anak lembu dengan estimasi nilai Rp8 juta. Kondisi lebih memprihatinkan diduga terjadi di Kecamatan Banda Alam, di mana satu ekor lembu disebut harus dibagi untuk dua desa.

“Kami ini korban banjir yang sedang berupaya bangkit. Harapannya bantuan ini meringankan beban, namun kenyataannya satu ekor anak lembu untuk 280 KK itu sangat tidak mencukupi,” ujar salah satu perwakilan warga desa setempat.

Warga mempertanyakan mekanisme distribusi anggaran jumbo tersebut. Jika ditotal terdapat 513 desa di Aceh Timur, pembagian bantuan saat ini dianggap tidak proporsional dan jauh dari angka Rp7,5 miliar yang dicanangkan.

LAKI Aceh Timur mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) untuk memberikan klarifikasi transparan mengenai perencanaan dan alokasi dana tersebut. Transparansi dinilai krusial agar tidak muncul spekulasi negatif dan keresahan di tengah masyarakat yang sedang dalam tahap pemulihan ekonomi pasca-banjir.

Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai rincian distribusi bantuan daging meugang di seluruh desa se-Kabupaten Aceh Timur.

Risky : patrolisergapnews.com

Share Berita:

Related Posts

KPK: Pemberantasan Korupsi Tak Cukup Hukum Pelaku, Aset Hasil Kejahatan Harus Dikembalikan

Urgensi mengejar aset hasil korupsi juga semakin besar karena korupsi masih menjadi salah satu sumber utama risiko pencucian uang di Indonesia.

Share Berita:

Lanjutkan
Dipaksa Undur Diri Tanpa SP, Karyawan Loyal 9 Tahun di SPBU Pangkalpinang Bongkar Dugaan ‘Kambing Hitam’ dan Rekayasa PHK

AGUNG, seorang karyawan yang telah mengabdi selama sembilan tahun di SPBU 24.331.69 kawasan Selindung Baru Pangkalpinang, mengaku menjadi korban pemecatan sepihak yang dibalut dengan rekayasa pengunduran diri.

Share Berita:

Lanjutkan

Tinggalkan Balasan

Anda Melewatkan

Jaga Silaturahmi, Keluarga Besar Patrolisergapnews TV Jenguk Om Harri yang Sedang Sakit di RS Bhayangkara Semarang

Jaga Silaturahmi, Keluarga Besar Patrolisergapnews TV Jenguk Om Harri yang Sedang Sakit di RS Bhayangkara Semarang

Tim Terpadu Katingan Hilir Gelar Sosialisasi Larangan Penambangan Emas Tanpa Izin

Tim Terpadu Katingan Hilir Gelar Sosialisasi Larangan Penambangan Emas Tanpa Izin

Presiden Prabowo Terima Menteri Kebudayaan Bahas Usulan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan

Presiden Prabowo Terima Menteri Kebudayaan Bahas Usulan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan

Dihad4ng Ketid4kpastian Hukum: Ketum PPWI Siaran Langsung B0ngkar Temuan di Polda Sumsel

Dihad4ng Ketid4kpastian Hukum: Ketum PPWI Siaran Langsung B0ngkar Temuan di Polda Sumsel

458 Santri Ikuti Seleksi Beasiswa Hafizh Al-Qur’an Bireuen 2026 Selama Empat Hari

458 Santri Ikuti Seleksi Beasiswa Hafizh Al-Qur’an Bireuen 2026 Selama Empat Hari

Mutasi Sejumlah Pati dan Pamen Polri, Sejumlah Jabatan Strategis Berganti

Mutasi Sejumlah Pati dan Pamen Polri, Sejumlah Jabatan Strategis Berganti