PATROLISERGAPNEWS.COM – JAKARTA – Misteri kematian Winda Lorenza Gowasa yang ditemukan tewas di kamar mandi rumah mantan mertuanya di Kompleks Bumi Asri, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan, Sumatera Utara, masih menyisakan banyak pertanyaan. Hingga kini, keluarga korban menolak menerima dugaan awal bahwa Winda meninggal karena bunuh diri.Winda ditemukan tidak bernyawa pada Minggu (2/8/2026) siang.
Dugaan sementara yang berkembang menyebut korban meninggal akibat tembakan dari senjata api milik mantan suaminya, Bripka Imansyah Harefa. Namun, keluarga menilai terdapat sejumlah kejanggalan yang harus diungkap secara transparan oleh aparat penegak hukum.
Menanggapi kasus tersebut, pengacara senior sekaligus praktisi hukum ternama, Erles Rareral SH,.MH. mendesak penyidik untuk memeriksa secara mendalam mantan suami korban guna mengungkap fakta yang sebenarnya.
“Periksa dan dalami Irwansyah Harefa, mantan suami korban.Periksa juga mantan mertua.Semua fakta harus dibuka secara terang-benderang agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat,Dan sangat menyayangkan statemen Kapolres yang terkesan terburu-buru menyatakan korban bunuh diri.” tegas Erles.
Menurutnya, proses penyelidikan harus dilakukan secara profesional dan objektif, termasuk melalui pemeriksaan forensik yang menyeluruh. Erles berharap tim dokter forensik bekerja independen dan berpegang teguh pada sumpah profesi.
“Harapan saya dokter bekerja secara profesional, independen dan setia pada sumpah jabatan. Ingat, jenazah atau mayat juga bisa menceritakan penyebab kematiannya. Bunuh diri kok di rumah mantan mertua, ini tentu menjadi pertanyaan besar yang harus dijawab secara ilmiah dan hukum,” ujarnya.
Tidak hanya itu, Erles juga menyoroti adanya dugaan luka lebam pada tubuh korban yang terlihat dari sejumlah foto jenazah yang beredar luas di masyarakat. Temuan tersebut, menurutnya, patut menjadi perhatian serius penyidik.
“Dari foto-foto yang beredar, terlihat adanya luka lebam pada tubuh korban. Hal ini memperkuat dugaan adanya tindakan kekerasan atau penganiayaan sebelum korban meninggal dunia. Dugaan kuatnya, korban lebih dahulu mengalami penganiayaan sebelum ditembak,” ungkapnya.
Kasus kematian Winda Lorenza Gowasa kini menjadi sorotan publik karena berbagai kejanggalan yang muncul. Masyarakat dan keluarga korban berharap penyelidikan dilakukan secara terbuka, profesional, dan bebas dari intervensi pihak mana pun.
Sementara itu, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan serta menunggu hasil otopsi untuk memastikan penyebab pasti kematian korban. Hasil pemeriksaan forensik diharapkan dapat menjadi kunci dalam mengungkap tabir misteri yang hingga kini masih menyelimuti kematian Winda Lorenza Gowasa.
Keluarga korban menegaskan akan terus mengawal proses hukum hingga kasus ini terungkap secara tuntas dan memberikan keadilan bagi almarhumah.
ROBET: patrolisergapnews.com
Editor Ulyasari







