PATROLISERGAPNEWS.COM – MALANG – Presiden Prabowo Subianto secara tegas menepis berbagai narasi pesimistis yang meramalkan bahwa Indonesia akan mengalami kolaps atau keruntuhan ekonomi.
Presiden menyatakan bahwa prediksi negatif tersebut terus berganti setiap bulan tetapi tidak pernah terbukti di lapangan.
“Tiap bulan Indonesia [diramal] akan kolaps. Juni kolaps, ini sudah Juli. Juli kolaps, Agustus kolaps. Pikirannya kolaps terus. Biarkan saja itu,” ujar Presiden Prabowo saat memberikan sambutan di Malang, Jawa Timur, pada Jumat (17/7/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kepala Negara saat menghadiri agenda Panen Raya TNI Terintegrasi. Kegiatan ini berpusat di Kabupaten Malang dan digelar secara serentak melalui sambungan virtual di 43 titik di seluruh wilayah Indonesia.
Selain menanggapi isu keruntuhan ekonomi, Presiden Prabowo juga mengungkapkan strategi pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi nasional.
Salah satu langkah konkret yang diambil adalah mempercepat pembangunan industri etanol domestik. Saat ini, Indonesia telah mulai mengembangkan komoditas bensin dengan campuran etanol 10% (E10) dan menargetkan peningkatan bertahap hingga mencapai kadar 20% (E20).
Presiden optimistis target tersebut dapat dicapai karena Indonesia memiliki potensi sumber daya yang besar. Langkah akselerasi ini diambil agar Indonesia tidak terus bergantung pada kekuatan atau pasokan energi dari pihak asing.
Sumber: Razi patrolisergapnews.com
Editor: Ulya






