PATROLISERGAPNEWS.COM – KUTAI TIMUR – Ratusan warga Suku Dayak Basap yang berasal dari empat desa di Kecamatan Karangan, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), menggelar aksi solidaritas turun langsung ke kawasan hutan tradisional mereka pada Kamis (3/9/2026). Aksi penggerebekan dan penyisiran ini dilakukan untuk menghentikan aktivitas penebangan liar (illegal logging) yang kian marak dan mengancam kelestarian lingkungan serta ruang hidup masyarakat adat.
Pergerakan massa ini melibatkan masyarakat dari Desa Karangan Dalam, Karangan Ilir, Karangan Seberang, dan Desa Baay. Solidaritas lintas desa ini dipicu oleh keresahan mendalam atas rusaknya ekosistem hutan tradisional yang menjadi tumpuan hidup mereka secara turun-temurun.
Tokoh Adat Dayak Basap Karangan, Decky Zulkarnain, menegaskan bahwa aksi ini murni didorong oleh kepedulian dan tanggung jawab moral masyarakat adat untuk melindungi sisa hutan yang ada.
“Kawasan yang menjadi sasaran penyisiran ini adalah wilayah hutan tradisional yang memiliki nilai sakral dan penting bagi kami. Aktivitas penebangan liar tidak hanya merusak lingkungan secara fisik, tetapi juga secara langsung mematikan keberlangsungan sumber daya alam yang menopang kehidupan permukiman warga,” ujar Decky.
Aksi penyelamatan lingkungan ini berjalan dengan pengawalan adat yang ketat. Sebelum bergerak memasuki kawasan hutan, seluruh warga terlebih dahulu melaksanakan ritual adat sebagai bentuk persiapan spiritual. Kepala Suku Basap, Firmansyah, memimpin langsung prosesi adat Tepong Tawar yang kemudian dilanjutkan dengan ritual doa bersama. Prosesi ini digelar untuk memohon keselamatan bagi warga sekaligus sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur penjaga hutan.
Aksi lapangan ini dikoordinasikan secara terstruktur oleh Kepala Adat Desa Karangan Dalam, Triria Susanto, bersama Kepala Adat Karangan Seberang, Fadli, dengan didampingi oleh Decky Zulkarnain.
Rombongan yang terjun ke hutan mencerminkan kebulatan tekad seluruh elemen masyarakat. Tidak hanya tokoh adat, kelompok pemuda, dan sesepuh, tetapi kaum perempuan hingga anak-anak juga tampak hadir memberikan dukungan moral di garis depan. Selain itu, unsur kelembagaan resmi seperti Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Karangan Dalam turut hadir di lapangan untuk mengawasi sekaligus melegitimasi gerakan penyelamatan hutan adat tersebut.
Masyarakat berharap aksi nyata ini dapat memicu tindakan tegas dari aparat penegak hukum dan pemerintah daerah guna mengusut tuntas para pelaku dan aktor intelektual di balik pembalakan liar di wilayah Kutai Timur.
Iwansyah: patrolisergapnews.com







